Sukses

Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Penis Bengkok

Kondisi penis bengkok dapat menimbulkan kekhawatiran. Apakah kondisi ini berbahaya? Ketahui penyebab dan cara meluruskannya di sini.

Bentuk penis yang bengkok dapat menimbulkan kekhawatiran bagi kaum pria. Padahal, penis bengkok merupakan kondisi yang normal. Secara alamiah, penis memang sedikit bengkok, khususnya ketika dalam kondisi ‘tegang’ atau ereksi. 

Penis normal dapat sedikit bengkok ke arah atas, bawah, ke kanan maupun ke kiri. Di sisi lain, penis bengkok bisa juga merupakan tanda adanya suatu masalah kesehatan. 

Jika penis Anda sangat bengkok, ada keluhan nyeri, atau mengalami kesulitan saat berhubungan intim, Anda memerlukan pemeriksaan dokter lebih lanjut. 

1 dari 4 halaman

Penyebab Penis Bengkok

Salah satu penyebab penis bengkok adalah peyronie’s disease. Penis yang bengkok secara abnormal ini dapat terjadi saat ereksi. 

Di bagian batang penis, dapat ditemukan adanya plak (area kulit yang menebal atau keras). Selain itu, peyronie’s disease sering menyebabkan penis bengkok ke atas dan menimbulkan nyeri saat ereksi.

Penyakit peyronie dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti trauma di penis, kelainan jaringan ikat, riwayat keluarga, dan usia. Kondisi ini juga dapat muncul tanpa diketahui penyebabnya.  

Artikel Lainnya: Waspada, Ini Masalah yang Mengancam Kesehatan Penis!

2 dari 4 halaman

Adakah Bahaya Penis Bengkok?

Sebagian orang dengan penyakit peyronie dapat mengalami perburukan gejala. Perburukan bisa berupa derajat lengkung penis yang semakin bengkok atau panjang penis yang semakin berkurang. Setelah beberapa waktu, umumnya sekitar 3 hingga 12 bulan, kondisi dapat menjadi stabil.

Sebaiknya Anda mewaspadai komplikasi yang dapat timbul dari penyakit yang menyebabkan penis bengkok ini. 

Komplikasi bisa berupa ketidakmampuan berhubungan seksual yang menyebabkan Anda sulit memperoleh keturunan atau memicu ketidakpuasan dalam hubungan pernikahan. Penampilan penis yang berubah juga bisa menimbulkan stres. 

Lebih lanjut, penyakit penis bengkok dapat menimbulkan komplikasi, seperti disfungsi ereksi, penis semakin memendek, atau nyeri penis saat ereksi. 

Artikel Lainnya: Dampak yang Terjadi Akibat Overdosis Viagra 

3 dari 4 halaman

Cara Meluruskan Penis yang Bengkok

Cara meluruskan penis bengkok sangat bergantung kepada kondisi akut atau kronisnya gejala yang dialami. Selain itu, adanya perburukan atau gejala yang sudah stabil dan menetap juga dapat menjadi pertimbangan pengobatan. 

  • Memantau Perkembangan Penyakit

Seperti yang disinggung di atas, keparahan gejala dapat berhenti setelah beberapa bulan dan menjadi stabil. 

Keluhan nyeri dapat membaik dalam 1 hingga 2 tahun, namun kondisi penis masih tetap bengkok. Terkadang, penis bengkok juga dapat membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan.

  • Pengobatan Nonbedah

Beberapa pilihan terapi nonbedah, seperti meregangkan penis (traksi penis menggunakan alat khusus), minum obat tertentu, pemberian salep, atau penyuntikkan di jaringan plak penis juga dapat dilakukan.

Artikel Lainnya: Sering Onani Sebabkan Kanker Testis? 

  • Pembedahan

Kondisi penis bengkok yang sudah kronis bisa diatasi dengan operasi atau pembedahan. 

Berbagai teknik pembedahan, seperti menjahit sisi penis yang lebih panjang (sisi dimana tidak terdapat jaringan plak), membuang jaringan plak, atau pemasangan implan penis.

Jadi, tidak semua penis bengkok merupakan kondisi abnormal. Jika menimbulkan gejala mengganggu, khususnya nyeri dan kesulitan berhubungan, jangan menunda-nunda untuk memeriksakan kondisi Anda ke dokter. 

Ketahui informasi menarik lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa bertanya langsung ke dokter lewat LiveChat.

(OVI/AYU)

2 Komentar