Sukses

9 Fakta dan Mitos Tentang HIV

Benarkah HIV-AIDS sebenarnya bisa disembuhkan? Apakah dari ciuman HIV bisa ditularkan? Benarkah HIV-AIDS dan homoseksual berhubungan? Simak artikel berikut ini yang menjelaskan beberapa mitos dan pelurusan fakta seputar HIV bersama dr. Dina Kusumawardhani disini

Klikdokter.com - Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sel darah putih (limfosit) dan menyebabkan turunnya kekbalan tubuh manusia. Menurut Centre for Disease Control (CDC) kasus HIV/AIDS mengalami peningkatan setiap tahunnya dan paling banyak ditularkan melalui kontak seksual. Seringkali kita menemukan pasien HIV/AIDS yang dikucilkan dan dijauhi karena takut tertular.

Berkembangnya jumlah penderita HIV/AIDS merupakan suatu masalah utama dalam bidang kesehatan. Penyakit yang banyak menyerang usia produktif ini cukup meresahkan karena sampai pada saat ini belum  benar-benar ada terapi yang dapat menyembuhkan. Maka pengetahuan masyarakat mengenai HIV dan bagaimana pencegahan penularannyaharus ditingkatkan agar angka penularan infeksi penyakit ini dapat ditekan.

Semudah itukah HIV ditularkan? Berikut ini adalah mitos dan fakta tentang HIV yang perlu diketahui:

1 dari 10 halaman

1. Terkena HIV Sama dengan Terkena AIDS

Jawabnya?: Mitos.

hiv aids bahayaHal tersebut tidak benar. HIV berbeda dengan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). Seseorang dapat terkena HIV selama bertahun-tahun tanpa AIDS. AIDS merupakan sekumpulan gejala yang muncul akibat turunnya kekebalan tubuh akibat HIV. Pada kondisi ini, sudah dapat ditemukan berbagai infeksi oportunistik (infeksi yang muncul akibat kondisi akibat penurunan kekebalan tubuh akibat HIV), seperti diantaranya:

·         Tuberkulosis

·         infeksi otak /meningitis,

·         dan lain-lain.

Apakah benar HIV dapat ditularkan melalui kontak sentuh?

2 dari 10 halaman

2. HIV Dapat Ditularkan Melalui Kontak Biasa

Jawabnya?: Mitos.

jarum suntikAnda tidak akan tertular HIV hanya dengan melakukan kegiatan:

·         Memeluk,

·         Menggunakan handuk yang sama,

·         Berbagi alat makan bersama, atau

·         Mengobrol.

HIV ditularkan melalui:

·         kontak seksual,

·         transfusi darah,

·         penggunaan jarum suntik yang tercemar HIV (pengguna narkoba), atau

·         dari ibu hamil dengan HIV positif kepada bayinya.

Apakah penderita HIV hanya memiliki sedikit waktu untuk hidup?

3 dari 10 halaman

3. Penderita HIV Hanya Memiliki Sedikit Waktu untuk Hidup

Jawabnya?: Mitos.

aids, umur pendel, usia, mati, Faktanya, banyak penderita HIV atau AIDS yang memiliki waktu lama untuk hidup. Hal tersebut sangat tergantung dari seberapa cepat perkembangan dari HIV. Dimana progresivitas HIV untuk menjadi AIDS dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan rutin secara berkala. Ditambah lagi dengan tindakan pengobatan dengan antiretroviral.

Vaksin AIDS

Pada bulan April 2013, peneliti melaporkan suatu gebrakan yang dapat mengubah dunia yaitu penemuan terbaru tentang antibodi yang dapat menetralisir AIDS. Infeksi HIV merupakan infeksi molekuler yang intensif bermulai dari saat virus menginfeksi inang baru hingga munculnya penyakit AIDS.  Perkembangan AIDS bukan karena tubuh kita tidak dapat melawan HIV, namun akibat pertahanan tubuh yang semakin melemah di saat virus tetap bertahan. Saat ini, penelitian yang dipimpin oleh Barton Haynes, Direktur di Duke University Human Vaccine Institute di Duke University School of Medicine, berpendapat bahwa mereka menemukan jalan untuk membantu sistem imun manusia. (Baca: Penemuan Baru Vaksin AIDS)

4 dari 10 halaman

4. HIV Dapat Didiagnosis Hanya dari Gejala

Jawabnya: Mitos.

virus aidsSebagian besar pasien HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tampak sehat. Status HIV diketahui melalui tes HIV.

Namun demikian, pada kesehatan mulut dewasa ini dapat ditenggarai beberapa gejala yang dapat merujuk pada indikasi HIV/AIDS. Infeksi jamur kandida (candidiasis)  adalah salah satu tanda yang paling awal dan paling umum ditemukan pada penderita HIV/AIDS, pada suatu penelitian 88% penderita HIV/AIDS mengalami kandidiasis oral

Secara klinis tampak sebagai:

  • Bercak putih atau kombinasi bercak putih dan kemerahan yang dapat terjadi di bagian manapun di rongga mulut.
  • Terkadang bercak ini mudah berdarah dan terdapat daerah kemerahan di bawah bercak putih, disertai rasa sakit dan rasa seperti terbakar.

Apakah HIV dapat disembuhkan?

5 dari 10 halaman

5. HIV Dapat Disembuhkan

Jawabnya?: Mitos. 

HIV tidak dapat sembuh sama sekali, namun pengobatan dengan antiretroviral dapat menekan perkembangan virus dan menjaga daya tahan tubuh untuk mencegah berbagai komplikasi. Virus HIV akan tetap ada di dalam tubuh, sekalipun gejala yang ada sudah tidak muncul.

2 Orang Sembuh dari HIV-AIDS

Sebuah penemuan terbaru yang diutarakan oleh Timothy Henrich seorang dokter dari Harvard Medical School, di Amerika menyebutkan bahwa 2 pasiennya yang menderita AIDS ternyata sembuh setelah mendapat terapi stem cell untuk penyakit kanker kelenjar getah bening (lymphoma) yang diderita mereka. Kedua pasien yang secara rutin harus mengkonsumsi obat anti-HIV, setelah mendapat terapi stem cell berhenti  mengkonsumsi obat anti-HIV selama 15 minggu dan setelah diperiksa, ternyata tidak ditemukannya virus HIV lagi di dalam tubuh mereka. (Baca: Dua Orang Sembuh HIV-AIDS).

6 dari 10 halaman

6. Semua Orang Bisa Terkena HIV

Jawabnya?: Fakta.

hiv aidsSemua orang bisa terkena HIV, baik itu laki-laki, perempuan, wanita, anak-anak, gay, atau lesbian. Semuanya tergantung dari lingkungan, gaya hidup, perilaku seks dan faktor risiko lainnya.

Sebagaimana yang dipaparkan Tono Permana Muhamad yang mengatakan tidak ada angka pasti tentang perilaku lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki tersebut.

"Di Indonesia, perkiraan jumlah LSL sekitar 800 ribu. Itu perkiraan pada tahun 2009. Ini bukan berarti ada 800 ribu gay atau 800 ribu waria. Gay sama waria jumlah justru kecil. Tetapi terbanyak adalah laki-laki yang berhubungan dengan laki-laki tetapi dia tidak mengidentifikasi dirinya," ujar Tono dalam diskusi ‘Inisiatif Penanggulangan Epidemi HIV di Kalangan LSL, Gay, dan Waria di Kota Besar Asia’ yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, Kamis (17/3/2011). (Baca: Gay dan IDS: Berhubungankah?)

7 dari 10 halaman

7. Hubungan Seks Aman Jika Kedua Pasangan Memiliki HIV

Jawabnya?: Mitos.

Jika Anda dan pasangan terkena HIV, bukan berarti bebas melakukan hubungan seksual tanpa proteksi. Penyakit menular seksual tidak hanya HIV. Gunakan kondom saat berhubungan.

Beberapa penyakit menular seks yang dapat menular akibat perilaku seks bebas:

·         Gonore

·         Sifilis

·         Klamidia, dan sebagainya

Perlu diingat, sekalipun Anda sedang dalam pengobatan dan merasa sehat, Anda tetap dapat menularkan HIV kepada orang lain melalui kontak seksual. (Baca: 11 Tanda Anda Tertular Penyakit Menular Seks)

8 dari 10 halaman

8. Wanita dengan HIV Positif Bisa Memiliki Anak

Jawabnya?: Fakta.

Penderita HIV tetap bisa memiliki anak dengan aman melalui program pencegahan penularan HIV dari Ibu ke Anaka (PPIA/PMTCT) untuk mengurangi risiko penularan HIB dari ibu ke anak saat kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Sebaiknya calon ornag tua mengetahui status HIV sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter.

Penularan HIV pada bayi dapat terjadi saat bayi masih di dalam rahim, saat proses persalinan, atau selama bayi menyusui. Namun, risiko penularan ini dapat diturunkan dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan penularan dari ibu ke anak (prevention mother to child transmission, PMTCT) dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO):

o    Ibu hamil mengkonsumsi obat antiretroviral selama kehamilannya: menurunkan risiko transmisi ke janin hingga kurang dari 2 persen. 

o    Bayi yang lahir dari ibu positif HIV segera diberikan satu obat antiretroviral zidovudine (profilaksis) dan tidak diberikan air susu ibu secara langsung. Pemberian obat profilaksis tersebut biasanya diberikan selama 4-6 minggu dan dapat menurunkan risiko transmisi sebanyak 66 persen. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya HIV, terapi yang lebih agresif dapat diberikan.

9 dari 10 halaman

9. Penyakit Infeksi Terkait HIV Tidak Bisa Dihindari

Jawabnya?: Mitos.

HIV/AIDS memang dapat membuat daya tahan tubuh menurun sehingga berisiko terkena infeksi oportunistik seperti ruberkulosis, kandidiasis, cytomegalovirus, pneumonia, toksoplasma, dan infeksi otak. Cara terbaik untuk menurunkan risiko tersebut adalah dengan terapi antiretroviral. Selain itu, hindari paparan yang berisiko menimbulkan infeksi seperti daging yang belum matang, air yang terkontaminasi, menggunakan masker, dan sebagainya.

0 Komentar

Belum ada komentar