Sukses

Benarkah Anak Pasti Bertambah Tinggi Setelah Disunat?

Apakah anggapan tersebut benar? Pernyataan tersebut sudah beredar luas di kalangan masyarakat, namun tahukah Anda bahwa pernyataan tersebut merupakan mitos belaka? Berikut penjelasan medis dr. Dyah Novita Anggraini disini.

KlikDokter.com – Akrab di telinga beberapa kalangan, “Setelah sunat, anak pasti bertambah tinggi”. Apakah anggapan tersebut benar? Pernyataan tersebut sudah beredar luas di kalangan masyarakat, namun tahukah Anda bahwa pernyataan tersebut merupakan mitos belaka?

Tidak ada kaitannya antara sunat dengan pertumbuhan tinggi seseorang karena kedua hal ini tidak saling mempengaruhi.

Sunat yang dalam istilah medis dinamakan sirkumsisi merupakan tindakan  memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. kulup berfungsi untuk melindungi penis saat janin berkembang di dalam rahim ibu, membantu menjaga kelembaban glans penis, namun kulup juga dapat menjadi jalur infeksi untuk penyakit tertentu.

Sedangkan pertumbuhan tinggi badan tidak dipengaruhi oleh tindakan sunat, namun pertumbuhan tinggi badan dipengaruhi oleh faktor nutrisi, akitifitas olahraga, hormone pertumbuhan dan genetika (keturunan).

Terlepas dari kaitan mitos tersebut, sunat tetap penting dilakukan. Dari sisi medis banyak sekali manfaat dari sunat. Berikut manfaat dari sunat: 

1 dari 3 halaman

Berikut manfaat dari sunat:

  • Mencegah penumpukan smegma, yaitu zat lengket, berwama putih yang sering berbau tidak sedap di lipatan kulit kulup. Sunat juga dapat mengurangi sisa-sisa kotoran yang ada di sekitar kepala penis dan lipatan kulit.
  • Pria yang disunat lebih higienis, memudahkan pembersihan dan menghindari dari penyakit akibat jamur, infeksi saluran kemih dan berbagai penyakit infeksi lainnya.
  • Menghindari ED/disfungsi ereksi, karena tingkat kesensitifan kepala penis berkurang akibat terbiasa kontak dengan kain celana dalam.
  • Memperlama hubungan badan, karena kulit kulup yang sensitif sudah dibuang.
  • Mencegah penyakit menular seksual seperti sifilis dan menurunkan resiko penularan virus HIV, karena dapat mempercepat penis mengering setelah kontak seksual dan  mempersingkat harapan hidup virus HIV di penis setelah kontak seksual dengan pasangan dengan virus HIV-positif. WHO merekomendasikan Negara dengan tingkat penularan HIV tinggi, untuk mewajibkan warga negaranya yang aktif secara seksual untuk melakukan sunat.

Jadi, secara kesehatan wajibkah sunat untuk dilakukan? Berikut penjelasannya:

2 dari 3 halaman

Sunat di Medis Menjadi Mendesak Dilakukan Jika Terdapat Indikasi Medis:

sunat, Sunat atau sirkumsisi sendiri juga memiliki indikasi medis. Beberapa indikasi medis sirkumsisi antara lain adalah:

  • Fimosis: Kulup yang tidak dapat ditarik ke belakang (terutama pada dewasa), akibatnya terjadi gangguan aliran air seni saat buang air kecil dan ditandai pengelembungan kulit kulup, pancaran air seni yang kecil dan lemah serta rasa nyeri dan memicu terjadi infeksi saluran kemih.
  • Parafimosis adalah keadaan dimana kulit kulup yang telah ditarik ke pangkal tidak bisa kembali ke posisi semula karena terjerat di kepala zakar.
  • Balanoposthitis berulang: infeksi bakteri berulang pada kulit kulup penis yang menyebabkan peradangan
  • Balanitis xerotica obliterans: peradangan dan mengerasnya kulup penis

Namun tindakan sunat dilarang atau merupakan kontraindikasi bagi beberapa penyakit seperti:

  • Hemofilia, yaitu gangguan sistem pembekuan darah
  • Epispadia dan hipospadia (kelainan bawaan dimana ada salah letak lubang keluar air seni di zakar)

Usia paling baik bagi anak laki untuk melakukan tindakan sunat adalah sekitar 8 – 12 tahun. Hal ini disebabkan pada rentan usia tersebut diharapkan zakar dan kulit kulup telah berkembang cukup sempurna dan secara psikologis yang bersangkutan telah siap.

0 Komentar

Belum ada komentar