Sukses

Cadel pada Anak, Bisakah Dihilangkan?

Meskipun terdengar lucu, anak cadel sebaiknya tidak dibiarkan hingga terbawa dewasa. Bagaimana cara menghilangkan cadel pada anak?

Apakah Anda termasuk orang tua yang memiliki anak usia balita? Tumbuh kembang yang dialami si Kecil saat usia ini merupakan masa yang sangat penting. Karena pada usia balita, tumbuh kembang anak terjadi secara pesat.

Tumbuh kembang yang dialami si Kecil tidak hanya pertambahan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, kemampuan motorik ataupun kematangan emosi. Tetapi juga berkembangnya kemampuan bahasa. 

Kita sering kali menemui anak balita yang belum dapat mengucapkan kata-kata dengan tepat karena cadel. Jika cadel terjadi pada anak usia di bawah 3 tahun, ini masih dianggap wajar dan tidak memerlukan terapi bicara. 

Lalu, bagaimana cara menghilangkan cadel pada anak, terutama pada anak yang sudah lebih besar?

1 dari 2 halaman

Cara Menghilangkan Cadel pada Anak

Cadel bisa disebabkan oleh banyak faktor, namun cadel bisa diatasi, lho! Berikut ini cara menghilangkan cadel pada anak:

1. Orang tua Harus Berbicara Secara Jelas dengan Anak (Tak Boleh Ikut Cadel)

Sebaiknya orang tua tidak ikut-ikutan bicara cadel, misal karena menganggap anak  semakin lucu dengan kecadelannya. 

Peran orang tua sangat penting untuk perkembangan bahasa anak. Jadi, cara menyembuhkan cadel bisa dilakukan dengan memberikan contoh pengucapan yang benar kepada anak. 

Artikel Lainnya: Cara Bicara Anak Cadel, Apa Penyebabnya?

2. Jangan Lupa untuk Selalu Mengoreksi Jika Anak Melakukan Kesalahan

Jika si Kecil salah dalam pengucapan, jangan lupa untuk mengoreksinya sebelum Anda menjawab atau menuruti kemauannya. 

Dengan melakukan koreksi, secara tak langsung memberikan masukan bahwa kata yang diucapkan salah dan si Kecil harus benar.

3. Melatih Kekuatan Otot Lidah

Kekuatan otot lidah anak bisa dilakukan dengan cara meminta si Kecil untuk minum air putih atau susu dengan menggunakan sedotan. Cara ini membantu anak Anda belajar mengisap menggunakan mulut dan lidahnya, dengan demikian kekuatan motorik di mulutnya pun terlatih.

Selain minum dengan sedotan, kekuatan motorik mulut bisa dilatih dengan cara meniup. Anda bisa mengajak si Kecil meniup balon, gelembung air sabun maupun terompet untuk latihan ini. 

4. Latih Posisi Lidah

Cara mengatasi cadel selanjutnya adalah dengan melatih posisi lidah. Sering kali anak kesulitan mengucapkan huruf R, oleh sebab itu sebagai orang tua, Anda harus aktif memeragakan pengucapannya dan meminta si Kecil untuk mengulanginya.

Caranya mudah, angkat bibir atas dengan menempatkan lidah ke langit-langit mulut, lalu getarkan lidah. 

Anda bisa membantu melatih anak dengan mengucap beberapa kata misalnya “ratu”, “rapi”, “pagar”, “ribut”, menyanyikan lagu, atau bahkan meniru suara-suara hewan atau benda, misalnya suara sepeda “bremm, bremm”, suara balon pecah “dorrr”, dan sebagainya. 

Latihan ini bisa juga dilakukan di depan kaca sekaligus melihat posisi lidah sudah benar atau belum.

Artikel Lainnya: Stimulasi Bicara pada Anak

5. Batasi Penggunaan Dot atau Empeng

Dot dan empeng bisa menyebabkan cadel, lho! Tanpa disadari penggunaan dot atau empeng justru mendorong lidah ke depan dan tak melatih kekuatan motorik mulut. 

Oleh karena itu, sebaiknya batasi penggunaannya dalam sehari-hari. Jika perlu, cukup digunakan hanya malam hari saja saat si Kecil akan tidur atau tidak digunakan sama sekali. 

6. Berkonsultasi ke Dokter

Apabila cara-cara di atas tidak memberikan hasil yang positif, sebaiknya konsultasikan kondisi si Kecil ke dokter agar mendapatkan terapi cadel yang sesuai. 

Dokter akan memeriksa keseluruhan dan mungkin akan menyarankan terapi bicara untuk si Kecil, agar bisa melafalkan huruf dengan jelas. Jika memang ada kelainan di lidah, seperti tongue tie, mungkin akan dilakukan operasi pemotongan tongue tie

Meskipun cadel tampak sepele, namun ternyata harus diperhatikan dengan serius oleh para orang tua. Karena berlanjutnya cadel hingga usia sekolah dapat memengaruhi aspek psikologis anak, misalnya anak bisa saja merasa minder karena kecadelannya. 

Jadi, sebelum terlambat, lebih baik menghindari penggunaan dot atau empeng dan melatih si Kecil melakukan pelafalan dengan jelas. 

Jangan lengah untuk memperhatikan selalu pertumbuhan dan perkembangan si Kecil ya! 

Jika ada pertanyaan seputar cara menghilangkan cadel, jangan lupa tanyakan lebih lanjut dengan dokter lewat LiveChat!

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar