Sukses

Tiga Faktor Risiko Dalam Bunuh Diri

Dari sudut pandang kondisi tubuh dan medis, sedikitnya terdapat 3 hal utama yang menjadi faktor risiko seseorang untuk memotivasi melakukan bunuh diri. Berikut penjelasannya:

Klikdokter.com - Penyebab yang pasti dari bunuh diri belum ditemukan sampai saat ini. Faktor-faktor internal dan eksternal dapat saling menguatkan atau melemahkan terjadinya tindakan bunuh diri pada individu. Selain itu, keinginan individu untuk bunuh diri ditentukan oleh kelemahan atau kekuatan jiwa individu tersebut dan situasi kehidupan yang mereka hadapi. Beberapa orang akan bereaksi secara mendadak, sementara yang lainnya melalui proses yang bertahap. Dengan mengetahui faktor-faktor risiko dalam bunuh diri, maka kita dapat melihat masalah bunuh diri dari sisi yang berbeda, dan yang lebih penting: melakukan pencegahan.

Faktor-faktor Risiko Biopsikososial

- Mengalami masalah gangguan jiwa seperti depresi, skizofrenia, dan lain-lain

- Penyalahgunaan alkohol

- Kehilangan keyakinan diri dan harga diri

- Merasa bersalah, malu, tak terdaya, dan putus asa

- Menderita penyakit terminal atau kronis (misalnya, penyakit kanker)

- Memiliki riwayat kekerasan fisik

- Memiliki riwayat usaha bunuh diri sebelumnya

- Sejarah bunuh diri dalam keluarga

Selain itu, terdapat faktor lainnya, yakni faktor lingkungan. Berikut penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Faktor Pencetus Seseorang Bunuh Diri

2. Faktor-faktor Risiko Lingkungan

  • Kehilangan status pekerjaan dan mata pencaharian

  • Mengalami kehilangan anggota keluarga akibat kematian, tindak kekerasan, berpisah, putus hubungan

3. Faktor-faktor Risiko Sosiokultural

  • Kurangnya dukungan secara sosial

  • Merasa tersisih dari lingkungan

  • Mengikuti keyakinan sekte keagamaan atau budaya tertentu (misalnya, ada keyakinan bahwa bunuh diri merupakan solusi yang agung untuk sebuah masalah pribadi)

  • Terpengaruh orang lain yang telah mati karena bunuh diri

0 Komentar

Belum ada komentar