Sukses

4 Tanda Vagina Anda Bermasalah

Tidak sedikit dari kaum wanita yang mengalami kesulitan dalam hal menjaga kesehatan 'Miss V'. Berbagai masalah menuai menjadi kepanikan ketika Miss V 'berulah'. Berikut ini ada beberapa gejala yang dijelaskan oleh dr. Nadia Octavia disini

KLIKDOKTER.COM - Tidak sedikit dari kaum wanita yang mengalami kesulitan dalam hal menjaga kesehatan ‘Miss V’ (vagina -Red).

Berbagai masalah menuai menjadi kepanikan ketika Miss V ‘berulah’. Sebut saja dari masalah keputihan, atau gatal-gatal yang mencurigakan, atau mulai muncul aroma tidak sedap yang sebelumnya belum pernah ada. Ataupun masalah kelamin kewanitaan sebagainya.

Meskipun tanda-tanda tersebut tidak semuanya berbahaya, namun jika salah mengabaikan, bisa-bisa lebih merugikan dampak kelanjutannya.

Oleh karena itu, penting adanya untuk mengenali kondisi gejala-gejala yang pantas dicurigai. Singkat kata, ada beberapa gejala yang Anda harus waspadai jika terdapat tanda-tanda berikut di halaman berikut ini.

Klik 'next' untuk selanjutnya.

1 dari 4 halaman

Apakah Tanda-tanda yang Harus Diwaspadai?

Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Terdapat perubahan warna, bau dan peningkatan cairan vagina - terutama jika disertai dengan demam.
  • Kemerahan, gatal atau iritasi pada vagina.
  • Perdarahan atau flek yang terjadi di antara siklus menstruasi, setelah berhubungan seksual atau setelah mengalamimenopause.
  • Terdapat massa atau tonjolan pada vagina yang dirasa tidak wajar.

Nah, keempat kondisilah yang harus dicermati. Pasalnya jika dibiarkan bisa gawat. Lalu bagaimana kita dapat mengetahui penyebab dari kondisi-kondisi yang diatas? Klik 'next' untuk selanjutnya.

2 dari 4 halaman

Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Kesehatan Vagina?

  • Hubungan seks tanpa menggunakan kondom.

Anda dapat berisiko tertular penyakit dari infeksi penyakit menular seksual jika tidak menggunakan kondom.

  • Hubungan seks yang agresif
    Hubungan seks yang agresif dapat mengakibatkan trauma pada vagina.
     
  • Kondisi medis tertentu
    Diabetes dapat meningkatkan resiko infeksi jamur dan kekeringan pada vagina.
     
  • Antibiotik
    Antibiotik yang dikonsumsi secara terus menerus dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.
     
  • Produk KB
    Spermisida dan vaginal ring dapat menyebabkan iritasi pada vagina.
     
  • Kehamilan dan melahirkan
    Robekan pada vagina sering terjadi saat melahirkan secara normal dan juga terjadi penurunan kekuatan otot pada vagina.
     
  • Penuaan
    Setelah terjadi menopause, maka akan terjadi penurunan elastisitas vagina.
     
  • Hormonal
    Perubahan hormonal, misalnya penurunan estrogen dapat menyebabkan penipisan lapisan vagina.

Kemudian apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan vagina? Klik 'next' untuk selanjutnya.

3 dari 4 halaman

Apa yang Harus Saya Lakukan untuk Menjaga Kesehatan Vagina?

  • Bertanggung jawab secara seksual

Gunakan kondom dan mempertahankan hubungan monogami dan tidak berganti-ganti pasangan.

  • Vaksinasi
    Vaksinasi dapat melindungi Anda dari HPV (human papillomavirus)hepatitis A dan hepatitis B (infeksi virus pada hati yang dapat menular melalui kontak seksual.
     
  • Menjaga kebersihan vagina
    Hindari mencuci vagina dengan sabun yang beraroma atau dengan cairan pencuci vagina yang dijual bebas (kecuali atas indikasi dokter) karena dapat mengganggu PH vagina. Jangan gunakan tampon atau pembalut yang beraroma.
     
  • Lakukan senam kegel
    Dengan melakukan senam kegel, maka akan membantu menjaga kekuatan otot-otot dasar panggul. Lakukan setidaknya 3 set senam kegel setiap hari.
     
  • Ketahui obat-obatan yang Anda konsumsi
    Lakukan konsultasi dengan dokter mengenai penggunaan obat-obatan dan kemungkinan efek samping yang dapat terjadi pada vagina
     
  • Hindari alkohol, rokok dan obat-obatan terlarang
Baca:

0 Komentar

Belum ada komentar