Sukses

Echinacea Tidak sembuhkan Flu

Obat herbal echinacea yang diyakini oleh banyak orang dapat menyembuhan pilek, ternyata tidak lebih baik daripada sebuah plasebo dalam sugesti mengurangi gejala, demikian sebuah studi yang baru-baru ini...

Obat Herbal Ditemukan Tidak Efektif Menyembuhkan, Hanya Mengurangi Sebagian Gejala

Obat herbal echinacea yang diyakini oleh banyak orang dapat menyembuhan pilek, ternyata tidak lebih baik daripada sebuah plasebo dalam  sugesti mengurangi gejala, demikian sebuah studi yang baru-baru ini dilangsungkan oleh Dr. Bruce Barrett, profesor kedokteran di University of Wisconsin.

"Saran saya adalah, jika Anda adalah seorang dewasa dan percaya echinacea, itu aman dan Anda mungkin mendapatkan beberapa efek plasebo jika tidak ada yang lain," demikian Barret mengungkapkan.

Reportase hasil dari studi beliau diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, edisi 21 Desember 2010. ("http://www.annals.org/content/137/12/939.full").

Dalam studi tersebut, tim Barrett's secara acak memilih 179 orang yang sedang terkena paparan influenza, untuk diberikan sebuah pil per masing-masing orang, tanpa diberitahukan mana yang diberikan echinacea atau mana yang sekedar plasebo.

Partisipan yang berkisar dari usia 12 – 80 tahun itu memberikan hasil yang mengejutkan, setelah proses pemantauan gejala-gejala yang dialami mereka, nyatanya orang-orang yang diberikan pil echinacea memiliki peredaan gejala sebanyak 7-10 jam lebih cepat daripada mereka yang menerima plasebo ataupun yang tidak diberikan pengobatan sama sekali.

Dengan demikian, echinacea tidak memberikan hasil yang signifikan sebagaimana diyakini banyak orang dapat total menyembuhkan flu atau pilek biasa. Penelitian yang didanai oleh US National Center for Complementary and Alternative Medicine (part of the National Institutes of Health) ini mengungkapkan ini sedikit penurunan dalam durasi paparan pilek, secara statistik tidak signifikan.

Sumber: Bruce Barrett MD, Ph.D., associate professor, medicine, University of Wisconsin, Madison; Douglas "Duffy" MacKay, vice president, scientific and regulatory affairs, Council for Responsible Nutrition; Dec. 21, 2010, Annals of Internal Medicine.[](DA)

0 Komentar

Belum ada komentar