Sukses

Sumsel Kirim Bantuan Medis ke Sumbar

Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mengirimkan bantuan dokter dan obat-obatan untuk korban gempa di Sumatra Barat...

Klikdokter – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mengirimkan bantuan dokter dan obat-obatan untuk korban gempa di Sumatra Barat. Bantuan yang diberangkatkan pada Kamis (01/10) dini hari bertujuan meringankan beban derita korban bencana gempa yang terjadi di Sumatera Barat, Rabu (30/9) pukul 17.16 yang mengakibatkan kota Padang dan sekitarnya porak poranda.

Proses pengiriman bantuan medis dokter dan obat-obatan serta makanan tersebut dilakukan atas perintah langsung dari Sumatra Selatan, untuk membantu Pemprov Sumatra Barat dalam menangani korban gempa yang hingga kini telah dipastikan menewaskan 75 korban jiwa dan 165korban luka berat. Sementara kemungkinan bertambahnya ratusan korban jiwa masih dapat terjadi, karena diperkirakan masih banyak korban yang tertimbun puing bangunan yang roboh.

Sebanyak empat dokter, 10 paramedis, dan dua asisten apoteker diberangkat beserta petugas surveilans, empat mobil yang berisi obat-obatan dan makanan. Untuk selanjutnya bantuan gelombang berikutnya akan segera dikirimkan.

Gempa pertama yang terjadi mengguncang Sumatra Barat dengan kekuatan 7,9 Skala Richter terjadi pada pukul 17.16 WIB dengan titik episentrum berada 57 km kearah barat Samudra Hindia di 71 km kedalaman. Sementara gempa susulan terjadi pada pukul 17.38 WIB dengan kekuatan 6,2 Skala Richter di kedalaman 110 km menambah kerusakan infrastruktur kian parah di daerah yang terkena dampaknya.

Porak Poranda
Gempa yang terjadi pada sore hari sukses memorakporandakan kota Padang dan sekitarnya. Dilaporkan beberapa gedung dan bangunan bertingkat di kota Padang runtuh. Ditambah PLTA Maninjau dan Singkarak gagal menyalurkan daya listrik ke pelanggan atas kendala kerusakan sistem, ditambah lagi 4 gardu induk padam, serta jaringan distribusi tegangan 20 kilo volt banyak yang roboh.

Praktis kota Padang gelap gulita pada malam hari, keadaan kian diperparah oleh terjadinya kebakaran di beberapa titik kian menambah suasana mencekam. Korban yang mengungsi dari rumah mereka yang roboh pun kesulitan dalam berteduh pada malam harinya dari hujan deras yang mengguyur kota Padang.

Sementara infrastruktur yang terkena dampak kerusakannya terjadi pada sebagian jaringan telepon seluler menyulitkan proses komunikasi sehingga ikut menghambat proses distribusi bantuan tepat sasaran.[](DA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar