Sukses

Melihat Jejak DBD di Hari Demam Berdarah Nasional 2020

Setiap tanggal 22 April, Indonesia memperingati Hari Demam Berdarah. Penyakit demam berdarah masih menjadi ancaman serius yang perlu perhatian khusus.

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman yang serius di Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan, jumlah kasus DBD mengalami kenaikan pada awal tahun 2020. Untuk itu, pemerintah harus lebih hati-hati dalam menangani penyakit ini.

Setiap tanggal 22 April, Indonesia memperingati Hari Demam Berdarah Nasional. Apa saja langkah penanganan yang telah dilakukan pemerintah untuk meminimalkan angka kematian akibat DBD?

Sekilas Tentang Demam Berdarah

Demam berdarah dengue adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi DBD, antara lain demam mendadak tinggi, mual, muntah, nyeri sendi, nyeri kepala, hingga penurunan nafsu makan. Selain itu, penderita demam berdarah juga bisa mengalami bintik-bintik merah di kulit serta pendarahan gusi.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama Saat Terserang Demam Berdarah

Penanganan awal DBD dapat dilakukan di rumah. Sangat dianjurkan bagi pasien untuk minum banyak cairan guna mencegah dehidrasi, yang dapat berujung pada penurunan trombosit. Selain itu, pasien juga harus melakukan istirahat secara total serta memonitor kadar trombosit dan kadar sel darah merah.

Untuk mengatasi demam, pasien dapat mengompres seluruh badan terutama di bagian ketiak dan selangkangan. Konsumsi parasetamol juga bisa membantu untuk meredakan demam.

Jika tak ditangani dengan baik, demam berdarah dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti dengue shock syndrome (DSS). Karena itu, segeralah periksakan diri ke dokter apabila Anda memiliki gejala demam berdarah.

1 dari 3 halaman

22 April, Hari Demam Berdarah Nasional

Setiap tanggal 22 April, Indonesia memperingati Hari Demam Berdarah Nasional. Menurut Kementerian Kesehatan, salah satu upaya pemerintah yang tengah dilakukan agar kasus DBD tidak meningkat adalah dengan memastikan logistik untuk tes DBD mencukupi. Begitu juga dengan persediaan abate, insektisida, serta larvasida.

Jumlah kasus DBD melonjak pada awal tahun ini. Merebaknya kasus demam berdarah berhubungan dengan datangnya musim penghujan di Indonesia.

Artikel Lainnya: Fase Demam Berdarah pada Anak dan Orang Dewasa, Samakah?

Hingga saat ini vaksin demam berdarah belum ditemukan. Karena itu, hal yang penting dalam memberantas DBD adalah dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan.

Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan gerakan 3M Plus, yaitu Menutup, Menguras, Menyingkirkan atau Mendaur Ulang, serta Plus (seperti menaburkan bubuk larvasida, menggunakan obat nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan lainnya).

2 dari 3 halaman

Demam Berdarah di Indonesia

Kementerian Kesehatan telah mencatat 17.820 kasus demam berdarah sejak Januari tahun 2020, dengan setidaknya 104 kasus berakibat fatal.

Dilansir dari The Jakarta Post, kasus demam berdarah paling banyak dilaporkan di provinsi Lampung dengan 3431 kasus. Diikuti dengan provinsi Nusa Tenggara Timur sejumlah 2.732 kasus, di mana jumlah kasus tertinggi terjadi di Kabupaten Sikka.

Sementara itu, kasus fatal juga paling banyak berada di Nusa Tenggara Timur dengan 32 kasus kematian. Hal in bisa terjadi karena pasien menunggu terlalu lama untuk mendapatkan perawatan.

Terlebih lagi dengan munculnya wabah corona, kondisi ini dapat semakin menyulitkan sistem kesehatan Indonesia dalam menangani penyakit lain, termasuk demam berdarah.

Pada Hari Demam Berdarah Nasional ini, penting bagi pemerintah maupun masyarakat untuk sama-sama melakukan langkah pencegahan guna memberantas demam berdarah. Pastikan Anda menerapkan 3M Plus dengan baik agar keluarga dan lingkungan sekitar tak terjangkit DBD.

Apabila Anda atau keluarga memiliki gejala demam berdarah, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat ditangani dengan baik. Jika masih memiliki pertanyaan seputar DBD atau informasi kesehatan lainnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kami melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar