Sukses

Gigi Depan Patah, Ini Solusinya!

Sebagian besar kasus gigi patah terjadi pada gigi depan atas. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?

Gigi patah adalah salah satu masalah kesehatan mulut yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang. Apalagi jika gigi yang patah adalah bagian depan atas sehingga akan mengurangi nilai estetik.

Namun, Anda tidak perlu panik, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi gigi depan patah. Untuk penanganannya sendiri sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti seberapa besar patahan yang terjadi, lokasi gigi yang patah, serta kondisi dan keadaan dari ruang pulpa gigi.

Penyebab utama dari gigi patah adalah karena adanya benturan. Umumnya perawatan yang diberikan bertujuan untuk mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit.

Selain itu, perawatan juga bertujuan untuk memperbaiki fungsi gigi, membenahi estetik, hingga mempertahankan keberadaan gigi dalam rongga mulut agar gigi tidak perlu sampai dicabut.

Artikel Lainnya: Gigi Patah, Berbahayakah Bila Dibiarkan?

Selain benturan, penyebab gigi retak juga disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang suhunya terlalu panas atau dingin, adanya gigi berlubang yang tidak ditambal, kebiasaan menggigit benda keras seperti mengunyah es batu, dan kebiasaan menggemeretakkan gigi terutama ketika tidur.

1 dari 2 halaman

Gigi Depan Patah, Bagaimana Solusinya?

Jika Anda mengalami gigi depan patah, segera temui dokter gigi agar dapat dilakukan penanganan yang tepat. Hal ini juga menghindari agar kerusakan tidak bertambah parah.

Dokter gigi akan melihat sejauh mana kerusakan dan memutuskan perawatan terbaik untuk menyelamatkan gigi Anda. 

Berikut adalah beberapa solusi gigi depan patah yang dapat Anda lakukan:

  1. Tambalan

Jika kerusakan gigi tergolong ringan dan hanya sebatas lapisan terluar (enamel) saja, maka perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian bahan tambal. Ini adalah prosedur sederhana yang umumnya hanya dikerjakan dalam satu kali kunjungan.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama pada Gigi Patah

  1. Pembuatan Mahkota Gigi

Pada kasus tertentu di mana gigi yang patah mengalami lebih banyak kerusakan, dokter gigi dapat menutupinya dengan sebuah mahkota gigi untuk menutupi seluruh bagian gigi.

Mahkota ini bersifat permanen yang dapat terbuat dari beberapa jenis bahan, salah satunya logam. Proses pembuatan mahkota gigi ini tidak sebentar, membutuhkan waktu hingga beberapa minggu. Sebelum pemasangan mahkota gigi, biasanya akan dilakukan perawatan saluran akar gigi terlebih dulu.

  1. Veneer Gigi

Salah satu perawatan lainnya yang bisa digunakan adalah veneer gigi. Dokter gigi juga bisa memperbaiki gigi yang patah dengan veneer

Perawatan ini dilakukan agar gigi tampak utuh kembali. Lapisan yang menutupi permukaan gigi ini dapat terbuat dari porselen yang sewarna dengan gigi atau bahan resin komposit.

  1. Perawatan Saluran Akar

Jika kerusakan yang dialami cukup besar hingga memperlihatkan kamar pulpa, di mana pada bagian ini berisi saraf-saraf dan pembuluh darah, maka perlu dilakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu. 

Artikel Lainnya: 4 Mitos tentang Veneer Gigi yang Harus Diluruskan

Dalam banyak kasus, pada akhirnya sisa gigi tersebut umumnya harus ditutup dengan mahkota untuk melindungi bagian gigi yang hanya tersisa sedikit. 

  1. Pencabutan

Terkadang, benturan yang dialami dapat meluas ke bagian akar atau terjadi kegagalan dalam perawatan saluran akar. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya infeksi, pencabutan gigi adalah langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.

Gigi depan patah merupakan salah satu masalah gigi yang umum. Terlepas dari seberapa buruk kondisi gigi tersebut dan penyebabnya, sebaiknya temui dokter gigi segera setelah gigi Anda patah. Hal ini berguna agar masalah gigi dapat segera diatasi dengan tepat dan mencegah risiko kerusakan lebih lanjut.  

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai gigi depan patah atau masalah gigi lainnya, silakan berkonsultasi dengan dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar