Sukses

Gendarussa - Obat Kontrasepsi Pria

Indonesia telah banyak membuktikan kekayaannya terhadap tanaman / tumbuhan yang mengandung zat kimia alami. Beberapa dari tumbuhan asli Indonesia ini bahkan berfungsi sebagai bahan untuk pengobatan yang kemudian disebut sebagai herbal.

"Gendarussa Berpotensi Sebagai Obat Kontrasepsi Pria"

Indonesia telah banyak membuktikan kekayaannya terhadap tanaman / tumbuhan yang mengandung zat kimia alami. Beberapa dari tumbuhan asli Indonesia ini bahkan berfungsi sebagai bahan untuk pengobatan yang kemudian disebut sebagai herbal.

Pemerintah pun mulai menaruh perhatian besar kepada penelitian dan pengembangan obat herbal ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga juga mengharapkan produksi herbal di Indonesia mampu memberi sumbangsih bagi bangsa Indonesia dan dunia internasional. Bahkan Menteri Kesehatan dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K) menargetkan Indonesia mencapai swasembada bahan baku obat paling lambat tahun 2011.

Berbagai usaha pengembangan dan penelitian terus dilakukan untuk memberikan alternatif dan kekayaan ragam pengobatan. Yang terbaru, seperti yang dilakukan oleh Tim dari Fakultas Farmasi Unair dan Dept. Biologi Kedokteran Seksi Andrologi FK Unair dengan penelitiannya terhadap daun Gendarussa. Tanaman yang sering digunakan masyarakat Papua sebagai mahar ini ternyata bisa menjadi alternatif kontrasepsi pada pria. Setelah sebelumnya kontrasepsi pria hanya ditawarkan pada kondom dan vasektomi. Demikian diungkapkan oleh Dr. dr. Hudi Winarso, Mes, SpAnd dari RSU Dr. Soetomo Surabaya dalam sebuah Kongres Nasional Perkumpulan Andrologi Indonesia (PANDI) ke X dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (PERSANDI) ke II di Surabaya beberapa waktu lalu.

Penelitian daun Gendarussa ini memperhatikan berbagai aspek standarisasi dari sebuah penelitian seperti kualitas, keamanan dan khasiat dengan health isolasi hingga ditemukan sebuah senyawa aktif yang mendukung dugaan penelitian ini. Bahan senyawa aktif yang ditemukan bekerja menghambat masuknya spermatozoa lebih dalam yang bisa menyebabkan terjadinya penetrasi. ”Bahan senyawa aktif Gendarussa yang ditemukan ini juga tidak mempengaruhi hormon, dimana dalam KB pria bila hormon tidak dipengaruhi maka fungsi seks juga tidak pengaruh,” jelas dokter Hudi dalam materinya berjudul ’Gendarussa as Phytopharmacy for Male Contraception’.

Pada bagian awal penelitian telah dilakukan uji klinik, uji toksisitas, uji pre klinik, dan uji toksisitas sub kronik pada hewan coba per oral dan di evaluasi. Hasilnya, tidak didapatkan pengaruh pada kadar natrium, kalium, kalsium, gula darah, fungsi hati dan beberapa parameter yang lainnya. Namun untuk memastikan bahan ini bisa dikonsumsi ternyata tak mudah. Diperlukan setidaknya 4 uji klinik. Tahap 1 yang fokus pada keamanan produk telah dilakukan pada 36 pria yang dirasa sehat, menikah, usia 24 – 26 tahun, dan memiliki anak minimal 2 orang. 36 subjek penelitian sebelumnya telah melakukan pemeriksaan laboratorium dan menerima persyaratan lain seperti tidak ingin mempunyai anak dalam periode penelitian. Dari parameter uji klinik tahap 1 juga tidak ditemukan pengaruh yang signifikan pada urine, fungsi hati, gula darah, kadar hormon, dll. ”Hasil tersebut memang masih di evaluasi lagi, karena fakta di lapangan ditemukan kenaikkan libido,” ujar dokter Hudi.

Penelitian dilakukan di Fakultas Farmasi Unair dan Dept. Biologi Kedokteran Seksi Andrologi FK Unair. Saat ini penelitian memasuki uji klinik tahap 2 yang fokus pada efektivitas. Pada tahap ini para peneliti bekerja ekstra karena persyaratan pada subjek lebih sulit. Selanjutnya hasil penelitian akan terus di evaluasi hingga produk ini efektif digunakan. Dr. dr. Hudi Winarso berharap dengan waktu yang tidak lama penelitian ini akan membuahkan hasil dan Indonesia akan memiliki produk untuk kontrasepsi pria dari bahan herbal. Karena Gendarussa berpotensi sebagai obat kontrasepsi pria.

Sumber : kiatsehat.com

1 Komentar