Sukses

Berbagai Makanan Merah Penghalau Penyakit

Ada banyak makanan berwarna merah yang menyimpan manfaat bagi kesehatan. Apa saja? Ketahui daftar makanan merah dan manfaatnya di sini.

Pernahkah Anda mendengar anjuran bahwa kita harus makan buah apel setiap hari agar terhindar dari berbagai macam penyakit?

Faktanya, tak hanya buah apel, Anda juga bisa terhindar dari penyakit apabila makan makanan yang berwarna merah, seperti ceri, semangka, tomat, atau stroberi.

Para ahli nutrisi mengatakan, sayur atau buah berwarna merah mengandung gizi penting, seperti vitamin serta zat antioksidan berupa anthocyanins dan lycopene.

Kedua antioksidan tersebut bekerja melindungi tubuh agar terbebas dari risiko penyakit kronis, seperti kanker, sakit jantung, stroke dan lainnya.

Berikut merupakan daftar makanan berwarna merah yang dapat dikonsumsi setiap hari agar tubuh sehat.

1 dari 8 halaman

1. Stroberi

Stroberi merupakan buah yang menjadi sumber vitamin C baik. Stroberi juga mengandung nutrisi asam folat yang dapat menjaga kesehatan jantung serta dibutuhkan oleh ibu hamil dan janin.

2. Ceri

Kulit buah ceri kaya akan kandungan serat. Selain itu, ada juga manfaat vitamin C serta kalium di dalam buah ceri yang mampu menjaga tekanan darah tetap normal.

 

2 dari 8 halaman

3. Cranberry

Menurut beberapa studi, buah cranberry memiliki khasiat untuk melawan sel kanker.

Cranberry diyakini dapat mencegah infeksi saluran kencing akibat bakteri. Bahkan, buah berwarna merah ini juga mampu mencegah bakteri H. pylori menempel dan mengakibatkan masalah di sistem pencernaan.

Proanthocyanidins merupakan zat di dalam buah cranberry yang berperan menghalangi bakteri menempel di dalam organ tubuh.

Artikel Lainnya: Makanan dan Minuman Kedaluwarsa yang Masih Layak Dikonsumsi

4. Tomat

Buah tomat kaya akan kandungan vitamin C dan kalium. Bahkan, kandungan zat lycopene dalam makanan berwarna merah ini disebut-sebut mampu menurunkan risiko kanker prostat dan kanker payudara.

3 dari 8 halaman

5. Raspberry

Buah yang masih bersaudara dengan stroberi ini kaya akan kandungan serat yang baik untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL).

6. Semangka

Semangka merupakan buah pelepas dahaga karena mengandung banyak air. Terdapat juga kandungan zat lycopene dalam buah semangka yang bisa menurunkan kadar kolesterol, salah satunya kolesterol jahat (LDL), serta mencegah kejadian penyakit jantung.

Di samping itu, buah dengan daging berwarna merah ini diyakini bermanfaat untuk menurunkan risiko berbagai jenis kanker, serta kondisi mata berupa degenerasi makula.

4 dari 8 halaman

7. Jeruk Bali Merah

Jeruk bali merupakan salah satu buah tropis khas negara Indonesia. Apabila ingin membeli jeruk bali, pilih buah yang dagingnya berwarna kemerahan.

Daging jeruk bali yang berwarna merah memiliki zat antioksidan tinggi. Jeruk bali merah juga mengandung pektin yang baik untuk menstabilkan kadar kolesterol.

Artikel Lainnya: Mengenal Makanan Ultra-Proses dan Bahayanya pada Kesehatan

8. Cabai Merah

Bagi penggemar makanan pedas, bersyukurlah bahwa bahan utama dari sajian favorit Anda memiliki manfaat kesehatan yang baik bagi tubuh.

Cabai merupakan bahan alami yang mengandung vitamin A, vitamin B6, vitamin E, vitamin E, dan folat.

Cabai juga dipercaya bermanfaat bagi kesehatan kulit, tulang, dan gigi. Beberapa studi turut meyakini bahwa kandungan zat capsaicin di dalam cabai dapat membantu mengatasi kanker.

5 dari 8 halaman

9. Selada Merah

Sayuran dengan daun berwarna merah ini mengandung vitamin B6 dan zat antioksidan tinggi. Secangkir selada merah cacah dapat memenuhi hingga setengah kebutuhan harian vitamin K dan vitamin A orang dewasa.

Tak hanya itu, hampir 95 persen kandungan di dalam selada merah adalah air. Artinya, mengonsumsi selada merah dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Artikel Lainnya: Hindari Konsumsi Makanan Ini Sebelum Tidur Agar Tidak Gemuk

10. Bawang Merah

Bumbu dapur yang sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia ini ternyata mengandung organosulfur.

Organosulfur merupakan senyawa yang terkandung di dalam kelompok bawang dan merupakan senyawa fitokimia yang mampu mendukung sistem imun, menurunkan kolesterol, dan memelihara kesehatan hati.

6 dari 8 halaman

11. Buah Delima

Delima atau kerap disebut sebagai pomegranate, merupakan buah eksotis yang kaya akan zat polifenol.

Studi menemukan bahwa buah delima mengandung hingga tiga kali lebih banyak antioksidan dibandingkan teh hijau dan anggur merah.

12. Apel

Seperti kata pepatah "Makan sebutir apel setiap hari, akan semakin menjauhkan Anda dari dokter".

Faktanya, buah ini memang kaya akan berbagai mikronutrien. Selain kaya akan air dan serat, apel juga kaya akan mangan, vitamin A, E, B1, B2, B6, dan polifenol.

Rutin mengonsumsi apel bisa menurunkan risiko Anda mengalami penyakit jantung dan penyakit metabolik seperti diabetes. Yuk, ganti kudapan Anda dengan apel manis untuk tubuh yang lebih sehat.

Artikel Lainnya: Inilah Makanan yang Bisa Menurunkan Kualitas Sperma

13. Bayam Merah

Masyarakat Indonesia mungkin sudah akrab dengan sayur bayam, namun pernahkah Anda makan bayam merah?

Sebanyak 100 gram bayam merah mengandung 51 kkal energi, 0,08 mg vitamin B1, vitamin A sebanyak 1,9 mg, serta 80 mg vitamin C.

Kandungan nutrisi di dalam bayam merah dapat mencukupi kebutuhan vitamin dan menjaga tubuh agar tetap sehat.

7 dari 8 halaman

14. Bit

Bit merupakan salah satu sayuran yang kaya antioksidan. Sayuran yang berasal dari umbi ini memiliki banyak kandungan berharga seperti folat, lycopene, dan anthocyanins.

Tak hanya itu, buah bit juga mengandung mikronutrien lain, seperti kalium, vitamin C, dan nitrat.

Rajin makan buah bit dapat membantu menurunkan tekanan darah, memperlancar peredaran darah, dan meningkatkan stamina.

Meski buah ini kerap terasa 'anyir', Anda bisa mencampurnya dengan buah-buahan lain atau menjadikannya sebagai campuran salad agar rasanya tersamarkan.

Itu dia daftar makanan merah yang bisa bernutrisi tinggi dan tentunya bisa membantu menjaga kesehatan tubuh Anda.

Jika ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter kamu via LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar