Sukses

5 Kelainan Kelamin Pada Anak yang Sering Terjadi

Alat kelamin kadang menjadi salah satu organ tubuh yang sering luput dari perhatian, sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari anaknya mengalami kelainan bawaan pada alat kelaminnya. Simak penjelasannya disini bersama dr. Dina Kusumawardani.

Klikdokter.com – Alat kelamin kadang menjadi salah satu organ tubuh yang sering luput dari perhatian, sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari anaknya mengalami kelainan bawaan pada alat kelaminnya.

Kelainan bentuk atau deformitas pada bayi sering membuat orangtua khawatir karena takut akan menyebabkan gangguan fungsi seksual di kemudian hari. Padahal banyak dari kelainan tersebut dapat dikoreksi. 

Untuk itu, ada baiknya Anda menambah pengetahuan seputar kelainan kelamin pada anak yang umum ditemui.

Beberapa kelainan alat kelamin yang sering ditemukan, diantaranya:

Klik 'next' untuk selanjutnya.

1 dari 7 halaman

5 Kelainan Kelamin Anak yang Sering Terjadi

Klikdokter.com – Alat kelamin kadang menjadi salah satu organ tubuh yang sering luput dari perhatian, sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari anaknya mengalami kelainan bawaan pada alat kelaminnya.

Kelainan bentuk atau deformitas pada bayi sering membuat orangtua khawatir karena takut akan menyebabkan gangguan fungsi seksual di kemudian hari. Padahal banyak dari kelainan tersebut dapat dikoreksi. 

Untuk itu, ada baiknya Anda menambah pengetahuan seputar kelainan kelamin pada anak yang umum ditemui.

Beberapa kelainan alat kelamin yang sering ditemukan, diantaranya:

Klik 'next' untuk selanjutnya.

2 dari 7 halaman

Kelainan #1: Penis Kecil

Penis yang berukuran kecil biasanya disebabkan oleh faktor hormonal (mikropenis). Namun penis juga bisa tampak lebih kecil pada anak yang gemuk karena penisnya terbenam (buried penis). Mikropenis dapat ditangani dengan pemberian terapi hormonal. 

Besar kecil ukuran penis dipengaruhi oleh :

  1. Gangguan hormon pertumbuhan. Jika kadar kedua hormon ini rendah maka akan mengganggu pertumbuhan alat kelamin bagian luar termasuk penis.
  2. Gangguan genetik. Jadi ada gen tertentu yang ikut menentukan besar kecilnya ukuran penis.
  3. Pengaruh lingkungan dalam hal ini nutrisi. Contoh : hal ini terjadi jika laki-laki pada masa anak-anak mereka banyak makan ayam yang disuntik hormon wanita untuk menggemukannya. Obesitas juga akan mengganggu metabolisme hormon testosteron, sebab jika terlalu gemuk hormon testosteron yang membantu pertumbuhan genetalia akan di aromatisasi (diubah) menjadi hormon estrogen. Jika anak anda gemuk maka coba arahkan untuk olahraga.

Klik 'next' untuk selanjutnya.

3 dari 7 halaman

Kelainan #2: Lubang kencing tidak berada di ujung penis dan penis bengkok

Kelainan ini disebut hipospadia, dimana lubang uretra tidak berada pada tempatnya, biasanya berada di bawah penis. Hipospadia juga sering disertai penis bengkok. Jika tidak diatasi, keluhan ini dapat menyebabkan anak kesulitan melakukan penetrasi saat ia dewasa. Operasi adalah terapi definitif untuk hipospadia.

Penis yang bengkok tentu menimbulkan kekhawatiran pada kaum pria. Normalnya, penis memang sedikit bengkok. Namun, ada keadaan yang membuat penis bengkok dengan derajat bervariasi baik ke atas-bawah, maupun kiri-kanan. Keadaan ini disebut dengan Peyronie’s Disease.

Peyronie's Diesase merupakan  keadaan terbentuknya lapisan jaringan  fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi.

Klik 'next' untuk selanjutnya. 

4 dari 7 halaman

Kelainan #3.:Buah Zakar Tidak Berada di Kantung Kemaluan

 

Perhatikan apakah ada 2 testis pada kantung kemaluan / skrotum anak. Testis seharusnya berada di skrotum pada saat lahir. Namun, sebagian kecil baru turun pada tahun pertama pasca lahir. Kelainan ini disebut sebagaiundecensus testis atau kriptokhismus.

Testis yang tidak turun dapat menyebabkan gangguan Kesuburan dan meningkatkan risiko kanker testis. Terapinya adalah dengan terapi hormonal (usia 3 bulan) atau operasi jika gagal dengan terapi hormonal (testis belum turun pada usia 6 bulan).

Klik 'next' untuk selanjutnya. 

5 dari 7 halaman

Kelainan #4: Jenis Kelamin Tidak Jelas atau Ambiguous Gentalia

 

Pada kondisi ini, gambaran kelamin anak tidak jelas mengarah ke laki-laki atau perempuan. Untuk menentukan secara pasti jenis kelamin anak, diperlukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan kromosom, hormon, ultrasonografi atau genitografi. 

Klik 'next' untuk selanjutnya. 

6 dari 7 halaman

Kelainan #5: Kulit Penis Mengembang Seperti Balon

Kelainan ini bisa disebabkan oleh fimosis, dimana kulit penis menutup iujung saluran kencing sehingga air kencing terhambat dan kulit mengembang seperti balon. Fimosis dapat menyebabkan infeksi, untuk mengatasinya dapat dilakukan sirkumsisi (sunat).

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DK)

Baca juga:

Pendidikan Seksual Pada Anak, Apa Saja & Seberapa Penting, Sih?

Sikap Orangtua Terhadap Pelecehan Seksual Pada Anak

 

Ditulis oleh:

dr. Dina Kusumawardhani

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com 

0 Komentar

Belum ada komentar