Sukses

Tips Mencegah Diare Akibat Makan Telur

Pernah dengar kasus mencret atau diare akibat makan telur? Atau Anda pernah mengalaminya sendiri? Simak penjelasan dan saran dari dr. Dina Kusumawardhani agar lebih aman memakan telur disini.

Klikdokter.com - Walaupun telur kaya akan manfaat dan baik untuk tubuh, telur juga dapat menimbulkan masalah jika tidak diolah dengan benar. Karena jika salah-salah pengolahan dan penyimpanan, telur yang ada malah bukannya memberikan manfaat kesehatan tetapi justru menimbulkan masalah kesehatan lebih berbahaya lagi.

Telur mentah dapat menyebabkan keracunan akibat bakteri Salmonella Enteriditis yang mengkontaminasi telur. Akibat dari infeksi bakteri ini, pemakan menimbulkan gejala diare yang membuat sengsara. Maka dari itu sangat penting untuk tahu cara memilih, menyimpan, dan mengolah telur dengan  benar.

Berikut ini adalah tips-tips mencegah infeksi salmonella yang bisa membantu:

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

1 dari 7 halaman

1. Pilih Telur yang Bagus

Untuk mendapatkan telur yang bagus perhatikan kondisi telur. Bagaimana mengetahui telur yang bagus dan telur yang buruk? Berikut dapat dijadikan panduan:

  • Pilihlah telur yang memiliki cangkang yang utuh (tidak retak),

  • Cermati dan hindari telur yang terlihat kotoran yang menempel, pastikan Anda hanya memilih telur yang bersih,

  • Telur yang bagus adalah tenggelam dan tidak terapung saat direndam di dalam air.

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

2 dari 7 halaman

2. Simpanlah Telur Pada Suhu Dingin

Jika Anda sudah membeli telur dan berpikir untuk menyimpannya dalam waktu yang lebih lama lagi, maka usahakan untuk ikuti panduan menyimpan telur dalam suhu berikut ini:

  • Simpanlah telur di dalam lemari pendingan pada suhu kurang dari 4°C.

  • Selain itu jangan pernah membiarkan telur berlama pada suhu ruangan karena dapat membuat bakteri Salmonella mudah berkembang biak.

  • Pastikan tempat penyimpanan yang ada bersih dan mendukung higienitas.

  • Hindari tempat penyimpanan yang berisiko menimbulkan benturan atau guncangan keras pada telur.

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

3 dari 7 halaman

3. Hindari Mengkonsumsi Telur Mentah

Sama halnya dengan daging atau makanan mentah lainnya, telur juga berisiko menimbulkan infeksi salmonella jika dikonsumsi dalam bentuk mentah. Gejala infeksi ini berupa:

·         Diare,

·         mual, dan

·         muntah.

Telur harus dimasak sampai benar-benar matang (baik bagian kuning maupun putih telur). Makanan dengan bahan dasar telur mentah harus dimasak dengan suhu minimal 71°C.

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

4 dari 7 halaman

4. Pilih Telur yang Dipasteurisasi

Jika ingin membuat resep masakan dengan bahan telur mentah (misalnya mayonnaise), pilihlah telur yang sudah dipasteurisasi. Apa bedanya telur yang sudah dipasteurisasi dan telur yang biasa?

Telur yang telah dipasteurisasi adalah telur sudah dipanaskan pada suhu tertentu secara cepat sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk membunuh bakteri salmonella, jika ada.

Untuk mendapatkan telur ini, Anda sudah dapat menemukannya di beberapa supermarket.

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

5 dari 7 halaman

5. Menyimpan Sisa Telur atau Sisa Bahan Makanan yang Mengandung Telur

Jika terdapat sisa telur atau bahan makanan yang mengandung telur, segera simpan di dalam lemari pendingin. Jangan simpan di bagian pintu lemari pendingin, namun simpan di bawah freezer.

Hal ini bertujuan untuk menjaga suhu lebih stabil di angka yang lebih dingin, namun tidak membekukan. Karena jika berada di pintu, lebih besar berisiko suhu lebih tidak stabil. Hal tersebut karena daun pintu kulkas kerap terpapar suhu ruangan ketika membuka-tutup pintu. Terlebih lagi jika pengguna kulkas kerap kali membuka daun pintu kulkas berlama-lama untuk keperluannya.

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

6 dari 7 halaman

6. Beli telur seperlunya

Untuk mencegah telur kadaluarsa, belilah telur seperlunya. Menyimpan telur terlalu lama dapat meningkatkan risiko infeksi salmonella.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DK)

Ditulis oleh:

dr. Dina Kusumawardhani

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com 

0 Komentar

Belum ada komentar