Sukses

Diet Tinggi Protein, Amankah?

Menurunkan berat badan hanya dengan makan steak, burger, keju dan sosis? Terdengar sangat menyenangkan bukan? Namun, berhati-hatilah jika Anda menjalani pola diet tinggi protein. Simak selengkapnya dari dr. Nadia Octavia disini.

Klikdokter.com - Menurunkan berat badan hanya dengan makan steak, burger, keju dan sosis? Terdengar sangat menyenangkan bukan? Namun, berhati-hatilah jika Anda menjalani pola diet tinggi protein. Karena sudah saatnya Anda perlu mengetahui hal-hal berikut ini:               

  • Berapa banyak protein yang dibutuhkan?

Kebanyakan orang mendapatkan 12-18% kalori mereka dari protein. Dengan diet tinggi protein, kalori yang didapatkan tentu akan jauh lebih banyak. Kebanyakan dari mereka yang menjalani diet tinggi protein memperoleh sumber protein dari protein hewani seperti daging, telur dan keju. 

  • Bagaimana kerja diet tinggi protein?

Ketika Anda tidak mengkonsumsi karbohidrat, Anda akan kehilangan berat badan lebih cepat karena Anda kehilangan air. Jadi, tanpa tambahan karbohidrat, tubuh akan membakar lemak lebih cepat untuk menjadi energi. Hal ini disebut juga dengan ketosis. Namun ketosis sendiri dapat menyebabkan nyeri kepala, gelisah, mual, gangguan ginjal dan berdebar-debar. 

Apakah diet tinggi protein aman? Berikut penjelasannya:

1 dari 2 halaman

Amankah Diet Tinggi Protein?

 

American Heart Association sendiri tidak merekomendasikan diet tinggi protein. Mengkonsumsi daging berlemak dan produk olahan susu dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda dan risiko serangan jantung.

Dengan tidak mengkonsumsi sayuran dan gandum, maka tubuh Anda akan kehilangan serat dan nutrisi penting. Tetapi, di sisi lain diet tinggi protein dapat membantu memerangi obesitas. Sehingga memangkas asupan lemak namun tidak terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat akan lebih aman dan sehat.

Jika Anda memutuskan untuk memulai diet tinggi protein atau pun sudah menjalaninya, ada baiknya memulainya dengan konsultasi sebelumnya ke dokter terlebih dahulu, karena selain diperlukan evaluasi tubuh, penentuan menu makanan tinggi protein yang lebih sesuai juga diperlukan. Karena dengan demikian hasil yang ditargetkan akan lebih mudah tercapai sekaligus lebih optimal.

0 Komentar

Belum ada komentar