Sukses

Stres Sebabkan Kebotakan

Sebagian besar kebotakan penyebabnya adalah autoimun dan bersifat genetik (memiliki riwayat keluarga dengan alopesia). Selain itu, terdapat juga kondisi lain yang dapat memicu terjadinya alopesia areata. Apakah itu? Simak penuturan dr. Dina Kusumawardhani berikut ini...

Oleh: dr. Dina Kusumawardhani

KLIKDOKTER.com - Sebagian besar kebotakan penyebabnya adalah autoimun dan bersifat genetik (memiliki riwayat keluarga dengan alopesia). Selain itu, terdapat juga kondisi lain yang dapat memicu terjadinya alopesia areata, diantaranya:

Kebotakan pada rambut memang bukan sesuatu penyakit yang berbahaya, namun dapat menyebabkan stres emosional dan gangguan psikososial karena mengganggu penampilan.  Jadi kebotakan tidak hanya dapat disebabkan oleh stres, tetapi juga dapat mengakibatkan stres.

Untuk mencegah dan mengatasi kebotakan, sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai kebotakan dari sisi medis. Di dalam medis, terdapat 3 jenis kebotakan (alopesia), yaitu:

  • Alopesia universalis: kebotakan mengenai seluruh rambut yang ada di seluruh tubuh
  • Alopesia totalis: kebotakan yang mengenai seluruh rambut kepala
  • Alopesia areata: kebotakan yang terjadi setempat, berbatas tegas, umumnya terdapat di kulit kepala, namun dapat juga mengenai daerah lain (alis, janggut, bulu mata, ekstrimitas).

Alopesia areata adalah jenis kebotakan yang paling banyak terjadi pada pria maupun wanita. Alopesia areata dapat menyerang semua usia, sebuah studi menunjukkan 6 dari 10 kasus ditemukan pada usia kurang dari 20 tahun.

Apa saja tanda dan gejala alopesia areata?
Gejala utamanya adalah kerontokan rambut. Beberapa orang mengeluhkan rasa terbakar atau gatal. Awalnya muncul bercak dengan kerontokan rambut berbentuk bulat atau lonjong di daerah kepala, alis, janggut, bulu mata, atau ekstrimitas. Sebagian besar alopesia areata akan berkembang menjadi alopesia totalis.

Bagaimana cara mengatasinya?
Alopesia areata merupakan kondisi yang tidak dapat diprediksi. Banyak kasus dengan bercak kebotakan dapat tumbuh kembali (sembuh spontan) dalam beberapa bulan tanpa pengobatan apapun. Beberapa pilihan terapi yang dapat diberikan adalah:

  • Suntikan Kortikosteroid
    Injeksi kortikosteroid intralesi merupakan terapi lini pertama untuk alopesia terlokalisasi. Pertumbuhan rambut mulai tampak dalam 4-6 minggu pada pasien yang responsif. Pasien dengan alopesia yang luas dan lama cenderung memiliki respons terapi yang kurang bagus. Obat yang paling banyak digunakan adalah Triamcinolone acotonide (Kenalog) yang disuntik setiap 4 minggu.

  • Krim Olesan Kortikosteroid
    Krim topikal fuocinolone acetonide 0,2% yang dioleskan 2 kali per hari menunjukkan respons yang bagus pada 61% pasien. Terapi dilakukan selama minimal 3 bulan.

  • Minoxidil
    Efektif diberikan pada pasien alopesia areata yang ekstensif (kerontokan 50-90%), namun memiliki manfaat yang kecil pada alopesia universalis dan totalis. Minoxidil diteteskan ke bercak yang mengalami kebotakan dua kali sehari. Pertumbuhan rambut awal akan muncul dalam 12 minggu. Efek samping berupa iritasi dan rambut yang tumbuh berwarna kemerahan.

  • Imunoterapi topikal
    Substansi yang biasanya digunakan adalah diphencyprone (DPCP). Obat ini deiberikan pada kulit yang terkena alopesia dengan tujuan menimbulkan reaksi mirip alergi dan memicu pertumbuhan rambut. Pertumbuhan rambut mulai tampak pada minggu ke 12-24.

  • Psoralen with ultraviolet A light (PUVA)

  • Penggunaan wig

Rambut merupakan salah satu jaringan kulit yang terdapat pada seluruh tubuh kecuali telapak tangan, telapak kaki, bibir, dan kuku. Jumlah folikel rambut pada kepala manusia  berjumlah sekitar 100.000, rambut pirang dan merah memiliki jumlah folikel yang lebih sedikit dibanding rambut hitam.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DK)

 

Baca juga

0 Komentar

Belum ada komentar