Sukses

Mari Bercuci Tangan Pakai Sabun!

15 September lalu adalah merupakan hari Cuci Tangan Sedunia Pakai Sabun yang diprakarsai oleh Public-Private Partnership for Handwashing with Soap (PPP-HWWS) atau KPS-CTPS yang terdiri dari Unilever, WSP, UNICEF, ESP, HSP, Aman Tirta, Reckitt Benckiser, dan beberapa badan internasional lainnya

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, sebagian besar bakteri potensi pembawa kuman cepat berkembang di dalam zat cair. Tak ayal, tingkat kematian dan kesakitan akibat penyakit-penyakit yang berkaitan dengan air, masih tinggi. Menghadapi masalah ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan tahun 2008 sebagai tahun Sanitasi Internasional.

15 September lalu adalah merupakan hari Cuci Tangan Sedunia Pakai Sabun yang diprakarsai oleh Public-Private Partnership for Handwashing with Soap (PPP-HWWS) atau KPS-CTPS yang terdiri dari Unilever, WSP, UNICEF, ESP, HSP, Aman Tirta, Reckitt Benckiser, dan beberapa badan internasional lainnya.

Namun tidak sedikit dari berbagai pihak, lembaga, organisasi & institusi yang menyambut hangat pula hari peringatan tersebut. Peringatan hari Cuci Tangan Sedunia Pakai Sabun merupakan perwujudan dari perjuangan dalam mendirikan pemahaman kesadaran hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Menyikapi komplekstisitas penyakit yang ditimbulkan, diantaranya dipicu dari perihal sanitasi buruk dan kurangnya kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat, hingga ke faktor yang paling fundamental dan terpenting ialah rendahnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada saat yang penting.

Dilatarbelakangi oleh keprihatinan dari tingkat kematian dan penyakit manusia yang berasal dari air masih sangat tinggi, Hari Cuci Tangan  Sedunia Pakai Sabun tersebut diharapkan mampu memberikan efek penyuluhan kepada publik untuk sadar akan semakin pentingnya kesadaran hidup bersih dan sehat. Peringatan tersebut diproyeksikan akan dirayakan bersama oleh jutaan jiwa di 52 negara, di 5 benua, untuk mendukung dan menyukseskan tahun Sanitasi Internasional 2008.

Kenapa Pakai Sabun?

Dr. Michael Libman, Direktur Divisi Penyakit Infeksi di McGill University Health Centre (MUHC), mempelajari cara yang paling efektif untuk menghilangkan salah satu dari kebanyakan bakteri yang membandel diperangi yakni bakteri Clostridium difficile, adalah dengan pada sabun dan air hangat.

Hasil dari studi ini dipresentasikan oleh Dr. Matthew Oughton, salah seorang peneliti dari tim Dr. Libman pada kongres 47thInterscience on Antimicrobial Agents and Chemotherapy (ICCAC 2007), September 2007 di Chicago.

Tim Dr. Libman, termasuk di dalamnya Dr. Ougton, Dr. Vivian Loo, Direktur Departemen Mikrobiologi MUHC dan Susan Fenn, Asisten Kepala Teknologi MUHC, menguji 5 protokol pencucian tangan secara terpisah yang menyerupai kondisi di rumah sakit sedekat mungkin. Setelah tangan-tangan dari 10 relawan dikomtaminasi dengan Clostridium difficile, mereka mencuci bersih dengan : sabun biasa dan air dingin atau hangat, sabun antiseptik dan air hangat, larutan alkohol dan dengan handuk desinfektan. Hasilnya sangat menyolok : protokol pencucian dengan air menghilangkan lebih dari 98% bakteri, pencucian dengan larutan alkohol hampir tidak menghilangkan sedikitpun, dan protokol dengan handuk desinfektan menghilangkan sekitar 95% bakteri, kata  Dr. Oughton.

Rendahnya Kebiasaan Mencuci Tangan

Berdasarkan Data survei Baseline Environmental Services Program 2006,  upaya percepatan peningkatan perilaku cuci tangan pakai sabun ini perlu dilakukan karena fakta menunjukan bahwa masih rendahnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada saat penting dalam masyarakat yaitu sebelum makan 14,3%, sesudah buang air besar 11,7%, setelah menceboki bayi 8,9%, sebelum menyuapi anak 7,4% dan sebelum menyiapkan makanan hanya 6%.

Tangan  merupakan salah satu jalur penularan berbagai penyakit  menular seperti diare, ISPA, Kecacingan, Hepatitis A, dan masih banyak lagi penyakit-penyakit lainnya yang berpotensi membawa kepada arah kematian.

  • Tangan adalah salah satu penghantar utama masuknya kuman penyakit ke tubuh manusia. Cuci tangan dengan sabun dapat menghambat masuknya kuman penyakit ke tubuh manusia melalui perantaraan tangan;
  • Tangan manusia yang kotor karena menyentuh feses mengandung kurang lebih 10 juta virus dan 1 juta bakteri;
  • Kuman penyakit seperti virus dan bakteri tidak dapat terlihat secara kasat mata sehingga sering diabaikan dan mudah masuk ke tubuh manusia;
  • Hampir semua orang mengerti pentingnya cuci tangan pakai sabun namun tidak membiasakan diri untuk melakukannya dengan benar pada saat yang penting.

Kondisi kesehatan sebagian besar masyarakat Indonesia masih sangat memprihatinkan. Salah satu indikator  rendahnya status kesehatan di Indonesia adalah tingginya angka kematian bayi & balita   yang disebabkan oleh diare dan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Jika Tidak Mencuci Tangan maka…

Sebagaimana terdata pada Subdit Diare, Direktorat Pengendalian Penyakit  Menular  Langsung, Departemen Kesehatan RI tahun 2003, diare masih merupakan penyebab kematian nomor dua pada Balita, nomor tiga pada bayi, dan nomor lima pada semua umur.

Secara nasional, angka kesakitan akibat diare meningkat dari tahun 2003 ke tahun 2006, dari 347 per 1000 penduduk  menjadi 423 per 1000 penduduk. “Prestasi” Kejadian Luar Biasa tahun 2006 terjadi di 16 Provinsi dengan kasus lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2005, yaitu 10,980 penderita, dan angka kematian 2.52%.  Sedangkan prevalensi penyakit cacingan tahun 2006 pada anak SD, di sejumlah Provinsi adalah 32,6% lebih tinggi dibandingkan tahun 2005, yaitu 28.4%.

Dari berbagai riset, risiko penularan penyakit dapat berkurang dengan adanya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, perilaku hygiene, seperti cuci tangan pakai sabun pada waktu penting. Menurut penelitian Fewtrell l, Kaufmann RB, et al, (2005) perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan  intervensi kesehatan yang paling murah dan efektif dibandingkan dengan hasil intervensi kesehatan dengan cara lainnya dalam mengurangi risiko penularan berbagai penyakit termasuk flu burung, kecacingan dan  diare terutama pada bayi dan balita.

Jadi tunggu apalagi, sayangi kesehatan tubuh Anda, jangan tunggu sakit. Biasakan hidup bersih dan sehat dari hal yang terkecil, seperti halnya mencuci tangan dengan sabun.[](DA)

0 Komentar

Belum ada komentar