Sukses

No Bra Day: Pemakaian Bra Menyebabkan Kanker Payudara Tidak Sepenuhnya Benar

Hari ini 13 Oktober, digaungkan oleh berbagai khalayak sebagai No Bra Day. Sebuah hari dimana pakaian dalam wanita, bra, tidak diwajibkan dikenakan, sebagai kegiatan memperingati bulan kanker payudara. Benarkah mengenakan bra dapat menyebabkan kanker payudara? Nih simak fakta sebenarnya disini bersama dr. Jessica Florencia.

Klikdokter.com - No Bra Day beberapa tahun belakangan ini dikenali sebagai hari untuk membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker payudara yang diperingati selama sebulan penuh di bulan Oktober. Selain dari pita merah mudah dan “memerahmudakan” segala sesuatu di bulan Oktober, kegiatan No Bra Day ini makin populer digaung-gaungkan di dunia maya melalui sosial media.

Tidak diketahui siapa yang mencetuskannya pertama kali dan bagaimana menjadi tersebar, kegiatan yang mengajak wanita untuk tidak memakai bra selama satu hari penuh ini nampaknya dimaksudkan untuk mengingatkan wanita untuk sadar terhadap kesehatan payudaranya dan ancaman bahaya kanker. Selain itu, nampaknya kegiatan ini juga muncul dari adanya ‘kepercayaan’ bahwa pemakaian bra dapat menyebabkan kanker payudara.

Apakah hal ini benar?

‘Mitos’ yang beredar adalah bahwa pemakaian bra sepanjang hari dapat mengganggu aliran getah bening dari payudara ke kelenjar getah bening terdekat (daerah ketiak) sehingga dapat menyebabkan penumpukan racun di dalam jaringan payudara dan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

Bagaimana mulanya? Berikut penjelasannya:

1 dari 3 halaman

Bagaimana Mulanya?

Sebuah penelitian pada tahun 1991 memberikan kesimpulan bahwa wanita-wanita yang tidak menggunakan bra memiliki risiko terkena kanker payudara lebih rendah dari pada wanita yang memakai bra.

Sebenarnya yang dimaksudkan dalam penelitian tersebut bukan ditekankan pada pemakaian bra namun pada kepadatan payudara dan obesitas. Wanita dengan obesitas dan payudara yang lebih padat memang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara.

Setelah penelitian ini dipublikasi, semakin beredarlah berita bahwa pemakaian bra dapat menyebabkan kanker payudara. Bahkan berita yang beredar tersebut semakin banyak ‘dibumbui’ oleh informasi-informasi tambahan yang tidak jelas sumbernya dan juga diubah-ubah menjadi melenceng jauh dari fakta.

Jadi, bagaimana sebenarnya? Berikut penjelasannya:

2 dari 3 halaman

Jadi, Bagaimana Sebenarnya?

Sebuah penelitian terbaru yang melibatkan sekitar 1500 wanita menyatakan hal yang sebaliknya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kanker payudara  tidak berhubungan dengan berbagai kebiasaan pemakaian bra. Baik ukuran bra, penggunaan bra dengan kawat atau tidak, kapan seorang wanita mulai menggunakan bra, dan berapa hari dalam seminggu atau berapa jam dalam sehari seorang wanita menggunakan bra tidak berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara.

Sebelum penelitian ini dipublikasi, tim dokter di American Cancer Society juga bahkan melakukan penelitian pada data dari National Cancer institute mengenai risiko terjadinya kanker payudara pada wanita yang mengalami operasi pengangkatan jaringan kelenjar getah bening di daerah ketika karena kanker kulit dengan wanita yang tetap memiliki kelenjar getah bening. Pengangkatan kelenjar getah bening dapat menyebabkan hambatan aliran getah bening dari payudara. Hasilnya ditemukan bahwa kejadian kanker payudara tidak meningkat pada wanita yang aliran getah beningnya terhambat. Sehingga kesimpulannya adalah bahwa pemakaian bra, yang sebenarnya sangat sedikit sekali mempengaruhi aliran getah bening bahkan mungkin sama sekali tidak mempengaruhi, tidak menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kanker payudara.

Jadi, jangan khawatir untuk menggunakan bra! Namun, meskipun kita tidak perlu lagi khawatir kalau pemakaian bra dapat menyebabkan kanker payudara, pastikanlah kita semua tetap waspada terhadap penyakit ini:

1.       Ketahuilah faktor-faktor risiko kanker payudara. Termasuk risiko Anda atau risiko wanita-wanita di sekitarAnda.

2.       Ketahuilah faktor-faktor risiko yang dapat Anda ubah dan terapkanlah pola hidup sehat.

3.       Rutin memeriksa payudara sendiri (SADARI).

Rutin memeriksakan kesehatan payudara ke dokter untuk pemeriksaan klinis atau pemeriksaan penunjang (medical check-up). 

0 Komentar

Belum ada komentar