Sukses

Perut Anda Buncit? Hati-Hati Terkena Penyakit Jantung

Tahukah Anda, perut buncit ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung? Karena lemak pada daerah perut ternyata lebih berbahaya dibandingkan dengan lemak yang di daerah tubuh lainnnya. Simak penjelasan dan tips mengatasinya bersama dr. Alvin Nursalim disini.

Klikdokter.com - Perut buncit merupakan pemandangan yang kita jumpai sehari-hari. Ada yang berpendapat hal itu wajar terjadi seiring bertambahnya usia, atau memaklumi karena gaya hidup sudah semakin ramah kepada kenikmatan hidangan makanan. Tak ayal, karena terlena pola makan kurang terkendali, ditambah lagi faktor badan luput dari rutinitas olahraga. Jangan heran, jika perut buncit muncul membesar.

Namun tahukah Anda, perut buncit ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung?

Lemak pada daerah perut ternyata lebih berbahaya jika dibandingkan dengan lemak yang berada dibawah kulit manusia atau lemak di daerah lain. Dalam dunia kedokteran, perut buncit juga dikenal dengan istilah obesitas sentral.

Mengapa lemak ini berbahaya? Mari kita terlusuri lebih lanjut.

1 dari 4 halaman

Apa itu Obesitas Sentral?

Obesitas sentral adalah sebuah keadaan dimana lemak berkumpul di sekitar perut dan berpotensi menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan manusia.

Pemeriksaan sederhana berupa pengukuran lingkar perut dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis  obesitas sentral. Pada sebuah penelitian di Belanda, lingkar perut >102 cm pada laki-laki dan >88cm pada perempuan, berhubungan dengan peningkatan risiko kegemukan dan berbagai komplikasi metabolik.

Untuk populasi pada daerah Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, batasan lingkar perut yang digunakan adalah >90 cm untuk laki-laki dan >80 cm untuk perempuan. Walaupun seseorang memiliki  tubuh yang kurus, obesitas sentral masih mungkin terjadi. Individu yang memiliki berat badan yang masih termasuk golongan ideal namun dengan peningkatan lingkar perut, tetap memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Apa bahaya yang bisa ditimbulkan dari obesitas sentral? Berikut penjelasannya:

2 dari 4 halaman

Apa Bahaya Obesitas Sentral?

Beberapa penyakit metabolik lain berhubungan dengan obesitas. Derajat obesitas berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian penyakit jantung koroner. Seorang dengan obesitas juga memiliki peningkatan risiko mengalami tekanan darah tinggi.

Selain itu, gangguan metabolisme lemak juga umum dijumpai pada individu dengan obesitas. Pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 atau toleransi glukosa terganggu umumnya juga memiliki faktor risiko lain seperti gangguan lemak, tekanan darah tinggi dan obesitas sentral. Kombinasi berbagai faktor risiko ini umumnya disebut dengan sindrom metabolik. Individu dengan sindrom metabolik memiliki peningkatan risiko sebesar 3,7 kali lebih besar untuk memiliki penyakit jantung koroner dibandingkan individu tanpa komponen sindrom metabolik.

Apa penanganan yang tepat untuk pasien dengan obesitas sentral? Berikut penjelasannya:

3 dari 4 halaman

Apa Penanganan yang Tepat untuk Pasien dengan Obesitas Sentral?

Bagi Anda yang memiliki perut yang buncit, maka mulailah melakukan sesuatu untuk memperkecil diameter perut Anda. Diantaranya seperti:

  • Perubahan pola hidup yang meliputi diet dan olahraga, merupakan langkah awal yang harus dilakukan. Pola makan yang disarankan adalah pola makan rendah lemak tersaturasi, kaya sayur dan buah.

  • Olahraga teratur seperti berlari atau berenang dapat dilakukan secara rutin.

  • Selain perubahan pola hidup, penanganan faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi, juga perlu dilakukan.

  • Jika perubahan pola hidup tidak memiliki efek yang bermakna, maka dapat dipertimbangkan terapi berupa obat-obatan. Terapi obat-obatan ini pun harus dengan pengawasan dokter, setelah sebelumnya mengadakan pemeriksaan terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar