Sukses

Pentingnya Pemeriksaan Mata Rutin

Periksa mata kerap disepelekan oleh banyak orang. Ketahuilah, pemeriksaan indra penglihatan kita satu ini sangat penting adanya. Apa saja yang dilakukan saat pemeriksaan mata? Seberapa sering saya harus melakukan pemeriksaan mata? Berikut penjelasan dr. Nadia Octavia disini.

Klikdokter.com - Indra penglihatan merupakan salah satu indra terpenting manusia. Penglihatan sendiri merupakan suatu proses yang kompleks dari mengumpulkan, memfokuskan serta mengubah cahaya menjadi objek penglihatan. Seiring dengan bertambahnya usia, mata menjadi lebih rentan mengalami kerusakan dan berbagai penyakit.

Beberapa penyakit pada mata seperti peningkatan tekanan bola mata pada glaukoma tidak memiliki gejala apapun pada stadium awalnya, sehingga Anda baru akan mengetahuinya jika sudah menginjak stadium akhir. Hal ini akan membuat penanganan menjadi lebih sulit. Oleh karena itu pemeriksaan mata secara rutin sangatlah penting.

Apa saja yang dilakukan saat pemeriksaan mata?

Pemeriksaan mata tidak menimbulkan rasa nyeri. Dokter akan melakukan pemeriksaan mata yang meliputi pemeriksaan kondisi luar mata seperti kelopak mata, bagian mata seperti konjungtiva, sklera, kornea, iris dan retina untuk mengetahui tanda-tanda suatu penyakit.

Pemeriksaan mata yang lengkap meliputi:

  • Pemeriksaan penglihatan (tanpa atau dengan lensa korektif)
  • Pemeriksaan refleks pupil
  • Pemeriksaan otot-otot mata
  • Pemeriksaan lapangan pandang
  • Pemeriksaan dengan slit lamp
  • Pemeriksaan tekanan bola mata
  • Pemeriksaan bagian belakang mata

Seberapa sering saya harus melakukan pemeriksaan mata? Berikut penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Seberapa sering saya harus melakukan pemeriksaan mata?

Usia di bawah 3 tahun

Pastikan anak Anda telah mengalami skring pada mata saat melakukan pemeriksaan rutin di dokter anak. Beberapa gangguan mata yang sering dialami oleh anak diantaranya adalah amblyopia (lazy eye) dan strabismus atau mata juling. Selain itu skrining mata rutin juga bertujuan untuk menyingkirkan penyakit lainnya seperti katarak kongenital ataupun retinoblastoma.

Usia 3-19 tahun

Pastikan anak Anda melakukan pemeriksaan mata rutin setiap 1-2 tahun saat pemeriksaan kesehatan rutin untuk menyingkirkan keluhan gangguan penglihatan seperti miopia atau rabun jauh.

Usia 20-39 tahun

Lakukan pemeriksaan mata secara komprehensif terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki sakit mata atau Anda baru saja mengalami trauma pada mata.

Usia 40 tahun ke atas

Seiring dengan bertambahnya usia, penyakit mata degeneratif (terkait dengan usia) akan lebih mudah timbul. Terlebih jika Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, riwayat penyakit mata pada keluarga atau Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi kondisi mata, Anda perlu mengunjungi dokter spesialis mata lebih sering.

0 Komentar

Belum ada komentar