Sukses

5 Penyebab Gangguan Ereksi

Impoten, Lemah syahwat, atau disfungsi ereksi dapat dikelompokkan biang keroknya menjadi 5 penyebab berikut ini. Simak penjelasan dr. Dewi Ema Anindia disini.

KlikDokter.com - Disfungsi ereksi terjadi ketika seorang pria megalami masalah untuk mempertahankan ereksi yang konsisten dan berulang. Bila tidak dilakukan terapi maka DE akan menyebabkan kesulitan dalam berhubungan seksual. Kejadian ini dilaporkan pada 1 diantara 5 pria dan angkanya bertambah dengan usia.

Ada banyak sekali masalah seksual pada pria seperti libido yang rendah dan gangguan ejakulasi. Namun DE disebut sebagai gangguan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Pria dengan gangguan ereksi biasanya memiliki libido yang sehat namun kesulitan untuk mencapai ereksi. Gangguan ereksi akan semakin sering terjadi dengan meningkatnya usia pada pria,biasanya pada usia 40-70 tahun.

Sebelum kita membahas hal apa saja yang menjadi penyebab disfungsi ereksi, ada baiknya kita mengenali lebih dulu dan mendalam mengenai disfungsi ereksi berikut ini:

1 dari 4 halaman

Gejala dari gangguan ereksi termasuk:

  • Ereksi yang terlalu lembek untuk hubungan seksual
  • Ereksi yang terlalu sebentar untuk hubungan seksual
  • Kesulitan mencapai ereksi

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Ereksi terjadi saat adanya peningkatan suplai darah ke organ yang dinamakan corpora cavernosa. Hal ini menyebabkan penis membesar dan mengeras. Proses ini dipicu oleh karena adanya stimulasi di otak dan saraf-saraf daerah genital. Segala hal yang menghalangi proses stimulasi ini dapat menjadi penyebab gangguan ereksi.

Beberapa penyebab gangguan ereksi adalah: 

2 dari 4 halaman

Beberapa penyebab gangguan ereksi adalah:

  • Penyakit

Telah seringkali disebutkan adanya hubungan antara penyakit menahun dengan gangguan ereksi, dan paling terlihat di penyakit Diabetes. Pria dengan diabetes dikatakan dapat meningkatkan resiko gangguan ereksi hingga tiga kali lipat. Pria dengan diabetes pun dapat mengalami gangguan ini lebih cepat 10-15 tahun dibandingkan dengan pria tanpa diabetes.  Namun, bukti menunjukkan bahwa dengan cara mengontrol gula darah saja, dapat meminimalkan efek ini. Beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan gangguan ereksi adalah penyakit kardiovaskular, aterosklerosis dan penyakit ginjal.

  • Gaya Hidup

Gaya hidup dapat mempengaruhi gangguan sirkulasi dan menyebabkan disfungsi ereksi. Merokok, mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang besar, dan penggunaan narkoba atau obat-obatan dapat merusak pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke penis. Merokok pada pria dengan aterosklerosis dapat meningkatkan resiko terkena DE. Memiliki berat badan berlebih serta olahraga yang kurang juga meningkatkan resiko DE.

  • Pembedahan

Pembedahan seperti terapi yang dilakukan untuk kanker prostat, kanker kandung kemih, atau Hiperplasia Prostat dapat merusak saraf dan pembuluh darah disekitar penis. Pada beberapa kasus, kerusakan saraf di penis permanent dan pasien dapat membutuhkan terapi untuk mencapai ereksi. Pada beberapa jenis operasi lainnya akan menyebabkan gangguan ereksi namun akan hilang dalam waktu 6 hingga 18 bulan.

  • Beberapa jenis obat

Disfungsi ereksi dapat juga disebabkan oleh beberapa jenis obat seperti obat-obatan untuk darah tiinggi, anti-depresi serta obat penenang.

  • Psikososial

Beberapa hal seperti stres, depresi, kecemasan hingga kurangnya rasa percaya diri dapat menyebabkan gangguan ereksi.

Lalu bagaimana penanganan lemah syahwat? Berikut penjelasannya:

3 dari 4 halaman

Mengobati Disfungsi Ereksi

  • Perubahan Gaya Hidup

Banyak pria yang mengalami DE dapat memperbaiki kualitas seksual dengan cara memperbaiki gaya hidup. Melepaskan rokok, mengurangi berat badan, dan memperbanyak olahraga dapat membantu memperbaiki aliran darah. Apabila Anda mencurigai penyebab dari gangguan ereksi Anda adalah obat-obatan yang Anda konsumsi maka Anda dapat konsultasi ke dokter Anda untuk menyesuaikan dosis atau mengganti obat.

  • Obat-obatan Minum (oral)

Beberapa jenis obat utuk ereksi bekerja dengan cara memperbaiki aliran darah ke penis saat sedang terangsang. Biasanya obat-obatan jenis ini dikonsumsi 30-60 menit sebelum melakukan aktivitas seksual dan tidak boleh dipergunakan lebih dari satu kali dalam sehari.

  • Injeksi

Saat obat-obatan oral tidak dapat diberikan maka ada beberapa kasus dimana obat langsung disuntikkan ke penis. Obat-obatan jenis ini bekerja dengan cara memperlebar pembuluh darah yang menyebabkan penis dialiri oleh darah. Terapi lainnya adalah dengan cara memasukkan obat ke dalam uretra. Dimana dengan cara ini maka akan menstimulasi ereksi dalam waktu 10 menit.

  • Alat Vakum (Pump)

Alat vakum untuk disfungsi ereksi disebut sebagai pump, merupakan alternatif lain untuk pengobatan. Penis dimasukkan ke dalam semacam tempat silinder. Dimana tempat ini akan berfungsi menjadi semacam vakum disekitar penis. Hal ini dapat menyebabkan  peningkatan aliran darah serta mengarah ke ereksi.

  • Operasi

Apabila DE disebabkan oleh karena adanya penyumbatan pembuluh darah pada penis, maka tindakan operasi terkadang dapat memperbaiki aliran darah ini.

  • Implant

Pada pria dengan gangguan ereksi yang persistent, maka implant pada penis dapat memperbaiki fungsi seksual. Sebuah implant dapat diletakkan di dalam panis yang berfungsi untuk memperbaiki ganguan ereksi.

  • Psikoterapi

Walaupun DE disebabkan oleh gangguan fisik, terapi psikologis pun diperlukan dan dibuktikan dapat membantu. Tujuan terapi ini adalah untuk mengurangi kecemasan dalam performa serta memperbaiki gangguan perasaan.

Apa saja cara yang dapat mengruangi resiko DE? Nah, yang dapat Anda lakukan adalah berolahraga, jaga berat badan, hindari merokok/alkohol/obat-obatan serta kontrollah diabetes Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar