Sukses

Pemeriksaan Dini Kanker Serviks Lainnya

Tina (karyawati, 35 tahun) termangu menghadapi kenyataan dirinya menderita kanker serviks. Kata-kata dokter kandungan terngiang-ngiang di telinganya bahwa ia menderita kanker serviks stadium 2. Bulan lalu ia mendapati adanya bercak darah di celana dalamnya. Padahal seingatnya haid berikutnya harusnya masih 1 minggu lagi. Hal ini sudah kali kedua terjadi, dan selalu pasca berhubungan badan dengan suami malam sebelumnya

Oleh: dr. Virgi Saputra

KLIKDOKTER.com - Kanker serviks. Inilah dua pemeriksaan pelengkap lainnya yang mendukung pemeriksaan pendeteksi kanker leher serviks. Antara lain:

Visualisasi dengan asam asetat (IVA)
Walaupun pemeriksaan IVA belum masuk dalam panduan dunia kedokteran internasional, pemeriksaan ini dapat menjadi alternatif pemeriksaan pap smear di negara-negara berkembang dimana akses terhadap fasilitas kesehatan laboratorium yang memiliki ahli patologi anatomi masih terbatas. Berbeda dengan pap smear yang membutuhkan keahlian dokter spesialis patologi anatomi, kelainan pada tes IVA dapat terlihat dengan mata telanjang oleh tenaga kesehatan yang terlatih. (Baca: Kanker Serviks)

Sama seperti pap smear, dokter perlu memasukkan spekulum untuk melebarkan liang vagina dan mendapatkan serviks. IVA dilakukan dengan mencucukkan asam asetat yang telah diencerkan (5%) ke serviks, dan tunggu 30 - 60 detik untuk penilaian. Apabila terdeteksi warna putih maka wanita tersebut dapat beresiko kanker serviks dan membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lanjutan. Keuntungannya asam asetat sangat murah dan mudah didapat, dan pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan yang telah dilatih. (Baca: Kanker Serviks)

Tes ini cocok dilakukan di daerah yang tidak mempunyai dokter ahli patologi anatomi dan mikroskop, dimana akses ke fasilitas kesehatan sulit sehingga apabila hasil IVA negatif wanita tidak perlu kembali ke dokter. (Baca: Kanker Serviks)

Beberapa sumber menunjukkan sensitivitas IVA menyamai pap smear bahkan beberapa sumber menunjukkan angka sensitivitas yang lebih tinggi. Walaupun begitu tes ini juga mempunyai keterbatasan yaitu spesifisitasnya lebih rendah daripada pap smear yaitu sekitar 82%, artinya apabila positif belum tentu kelainan akibat perubahan ke arah ganas, bisa jadi hanya akibat radang sehingga dapat menyebabkan over-treatment apabila hanya mengacu pada hasil IVA. (Baca: Kanker Serviks)

Kolposkopi
Kolposkopi bertujuan untuk diagnosis, bukan lagi skrining. Kolposkopi ditujukan bagi mereka yang terdeteksi abnormal pada pemeriksaan pap smear/LBC dan/atau HPV. Dengan alat bernama kolposkop dokter dapat mengenali kelainan dengan lebih teliti. Dan bila dijumpai kelainan, maka dokter akan mengambil contoh jaringan (biopsi) untuk diperiksa di laboratorium oleh dokter ahli patologi anatomi. (Baca: Kanker Serviks)

Apabila kelainan diperkirakan masih tahap pra-kanker maka biopsi yang dilakukan adalah biopsi eksisi (mengambil seluruh area abnormal), dapat dilakukan dengan prosedur LEEP (loop electrosurgical excision). Sedangkan apabila diperkirakan sudah invasif (kelainan sudah tembus lapisan basal), maka biopsi dilakukan di daerah ektoserviks dan endoserviks. Pemeriksaan ini memerlukan keahlian khusus. Tidak sembarang dokter kandungan mahir melakukannya. Selain itu tidak semua fasilitas kesehatan dilengkapi dengan alat kolposkopi. (Baca: Kanker Serviks)

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](VS)

0 Komentar

Belum ada komentar