Sukses

Apa Bedanya Fobia dengan Takut?

Pernahkah Anda merasa ketakutan atau kondisi tertentu terhadap sesuatu? Simak pembahasannya disini bersama dr. Dina Kusumawardhani disini.

Klikdokter.com – Pernahkah Anda merasa ketakutan atau kondisi tertentu terhadap sesuatu? Takut merupakan respons normal terhadap sesuatu yang berpotensi menimbulkan bahaya. Namun, memiliki rasa takut terhadap sesuatu bukan berarti memiliki fobia.

Apa itu fobia?

Fobia merupakan salah satu jenis gangguan anxietas (cemas). Fobia merupakan perasaaan takut yang berlebihan dan tidak beralasan / irasional terhadap sesuatu atau kondisi tertentu yang memicu rasa cemas dan usaha untuk menghindari. Bedanya dengan rasa takut, fobia biasanya muncul sekali pun sumber ketakutan tidak berada di hadapannya dan dapat menetap sampai bertahun-tahun. Fobia biasanya muncul saat usia anak-anak atau remaja dan berlanjut sampai usia dewasa.

Klik ‘next’ untuk tahu apa gejala-gejala fobia.

1 dari 4 halaman

Apa Bedanya Fobia dengan Takut?

Klikdokter.com – Pernahkah Anda merasa ketakutan atau kondisi tertentu terhadap sesuatu? Takut merupakan respons normal terhadap sesuatu yang berpotensi menimbulkan bahaya. Namun, memiliki rasa takut terhadap sesuatu bukan berarti memiliki fobia.

Apa itu fobia?

Fobia merupakan salah satu jenis gangguan anxietas (cemas). Fobia merupakan perasaaan takut yang berlebihan dan tidak beralasan / irasional terhadap sesuatu atau kondisi tertentu yang memicu rasa cemas dan usaha untuk menghindari. Bedanya dengan rasa takut, fobia biasanya muncul sekali pun sumber ketakutan tidak berada di hadapannya dan dapat menetap sampai bertahun-tahun. Fobia biasanya muncul saat usia anak-anak atau remaja dan berlanjut sampai usia dewasa.

Klik ‘next’ untuk tahu apa gejala-gejala fobia.

2 dari 4 halaman

Apa Bedanya Fobia dengan Takut?

Apa saja gejalanya?

·         Perasaan cemas, takut, atau panik yang tidak terkontrol saat terpapar dengan sumber ketakutan

·         Melakukan berbagai cara untuk dapat menghindari sumber ketakutan

·      Reaksi fisikal dan psikologikal, berupa berkeringat, denyut jantung meningkat / berdebar-debar, sesak napas, mual, badan bergetar, dan perasaan panic atau cemas yang menetap.

·         Pada fobia berat, dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari

Jenis-jenis fobia

1.       Fobia spesifik

Fobia spesifik merupakan rasa takut berlebihan terhadap benda, binatang, situasi, atau aktivitas tertentu. Contohnya fobia ketinggian (acrophobia), fobia kucing (ailurophobia), fobia laba-laba (arachnophobia), fobia menyebrang jalan (dromophobia), fobia petir (tyranophobia), fobia naik pesawat (aerophobia), fobia ruangan tertutup (claustrophobia), fobia melihat darah (hemophobia) dan sebagainya.

2.       Fobia sosial

Disebut juga sebagai social anxiety disorder, perasaan takut berada di sekitar orang banyak. Fobia sosial paling umum adalah rasa takut berbicara di depan orang banyak. Bahkan ada juga yang sampai menghindari interaksi interpersonal. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk pergi ke sekolah, bekerja, ataupun bersosialisasi.

3.       Agoraphobia

Merupakan perasaan takut berlebihan berada di ruang terbuka. Seseorang dengan agoraphobia akan merasa takut berada sendirian di tempat atau situasi yang sulit untuk melarikan diri jika terjadi Serangan panik. Gejalanya berupa takut sendirian, berada di tempat yang ramai, atau bepergian dengan transportasi umum.

Klik ‘next’ untuk tahu apa gejala-gejala fobia.

3 dari 4 halaman

Apa Bedanya Fobia dengan Takut?

Mengatasi fobia

Tidak semua fobia membutuhkan terapi. Namun jika fobia sampai mempengaruhi aktivitas sehari-sehari, ada beberapa terapi yang dapat membantu Anda menghadapi rasa takut tersebut. Beberapa fobia dapat diterapi dengan diberikan paparan secara bertahap terhadap sumber ketakutan untuk menimbulkan desentisisasi. Penanganan fobia membutuhkan kesabaran dan waktu yang cukup lama, meliputi konseling, psikoterapi, dan cognitive behavioural therapy (CBT). Obat-obat biasanya diberikan pada fobia berat yang menimbulkan gangguan cemas.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DK)

 

 

Ditulis oleh:

dr. Dina Kusumawardhani

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com

 

0 Komentar

Belum ada komentar