Sukses

Refleksi Kepergian Ibu Kartini: Jangan Anggap Remeh Antenatal Care

Tanggal 21 April diperingati dengan Hari Kartini, sebuah momentum mengenai pentingnya kehadiran perempuan berikut atribut hak-haknya. Ibu Kartini meninggal dunia ketika melalui proses melahirkan. Memang tidak dapat dipungkiri, angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Indonesia masih tinggi.

Klikdokter.com - Tanggal 21 April diperingati dengan Hari Kartini, sebuah momentum mengenai pentingnya kehadiran perempuan berikut atribut hak-haknya. Ibu Kartini meninggal dunia ketika melalui proses melahirkan. Memang tidak dapat dipungkiri, angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Indonesia masih tinggi. (Baca: Inilah Penyebab Masih Tingginya Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan)

Anda yang rajin mengikuti perkembangan berita, pasti tahu dengan pasti salah satu topik yang marak dibicarakan dalam dunia kesehatan Indonesia adalah tingginya angka kematian ibu dan bayi. Saking tingginya angka kematian ini, pemerintah pun mencoba segala cara dan gencar berusaha mencari jalan keluar. Sebenarnya kematian ibu dan bayi dapat kita hindari dengan melakukan hal-hal yang sederhana, dengan setia mengikuti antenatal care misalnya. (Baca: KB & Pencegahan Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan)

Antenatal Care atau ANC adalah rangkaian pemeriksaan yang dilakukan pada ibu dan janin dengan tujuan memberikan kesejahteraan, baik untuk ibu dan si calon bayi, sayangnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti program kesehatan ini masih minim, padahal dampak positif yang didapat sangatlah besar.

Seorang ibu hamil disarankan untuk minimal melakukan satu kunjungan saat trimester pertama (kehamilan 0-12 minggu), satu kunjungan saat trimester kedua (12-24 minggu), dan minimal dua kunjungan pada trimester ketiga (24-37 minggu), semakin dekat dengan waktu kelahiran semakin sering seorang ibu harus mengikuti antenatal care.

Apa saja yang didapat melalui antenatal care? Pertama, tenaga kesehatan akan memeriksakan kondisi kandungan ibu, termasuk di dalamnya posisi janin yang dapat membantu memperkirakan cara persalinan kelak, juga tidak ketinggalan denyut jantung janin yang selalu dipantau terutama ketika kehamilan sudah memasuki 20 minggu. (Baca: Dokter Operasi Caesar Tanpa Indikasi, Meningkatkan Angka Kematian Ibu)

Kemudian sang ibu juga akan diberikan edukasi bagaimana menjaga kehamilannya, termasuk diberikan anjuran untuk memakan suplemen yang mendukung kesehatan ibu. Vaksinasi juga termasuk dalam rangkaian program antenatal care, sungguh lengkap bukan? Dengan niat dan kemauan untuk mengikuti antenatal care, kita sudah membantu pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan bayi, dan ini semua untuk kesejahteraan kita semata.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](AK)

 

Baca juga:

Pemeriksaan USG di Masa Kehamilan, Kenapa Penting, Sih

Jenis Olahraga yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan

 Tips Atasi Sakit Kepala Saat Hamil

 

Ditulis oleh:

dr. Adithia Kwee

Anggota Redaksi  Medis

Klikdokter.com

 

0 Komentar

Belum ada komentar