Sukses

Penis Bengkok, Normal?

Meskipun normalnya penis memang sedikit bengkok. Tak dapat dipungkiri kasus penis bengkok acapkali menimbulkan kekhawatiran pada kaum pria. Wajarkah? Normalkah? Apakah mempengaruhi kesuburan? Apakah bepengaruh pada kepuasan pasangan seksual? Simak selengkapnya disini bersama dr. Puti Naindra Alevia

Klikdokter.com - Penis yang bengkok tentu menimbulkan kekhawatiran pada kaum pria. Normalnya, penis memang sedikit bengkok.

Namun, ada keadaan yang membuat penis bengkok dengan derajat bervariasi baik ke atas-bawah, maupun kiri-kanan. Keadaan ini disebut dengan Peyronie’s Disease.

Ketika penis mengalami ereksi.

Namu demikian pertanyaannya, kenapa penis bisa bengkok?

1 dari 2 halaman

Kenapa Penis Bisa Bengkok?

Pada penis dapat dirasakan adanya plak yang keras di bawah kulit sisi yang bengkok. Penyebab tersering keadaan ini adalah trauma pada penis. Beberapa obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keadaan ini. Namun, banyak juga yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor risiko keadaan ini adalah genetik (keturunan) atau keadaan lain yang serupa (jaringan yang mengeras sehingga menybebkan bengkok) pada tangan atau kaki (kontraktur Dupuytren). Penyebab lain dapat berupa struktur pada uretra (riwayat trauma saluran kemih) atau hipospadia.

Sebagian besar orang dengan penyakit Peyronie dapat terus melanjutkan aktivitas seksualnya walau terdapat penis yang bengkok. Namun, bila derajat bengkokan lebih besar, bisa terjadi gangguan dalam mencapai kepuasan seksual.

Bila Anda mengalami hal ini, jangan khawatir, umumnya, keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, tergantung penyebabnya dapat dilakukan tatalaksana dengan obat maupun dengan operasi. Biasanya dokter akan mengamati dulu perkembangan keadaan ini selama beberapa bulan sebelum memutuskan apakah akan diberikan pengobatan ataupun dilakukan operasi, karena beberapa tindakan (operasi maupun bukan operasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

0 Komentar

Belum ada komentar