Sukses

Fakta dan Mitos Sulit BAB

Benar gak sih, kita harus BAB setiap hari? Ternyata jawabannya tidak, nah simak disini paparan lengkapnya bersama dr. Puti Naindra Alevia.

Klikdokter.com – Sulit BAB (buang air besar) atau dalam medis dikenal dengan istilah konstipasi, dapat terjadi pada bayi, anak, maupun orang dewasa. Beratnya konstipasi itu sendiri bervariasi pada setiap orang.

Sebagian besar orang mengalami konstipasi untuk waktu yang singkat saja (akut). Namun, pada beberapa orang, konstipasi dapat terjadi secara kronik atau berlangsung lama sehingga menyebabkan rasa nyeri, tidak nyaman, dan mempengaruhi kualitas kehidupan penderitanya.

Beberapa komplikasi yang dapat timbul dengan konstipasi kronik adalah wasir atau hemoroid, impaksi tinja (tinja mengeras dan terkumpul dalam rektum), inkontinensia usus (keluarnya tinja cair tanpa disadari). (Baca: 7 Solusi Sulit Buang Besar)

Simaklah delapan mitos dan fakta mengenai konstipasi di bawah ini:

1. Anda harus buang air besar (BAB) setiap hari: INI MITOS

Frekuensi defeksasi yang normal bervariasi untuk tiap orang. Ada yang BAB 3x dalam sehari, ada juga yang baru BAB setiap 2 hari. Konstipasi berarti BAB kurang dari 3x dalam seminggu.

2. Konstipasi menyebabkan diserap kembalinya substansi beracun dalam tinja: INI MITOS

Tidak ada yang dapat membuktukan bahwa tinja memproduksi toksin atau bahwa laksatif maupun pembersihan usus besar dapat mencegah kanker atau penyakit lain.

3. Menahan buang air besar tidak berbahaya: INI MITOS

Menahan BAB dapat memperberat konstipasi dengan melemahkan sinyal untuk BAB setelah beberapa waktu.

4. Kopi dapat membantu mengatasi konstipasi: INI MITOS

Kafein dalam kopi memang dapat menstimulasi otot dalam sistem pencernaan untuk berkontraksi sehingga menyebabkan pergerakan usus. Namun, kopi juga dapat menyebabkan tinja lebih sulit dikeluarkan karena juga bersifat diuretic yaitu menarik air keluar dari tinja. Selain tinja, hindari juga alkohol dan minuman berkafein seperti teh dan kola bila Anda mengalami konstipasi.

 

5. Produk susu dapat menyebabkan konstipasi: INI ADALAH FAKTA

Jika Anda tidak dapat mentoleransi laktosa, mengkonsumsi produk susu dapat menyebabkan konstipasi.

 

6. Berlibur dapat menyebabkan konstipasi: INI FAKTA

Melakukan perjalanan liburan dapat mengubah rutitinas dan diet Anda sehingga berkontribusi terhadap timbulnya konstipasi. Cukupi minum dan perbanyak gerak Anda. 

7. Mood dapat mempengaruhi konstipasi: INI FAKTA

Depresi dapat mencetuskan konstipasi atau membuatnya semakin berat. Mengurangi stres melalui meditasi, yoga, dan teknik relaksasi dapat membantu. Pijatlah perut Anda untuk membantu meregangkan otot yang menahan usus sehingga dapat membantu pergerakan usus.

 

8. Olahraga membantu buang air besar teratur: INI FAKTA

Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga dapat berkontribusi terhadap konstipasi. Tunggu lah sekitar 1 jam setelah makan besar sebelum Anda mulai berolahraga untuk memberikan waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan.

Tentunya Anda juga harus makan makanan yang kaya serat seperti buah dan sayuran serta meningkatkan konsumsi air untuk membantu mengatasi konstipasi. Bila konstipasi berlangsung lebih dari 2 minggu, periksakanlah diri Anda ke dokter.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](PNA)

 
Baca juga:
 
Ditulis oleh:
dr.Puti Naindra Alevia
Anggota Redaksi Medis
Klikdokter.com

0 Komentar

Belum ada komentar