Sukses

Minuman Energi Tingkatkan Stamina, Berbahaya?

Iklan di media massa, media TV, dan berbagai poster yang memperkenalkan produk minuman energi (energy drink) menjadi suatu santapan sehari-hari bagi masyarakat. Tapi bagi kesehatan, adakah dampaknya bagi tubuh? Simak disini paparannya bersama dr. Dayen Tri Rejeki Herdiana disini

Klikdokter.com - Iklan di media massa, media TV, dan berbagai poster yang memperkenalkan produk minuman energi (energy drink) menjadi suatu santapan sehari-hari bagi masyarakat. Tuntutan kerja yang tinggi dan persaingan yang ketat membuat setiap individu memacu dirinya bekerja lebih keras lagi.  Jaminan minuman energi membuat selalu bertenaga dan kuat beraktivitas sepanjang hari menggoda para pekerja untuk membeli dan menikmatinya. Belum lagi ditambah harga yang terjangkau, rasa yang enak, dan nikmat diminum ketika dingin, dahaga terpuaskan, stamina kembali segar sekejap, siapa yang tidak mau?

Minuman energi sendiri merupakan jenis minuman yang ditujukan untuk menambah energi seseorang yang meminumnya. Menurut Departemen Kesehatan RI, minuman energi digolongkan sebagai makanan atau minuman suplemen yang bisa berupa tablet, tablet effervescent, ataupun cair. Minuman energi ada yang berkarbonasi dan ada pula yang tidak. Pada umumnya minuman energi mengandung bahan-bahan alami dari hasil pertanian termasuk pula di dalamnya adalah herbal.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang minuman energi dan dampaknya pada kesehatan tubuh, ada baiknya kita menelusuri terlebih dahulu apa isi dan kandungan minuman energi itu. 

Berikut paparannya:

1 dari 4 halaman

Kandungan Minuman Berenergi

 

Energi yang dihasilkan umumnya bukan berasal dari kalori yang terkandung dalam minuman namun lebih berasal dari kandungan zat di dalamnya.

Komponen utama minuman energi adalah

  • kafein;
  • asam amino seperti taurin, inositol, L-karnitin;
  • herbal seperti ginseng; ganggang seperti spirulina ataupun chlorella;
  • royal jelly ataupun BeePollen;
  • Vitamin B kompleks;
  • mineral seperti kromium;
  • dan bahan tambahan pangan seperti pewarna, pemanis yang diizinkan menurut UU.

Asam amino dalam minuman berenergi bertujuan untuk membantu metabolisme tubuh. Hal ini dikarenakan tubuh menggunakan asam amino untuk membuat enzim dan protein lain.

Asam-asam amino dapat diperoleh dari protein dalam makanan atau dari hasil degradasi protein di dalam tubuh.  Sedangkan kandungan vitamin B1, B2, B3, B5, B6, biotin, dalam minuman energi berperan pada proses penyediaan energi.

Lalu adakah efek dari minuman berenergi? Berikut penjelasannya:

2 dari 4 halaman

Efek Minuman Berenergi:

 

Kafein telah dikategorikan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, sebagai asupan yang tergolong aman yang diformulasikan dalam minuman energi dengan syarat jumlah yang dikonsumsi maksimal 300 mg per hari atau setara dengan tiga cangkir kopi sehari. Kafein memiliki efek stimulan yang dapat membuat tubuh lebih segar.

Zat ini merangsang susunan saraf pusar sehingga seseorang dapat berpikir lebih jernih, lebih cepat reaksinya, tidak mudah mengantuk ataupun lelah serta dapat meningkatkan kecepatan metabolisme terutama metabolisme energi dalam tubuh.

Berbagai efek fisik dan psikis dapat dihasilkan dari minuman jenis ini. Dua buah penelitian melaporkan bahwa terdapat perbaikan baik secara mental dan kognitif serta kewaspadaan individu setelah megonsumsi minuman energI.

Minuman energi dapat membantu dalam menjaga kesehatan dan mengatasi kelelahan, mengembalikan dan meningkatkan stamina tubuh. Sekaligus, meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan bila mengandung stimulan dalam jumlah aman. Minuman ini juga  mengandung vitamin yang berperan pada proses penyediaan energi.

Namun pernahkan kita bertanya mengenai keamanan minuman tersebut? Adakah pengaruh dari zat yang terkandung di dalam minuman berenergi yang dapat berakibat buruk bagi badan kita?

3 dari 4 halaman

Berbahayakah Minuman Berenergi?

 

Mengonsumsi terlalu banyak minuman energI dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti euphoria (senang berlebihan), serta diikuti dengan agitasi (gelisah), kecemasan, dan sulit tidur.  Kombinasi antara kafein dan glukosa (gula) dalam minuman energi meningkatkan efek kerja sinergi guna menambah tenaga.

Sebuah riset yang dimuat dalam Journal General Dentistry, menyatakan, minuman energi juga memiliki dampak negatif. Minuman ini tidak hanya memiliki tingkat keasaman (pH) yang dapat merusak gigi. Namun, tingkat buffering atau kemampuan minuman dalam menetralisir asam juga dapat menimbulkan efek negatif pada gigi.

Gigi para penggemar minuman energi menjadi sangat rentan terhadap serangan asam yang terdapat dalam minuman. Alhasil, kualitas gigi mereka pun menjadi buruk dan dapat berujung pada tanggalnya gigi.

Kandungan yang paling sering di dalam minuman energi diantaranya adalah kafein. Terlalu banyak konsumsi kafein dapat menyebabkan efek susah tidur maupun peningkatan tekanan darah. Selain itu, kafein juga dapat membuat detak jantung lebih cepat dan meningkatkan diuresis (buang air kecil). Gingseng (herbal) sering ditambahkan dan dapat meningkatkan efek dari kafein.  

Minuman energi tidak mengandung elektrolit sehingga dapat berujung pada efek dehidrasi.  Kafein yang terkandung di dalamnya mengekskresikan air dari dalam tubuh untuk mengencerkan konsentrasi tinggi dari glukosa yang memasuki aliran pembuluh darah, yang mengakibatkan dehidrasi. Dehidrasi 1% dapat menyebabkan penurunan performa sebesar 10%. Di Amerika Serikat, minuman energi telah dikaitkan dengan kejadian mual, gangguan irama jantung, dan peningkatan kunjungan ke ruang gawat darurat.

‘Perhatian’ perlu ditekankan bahkan untuk individu dewasa muda yang kerap mengonsumsi minuman energi. Konsumsi minuman ini 1 botol per hari tidak akan menyebabkan asupan kafein berlebihan, namun konsumsi 2 botol atau lebih dapat berakibat buruk.

0 Komentar

Belum ada komentar