Sukses

Sikap Orangtua Terhadap Pelecehan Seksual pada Anak

Pelecehan seksual pada anak adalah kejahatan. Seiring kita berusaha untuk mencegah hal ini untuk terjadi, dalam kehidupan nyata, seringkali hal-hal yang tidak diinginkan tetap terjadi. Bagaimana peran orangtua sebaiknya mengambil tindakan? Simak selengkapnya disini dengan dr. Jessica Florencia

Klikdokter.com - Pelecehan seksual pada anak adalah kejahatan. Seiring kita berusaha untuk mencegah hal ini untuk terjadi, dalam kehidupan nyata, seringkali hal-hal yang tidak diinginkan tetap terjadi. Berdasar data dari National’s Children Advocacy Center di Amerika Serikat, pelecehan seksual pada anak terjadi 75 kali lebih banyak dari pada kanker pada anak.  Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, pada tahun 2013 saja, terdapat 925 kasus pelecehan seksual anak yang dilaporkan. Bukan jumlah yang sedikit.

 

Bagaimana orangtua harus bersikap jika menghadapi pelecehan seksual pada anak?

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

1 dari 7 halaman

Sikap Orangtua Terhadap Pelecehan Seksual pada Anak

Klikdokter.com - Pelecehan seksual pada anak adalah kejahatan. Seiring kita berusaha untuk mencegah hal ini untuk terjadi, dalam kehidupan nyata, seringkali hal-hal yang tidak diinginkan tetap terjadi. Berdasar data dari National’s Children Advocacy Center di Amerika Serikat, pelecehan seksual pada anak terjadi 75 kali lebih banyak dari pada kanker pada anak. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, pada tahun 2013 saja, terdapat 925 kasus pelecehan seksual anak yang dilaporkan. Bukan jumlah yang sedikit.

 

Bagaimana orangtua harus bersikap jika menghadapi pelecehan seksual pada anak?

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

2 dari 7 halaman

Sikap Orangtua Terhadap Pelecehan Seksual pada Anak

1.       Jangan bersikap berlebihan

Rasa marah atau rasa frustasi dan tidak percaya seringkali membuat anak merasa semakin terpuruk dan merasa telah mengecewakan orangtuanya.  Orangtua perlu mengontrol emosi sehingga tidak membuat anak menjadi menutup diri, berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja atau tidak lagi berani untuk terbuka pada orangtua.

 

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

3 dari 7 halaman

Sikap Orangtua Terhadap Pelecehan Seksual pada Anak

2.       Berikan dukungan

Dukungan dapat diberikan dengan mempercayai cerita anak dan meyakinkan anak bahwa orangtua akan memberikan perlindungan kepada anak. Ucapkan terima kasih kepada anak karena mau bercerita dan tidak menyimpan rahasia.

 

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

 

4 dari 7 halaman

Sikap Orangtua Terhadap Pelecehan Seksual pada Anak

3.       Tanyakan pertanyaan terbuka

Ketika anak mulai bercerita, usahakan agar tidak memberikan pertanyaan-pertanyaan terarah. Pertanyaan terarah akan membuat anak bingung dan dapat mengganggu ingatan anak akan kejadian yang sebenarnya. Ajukan pertanyaan seperti: “Apa yang terjadi berikutnya?”

 

Akan membutuhkan kesabaran dan kekuatan dalam melakukan ini. Ketika bertanya, pastikan dahulu mental Anda dapat menerima jawaban terburuk sekalipun.

 

Jangan menanyakan dengan penekanan dan emosi, dalam posisi ini orangtua mengambil posisi sebagai pengayom dan pelindung. Dimana dua figur tersebut adalah figur yang sangat diharapkan oleh anak korban pelecehan seksual.

 

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

5 dari 7 halaman

Sikap Orangtua Terhadap Pelecehan Seksual pada Anak

4.       Jangan panik

Tetaplah tenang dan jangan panik. Jangan biarkan anak merasa bersalah dan menjadi takut. Dan, percayalah, dengan penananganan yang benar, anak-anak korban kejahatan seksual dapat sembuh dan dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.

 

 

Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

6 dari 7 halaman

Sikap Orangtua Terhadap Pelecehan Seksual pada Anak

 

5.       Laporkan

Laporkan pada pihak yang berwajib atau Komisi Perlindungan Anak Indonesia agar hal ini diproses lebih lanjut sehingga tidak ada lagi korban berikutnya dan penjahat seksual dapat diproses secara hukum.

Tidak ada yang mudah dalam menghadapi masalah pelecehan seksual pada anak. Jika orangtua merasa membutuhkan bantuan maka orangtua juga sebaiknya mencari dan mendapatkan bantuan dari tenaga medis, psikiatri maupun psikolog untuk bersama-sama mengatasi masalah fisik dan masalah mental  yang ada agar tidak berkembang menjadi buruk di masa depan. Keluarga yang kuat dan komunikatif serta bantuan profesional dibutuhkan untuk dapat mengatasi hal ini bersama.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](JF)

Baca juga:

Pelecehan Seksual Pada Anak 

Ketika Harus Mengatakan Tidak Pada Hubungan Seksual

6 Cara Menahan Nafsu Seks

 

Ditulis oleh

dr. Jessica Florencia

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com 

0 Komentar

Belum ada komentar