Sukses

Emboli Paru, Penyebab Kematian Mendadak

Bicara soal penyakit paru akut, mungkin Anda pernah mendengar penyebab kematian mendadak akibat kondisi emboli paru. Simak selengkapnya mengenai emboli paru dengan dr. Alvin Nursalim disini.

Klikdokter.com – Kematian memang merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dihindari dan dapat terjadi pada usia berapa pun. Terdapat jutaan manusia meninggal setiap tahunnya karena berbagai penyebab. Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan 55 juta orang meninggal di dunia pada tahun 2011. Sekitar dua per tiganya disebabkan oleh penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskularkankerdiabetes, dan penyakit paru kronik maupun akut.

Bicara soal penyakit paru akut, mungkin Anda pernah mendengar penyebab kematian mendadak akibat kondisi emboli paru. Sudah terdapat  kasus kematian akibat emboli paru yang sudah terdokumentasi. Emboli paru dapat menyebabkan kematian mendadak, karena itu pengetahuan tentang emboli paru diperlukan.

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

1 dari 5 halaman

Waspada Kematian Mendadak Akibat Emboli Paru

Klikdokter.com – Kematian memang merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dihindari dan dapat terjadi pada usia berapa pun. Terdapat jutaan manusia meninggal setiap tahunnya karena berbagai penyebab. Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan 55 juta orang meninggal di dunia pada tahun 2011. Sekitar dua per tiganya disebabkan oleh penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskularkankerdiabetesdan penyakit paru kronikmaupun akut.

Bicara soal penyakit paru akut, mungkin Anda pernah mendengar penyebab kematian mendadak akibat kondisi emboli paru. Sudah terdapat  kasus kematian akibat emboli paru yang sudah terdokumentasi. Emboli paru dapat menyebabkan kematian mendadak, karena itu pengetahuan tentang emboli paru diperlukan.

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

2 dari 5 halaman

Apa Itu Emboli Paru?

Emboli paru adalah sebuah keadaan dimana terdapat substansi tidak larut yang masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan gangguan pada organ tubuh.

Materi tidak larut yang dapat menyebabkan sumbatan meliputi bekuan darah, udara, dan cairan amnion.

Gumpalan darah yang terbentuk disebabkan karena darah mengalir lebih lambat. Hal ini terjadi pada mereka yang diam untuk durasi yang lama.

Kejadian emboli paru dapat terjadi pada orang yang tidak banyak bergerak (tirah baring lama, perjalanan lama), kelainan pembuluh darah balik, patah tulang atau prosedur.

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

3 dari 5 halaman

Gejala Emboli Paru

 

Substansi yang tidak larut  dapat menyumbat laju peredaran darah di pembuluh darah.

Kondisi tersebut menyebabkan organ tubuh kekurangan oksigen, sehingga akhirnya dapat terjadi kerusakan jaringan.

Dengan demikian, umumnya gejala yang muncul pada pasien yang mengalami emboli adalah:

·         sesak nafas dan kesulitan bernapas.

·         denyut jantung lebih cepat, rasa berdebar. 

·         penurunan tekanan darah

Jika kondisi ini dibiarkan menahun, dikhawatirkan dapat menyebabkan kematian.

Terlihat di gambar di sebelah kanan adalah bagaimana proses emboli terjadi di pembuluh darah.

Dalam kasus emboli paru, substansi yang paling sering mencetus kejadian emboli adalah pembekuan darah. Namun pada kasus emboli pembuluh darah, substansi yang paling sering kejadian adalah udara yang masuk dan biasanya karena proses injeksi yang salah semisal karena penggunaan narkoba suntik. 

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

4 dari 5 halaman

Penanganan Emboli Paru

Jika benar seorang mengalami emboli paru, maka dibutuhkan penanganan intensif di rumah sakit. Penanganan emboli paru meliputi pemberian oksigen dan pemberian obat untuk mengurangi rasa nyeri. Selain itu, juga diberikan terapi pengencer darah untuk menghancurkan bekuan darah dan mengembalikan peredaran darah agar dapat menjadi lancar.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman utama website kami. Salam hidup sehat![](AN)

Baca juga:

 
Ditulis oleh
dr. Alvin Nursalim
Anggota Dewan Redaksi Medis
Klikdokter.com 

0 Komentar

Belum ada komentar