Sukses

Fakta dan Mitos Cara Makan yang Salah

Ada banyak mitos dan informasi keliru tentang cara makan. Apa sajakah itu? Mari ketahui fakta di balik mitos cara makan berikut ini!

Makan buah yang benar itu sesudah makan apa sebelum makan besar, sih? Lalu, apa benar minum segelas wine sehari bisa bikin badan jadi sehat? Apa makan yang manis-manis bisa langsung terkena diabetes? 

Ternyata banyak yang belum tahu fakta sebenarnya seputar pertanyaan-pertanyaan di atas. Contohnya, masih banyak pemahaman yang keliru seputar bagaimana wine dapat memberikan manfaat kesehatan kepada tubuh manusia. 

Dengan dalih kesehatan, tidak sedikit orang yang terbiasa minum wine 2 gelas dalam sepekan. Padahal, faktanya tidak demikian.

Ingin tahu fakta sebenarnya di balik berbagai mitos cara makan yang salah dan sudah telanjur diyakini khalayak? Simak penjelasannya berikut ini.

1 dari 4 halaman

1. Buah Sebaiknya Dimakan Sebelum Makan, Bukan Sesudahnya

Mitos yang berkembang di masyarakat adalah buah dianjurkan dimakan ketika perut kosong. Sebab, jika dikonsumsi dengan makanan lain, buah diyakini dapat menyebabkan fermentasi dan membusuk di lambung.

Mitos tersebut tidak sepenuhnya benar. Buah-buahan dapat dikonsumsi kapan saja, termasuk berbarengan dengan makanan lain. Tubuh memproduksi enzim pencernaan yang dapat mencerna karbohidrat, protein dan lemak. 

Lambung sendiri terdiri dari asam hidroklorida kadar tinggi. Kandungan itu mrmbuat kebanyakan bakteri langsung mati sebelum menjadi fermentasi.  

Kendati begitu, Anda tetap harus tahu cara makan yang benar. Anda dianjurkan untuk mengonsumsi buah dalam rentang waktu 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan agar proses pencernaannya maksimal. 

2. Sering Makan Makanan Manis Bisa Sebabkan Diabetes

Mitos cara makan ini tidak sepenuhnya benar. Jika mengonsumsi makanan manis atau tinggi gula, Anda tidak serta merta langsung terkena diabetes. Asalkan dikonsumsi dalam batas yang wajar, makanan manis tidak akan menyebabkan diabetes. 

Namun, memang benar jika mengonsumsi makanan manis dalam jumlah berlebih, kebiasaan ini dapat berujung kepada obesitas yang merupakan faktor risiko utama dari diabetes.

Artikel Lainnya: Bagaimana Cara Mengunyah Makanan dengan Baik?

2 dari 4 halaman

3. Lemak dalam Ikan Pasti Lemak Baik

Faktanya, hanya sekitar 30 persen lemak di dalam tubuh ikan yang merupakan ‘lemak baik’ (kolesterol HDL). Hal ini sebetulnya juga bergantung dari jenis dan tipe ikannya.  

Sisanya, lemak di dalam ikan merupakan ‘lemak jahat’ (Kolesterol LDL) yang dapat meningkatkan kolesterol dan asupan kalori berlebih.

4. Segelas Wine Sehari Baik untuk Kesehatan

Hal ini tidak sepenuhnya benar.  Alkohol yang dikonsumsi setiap hari juga dapat merusak hati. Namun wine, terutama red wine, mengandung antioksidan polifenol yang dapat membantu mencegah aterosklerosis atau penyumbatan jantung.

Jika Anda bukanlah seorang peminum alkohol, polifenol juga dapat ditemui pada dark chocolate, teh, buah delima dan buah bluberi. 

Artikel Lainnya: 8 Cara Makan Buah yang Salah dan Bikin Gagal Kurus!

3 dari 4 halaman

5. Makan Setelah Jam 7 Malam Bikin Gemuk

Meski membatasi jam makan malam baik untuk kesehatan, namun fakta yang berhubungan dengan kenaikan berat badan bukanlah tentang waktu kapan Anda makan

Kenaikan berat badan akan bergantung kepada seberapa banyak porsi dan menu makanan yang Anda konsumsi.

Untuk membantu mengendalikan berat badan ideal, bagi asupan kalori Anda secara merata sepanjang hari, mulai dari pagi hingga malam. Dengan begitu, Anda dapat menghindari perasaan terlalu lapar atau bahkan terlalu kenyang yang dapat mengganggu pola makan secara keseluruhan.

Kini, Anda telah mengetahui fakta di balik beberapa mitos cara makan yang salah. Untuk tahu fakta dan informasi cara makan yang benar lainnya, Anda bisa membaca artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter. Ingin konsultasi langsung dengan dokter? Gunakan fitur Live Chat 24 Jam.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar