Sukses

Inilah Tes Pendeteksi Kanker Serviks

Skrining Kanker Serviks. Pemeriksaan skrining bertujuan untuk menyaring, jadi bukan untuk diagnosa pasti. Jadi sifatnya harus mudah, terpercaya, dan efektif biaya (cost-effective). Ada 2 tes yang terbukti efektif untuk keperluan skrining kanker serviks

Oleh: dr. Virgi Saputra

Skrining Kanker Serviks
Pemeriksaan skrining bertujuan untuk menyaring, jadi bukan untuk diagnosa pasti. Jadi sifatnya harus mudah, terpercaya, dan efektif biaya (cost-effective). Ada 2 tes yang terbukti efektif untuk keperluan skrining kanker serviks:

1. Pap Smear.
Pemeriksaan pap smear bertujuan untuk mendeteksi perubahan sel yang dapat berkembang menjadi kanker apabila tidak ditangani dengan semestinya. Tes ini dapat mengenali tahap pra-kanker. Pada tahap pra-kanker sel serviks sudah menunjukkan perubahan yang dapat dilihat di bawah mikroskop dengan pewarnaan Papanicolaou. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di poliklinik atau praktek pribadi dokter.

Saat melakukan pap smear, dokter akan memasukkan alat dari logam yang disebut spekulum untuk melebarkan liang vagina. Hal ini membantu dokter mengamati vagina dan serviks, lalu mengambil sejumlah sel dan lendir di serviks dan sekitarnya. Bahan ini akan ditaruh di atas kaca obyek (pap smear konvensional) atau di dalam cairan (Liquid Based Cytology/LBC) untuk diperiksa di laboratorium3. LBC adalah metode perbaikan dari pap smear konvensional dimana seluruh sel yang didapat dimasukkan ke dalam cairan sehingga tidak ada yang terbuang. Pemrosesannya menghasilkan sediaan yang lebih memudahkan ahli patologi anatomi untuk menilai dimana sel sudah tersusun rapi satu lapis dan berkumpul di tengah, dimana lendir dan darah tidak lagi mengganggu pandangan. LBC meningkatkan sensitivitas temuan tahap pra-kanker dan mengurangi angka negatif palsu pap smear konvensional. Keuntungan LBC lain adalah dengan sediaan yang sama dapat dilanjutkan ke tes HPV, sedangkan sediaan pap smear konvensional tidak bisa lanjut ke tes HPV.

2. Tes HPV
Tes ini bertujuan untuk menemukan adanya virus HPV yang dapat menyebabkan perubahan sel serviks. Infeksi HPV adalah infeksi yang umum. Sekitar 50 - 80% wanita yang telah melakukan hubungan seks pernah mendapatkan infeksi HPV pada satu titik dalam hidupnya. Namun 90% infeksi HPV berhasil disingkirkan dalam waktu 8 bulan dengan imunitas tubuh yang baik.

Apabila dokter menganjurkan tes ini bersama dengan LBC, maka tes ini dapat menggunakan bahan periksa yang sama dengan LBC tadi. Tes ini mengidentifikasi adakah virus HPV dengan teknik PCR. Teknik PCR dapat mengenali DNA virus HPV, bahkan dengan teknik hibridisasi tes HPV dapat mengenali genotype virus, baik jenis yang dapat menyebabkan kanker serviks maupun yang menyebabkan kutil kelamin. Dengan mengenali genotype virus HPV, dokter mendapat informasi apakah infeksi HPV menetap/persisten apabila ditemukan HPV genotype yang sama dalam 2 tahun berturut-turut.

Tes HPV mempunyai sensitivitas yang lebih baik daripada pap smear dalam menemukan tahap pra-kanker lanjut. Sehingga pemeriksaan HPV dapat mengkompensasi hasil negatif palsu pada pemeriksaan pap smear yang dapat terjadi akibat kesalahan pengambilan bahan periksa dan deteksinya.

Pemeriksaan pap smear atau LBC dianjurkan untuk wanita yang telah melakukan hubungan seksual yang berusia 21 - 65 tahun. Sedangkan tes HPV dianjurkan untuk wanita yang berusia 30 - 65 tahun sebagai tambahan pemeriksaan pap smear/LBC. Pemeriksaan LBC dan HPV pada saat yang bersamaan disebut co-testing. Apabila hasil kedua tes ini normal, maka kemungkinan untuk terkena kanker serviks dalam waktu 5 tahun ke depan sangat rendah sehingga bisa dilakukan 5 tahun sekali apabila hasil pap smear maupun HPVnya normal.

Selain kedua tes ini, ada tes pendukung lainnya. Bisa dilihat disini.

0 Komentar

Belum ada komentar