Sukses

Penyebab Nyeri Ulu Hati atau GERD yang Harus Diwaspadai

Nyeri ulu hati dapat mengganggu aktivitas Anda. Apa penyebab nyeri ulu hati? Apakah berbahaya? Simak berbagai penyebab sakit di ulu hati berikut ini.

Apakah Anda sering merasakan nyeri di bagian ulu hati? Nyeri yang dirasakan seperti rasa panas terbakar yang timbul di bagian perut tengah serta dapat menyebar ke leher?

Nyeri tersebut bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, salah satunya adalah penyakit GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dapat menyebabkan gejala nyeri ulu hati yang menjalar ke atas, adanya rasa asam di ujung lidah, dan sensasi sesak napas.

Dalam jangka panjang, GERD dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker esofagus.

Namun jangan khawatir, berikut ini ada beberapa penyebab nyeri ulu hati yang perlu Anda hindari. Apa saja pemicu kondisi GERD?

1 dari 4 halaman

1. Terlalu Banyak Makan

Selain jenis makanan, coba pikirkan jumlah atau porsi makan yang Anda konsumsi. Konsumsi makanan yang terlalu banyak dapat memicu timbulnya nyeri ulu hati dan keluhan GERD. Maka itu, cobalah makan dengan porsi yang lebih kecil. 

2. Kegemukan

Orang dengan keluhan GERD juga disarankan untuk mencapai berat badan ideal. Jika Anda termasuk obesitas, makan turunkanlah berat badan secara bertahap dan dengan cara yang sehat. Menurunkan berat badan juga dapat menurunkan risiko terjadinya sakit jantung, lho!

Artikel Lainnya: Nyeri Ulu Hati, Apa Penyebabnya karena Asam Lambung Naik?

3. Makan Terburu-buru

Apakah Anda sering makan cepat-cepat? Mengonsumsi makanan dengan tergesa-gesa dapat memicu terjadinya nyeri ulu hati. Peregangan lambung yang terlalu cepat dengan masuknya makanan dalam jumlah banyak dapat meningkatkan keluhan GERD.

Cobalah untuk makan dan mengunyah secara perlahan. Tidak ada salahnya untuk menikmati sebuah hidangan sebagai sesuatu hal yang dapat Anda syukuri.

2 dari 4 halaman

4. Makanan Berlemak

Makanan tinggi lemak dapat diolah lebih lama oleh lambung. Semakin lama makanan berada dalam lambung, semakin lama pula ketidaknyamanan dirasakan oleh perut Anda. 

Apabila Anda mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti ayam goreng atau kentang goreng, hal ini dapat memicu timbulnya keluhan begah dan mual.

5. Makanan Asam 

Jika Anda sedang mengalami keluhan nyeri ulu hati, maka hindarilah makan makanan yang rasanya asam. Makanan asam dapat meningkatkan keluhan terkait asam lambung. Beberapa jenis makanan yang lebih baik Anda hindari adalah buah jeruk, lemon, dan cuka.

Artikel Lainnya: Paracetamol untuk Nyeri Ulu Hati, Efektif atau Tidak?

6. Minuman Berkafein

Jika Anda mengalami keluhan terkait asam lambung, sebaiknya Anda menghindari minuman dengan kandungan kafein seperti kopi dan teh. Asupan kafein dapat melemahkan sfingter esofagus yang meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke esofagus.

3 dari 4 halaman

7. Minuman bersoda

Apakah Anda pecinta minuman bersoda (soft drink)? Jika iya, bisa jadi kebiasaan minum minuman bersoda adalah salah satu penyebab keluhan asam lambung. Kandungan soda dapat menyebabkan perut terasa begah dan kembung dan memperberat keluhan asam lambung Anda. 

8. Cokelat

Sekalipun cokelat hadir dengan banyak manfaat kesehatan, namun Anda harus mewaspadai kandungan kafein yang terkandung di dalamnya. Pasalnya, kafein di dalam cokelat juga dapat memicu nyeri ulu hati. 

Bagi Anda penggemar cokelat, cobalah mengonsumsi coklat dalam porsi sedikit atau jangan terlalu banyak. 

9. Makanan Pedas

Hindari makan makanan pedas bagi Anda yang memiliki riwayat asam lambung. Pasalnya, makanan pedas dapat memicu GERD dan gejala nyeri ulu hati. Makanan yang terbuat dari lada dan terasa pedas berisiko meningkatkan nyeri di ulu hati.

Demikian beberapa makanan yang dapat mencetuskan keluhan terkait GERD dan asam lambung. Jika ingin terhindar dari keluhan GERD, sebaiknya Anda berpola hidup sehat, hindari makanan pencetus keluhan GERD, dan capailah berat badan ideal. 

Dengan melakukan berbagai hal tersebut, maka niscaya keluhan GERD Anda dapat berkurang. Cari tahu informasi atau tips kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

1 Komentar