Sukses

Benarkah Feminax Bikin Ketergantungan?

Feminax adalah produk pereda nyeri ketika menstruasi. Kehadirannya yang kerapkali dijadikan solusi pereda nyeri ketika haid dituding menimbulkan dampak adiksi. Benarkah demikian? Berikut penjelasannya:

Klikdokter.com – Tentu Anda pernah mendengar bahwa obat pereda nyeri haid bisa membuat seseorang kecanduan atau ketergantungan. Kesalahpahaman semacam itu sudah melekat sejak lama sehingga menimbulkan ketakutan berlebih dalam mengonsumsinya. Sebetulnya, di mana garis yang jelas antara penggunaan normal dan ketergantungan? Bisakah Anda mengonsumsinya tanpa membuat diri Anda adiktif?

Kecanduan didefinisikan sebagai penyakit kronis yang membuat seseorang menggunakan obat secara kompulsif sehingga menyebabkan kerugian atau disfungsi. Banyak orang keliru menggunakan istilah “kecanduan” untuk merujuk pada ketergantungan fisik. “Semua orang bisa menjadi tergantung kepada obat-obatan, dan itu tidak berarti bahwa mereka kecanduan,” ungkap Christopher Gharibo dari NYU Langone Medical School and NYU Hospital for Joint Diseases.

Ada pula yang menganggap bahwa seseorang akan kecanduan obat pereda nyeri haid jika mereka mengonsumsinya dalam waktu yang lama.

Bagaimana dengan Feminax? Berikut penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Bagaimana dengan Feminax?

Feminax mengandung dua bahan aktif, yakni parasetamol dan ekstrak hiosiami. Parasetamol digunakan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang. Parasetamol bekerja sebagai inhibitor prostaglandin lemah dengan menghalangi produksi prostaglandin (zat kimia yang terlihat dalam proses pengiriman pesan rasa sakit ke otak). Dengan mengurangi jumlah prostaglandin, parasetamol membantu mengurangi rasa sakit. Berbeda dengan aspirin, parasetamol memblokir pesan rasa sakit di sistem saraf pusat, bukan pada sumber rasa sakit. Sementara itu, ekstrak hiosiami merupakan bahan alam yang secara tradisional biasa digunakan untuk melancarkan haid.

Kedua bahan aktif pada Feminax terbukti tidak dapat membuat seseorang kecanduan atau ketergantungan. Lagi pula, bila seseorang mengonsumsi obat pereda nyeri haid sesuai dengan dosis dan anjuran dokter, ia dipastikan tidak akan mengalami efek samping apalagi kecanduan atau ketergantungan.[](ADV)

0 Komentar

Belum ada komentar