Sukses

Perkembangan Gigi & Mulut Anak

Gigi anak ternyata tak tumbuh baik meski bukan bayi lagi? Jangan sampai itu terjadi! Kenali perkembangan gigi anak beserta kondisi mulutnya.

Bukan cuma soal penambahan tinggi dan berat badan, orang tua juga harus memerhatikan perkembangan gigi anak mereka. Tanpa hal yang satu itu, tumbuh kembang si Kecil akan terasa kurang lengkap dan tak optimal.

1 dari 3 halaman

Tahap Pertumbuhan Gigi Anak

Sering kali hal yang terlewat adalah orang tua tidak tahu bagaimana tahapan perkembangan gigi anak yang normal.

Meski usia anak sebenarnya bukan usia bayi lagi, tetapi kalau giginya belum tumbuh, itu justru dianggap sebagai hal wajar. Padahal, bukan begitu, lho, Bunda.

Terdapat pedoman umum tentang tahap perkembangan gigi si Kecil supaya orang tua seperti kita dapat memelihara kesehatan gigi dan mulut anak.

Adapun tahap pertumbuhan gigi anak yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  • Usia 0 - 6 Bulan

Biasanya, gigi belum tumbuh. Namun, ada juga gigi depan bawah tengah (sentral) yang mulai tumbuh di usia 5-7 bulan.

  • Usia 6-10 Bulan

Umumnya, dua gigi depan bagian bawah tengah (sentral) mulai tumbuh. Jangan khawatir jika gigi anak Anda belum tumbuh pada usia ini. Sebab, kecepatan pertumbuhan gigi anak berbeda-beda.

Bila sampai usia 18 bulan gigi belum tumbuh, barulah Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter gigi.

  • Usia 8-12 Bulan

Dua gigi depan bagian atas (sentral) mulai tumbuh.

  • Usia 9-13 Bulan

Mulai tumbuh 2 gigi depan bagian atas di samping kanan kirinya (lateral).

  • Usia 10-16 Bulan

Dua gigi depan bagian bawah yang letaknya di samping kanan kirinya mulai tumbuh (lateral).

  • Usia 13-19 Bulan

Gigi geraham pertama bagian atas dan bawah mulai tumbuh.

  • Usia 16-23 Bulan

Masing-masing gigi taring atas dan bawah mulai tumbuh.

  • Usia 23-33 Bulan

Gigi geraham kedua bagian atas dan bawah akan tumbuh. Dan umumnya, seluruh gigi akan tumbuh sempurna di usia 36 bulan.

  • Usia 3 Tahun ke Atas

Pada tahap ini, pertumbuhan dan perkembangan rahang atas dan bawah akan terjadi, sehingga akan terbentuk celah-celah di antara gigi susu.

Fungsi dari celah tersebut adalah untuk memberikan tempat bagi gigi tetap yang akan segera tumbuh dan berlanjut sampai anak berusia 12 tahun.

Artikel Lainnya: 8 Tips Merawat Gigi Anak yang Baru Tumbuh

2 dari 3 halaman

Perawatan Gigi Anak Sesuai dengan Tahap Pertumbuhannya

Nah, agar orang tua bisa memelihara kesehatan gigi dan mulut anak secara optimal serta mencegah timbulnya permasalahan dan rasa tidak nyaman pada si Kecil, perawatan gigi anak harus dilakukan sesuai dengan tahap pertumbuhannya.

Adapun perawatan gigi anak yang bisa dilakukan sesuai dengan tahap pertumbuhannya, yaitu:

1. Usia 0-6 Bulan

Bayi baru lahir sampai usia 6 bulan mendapatkan nutrisi dari ASI atau susu formula.

Paparan ASI dan susu formula di dalam mulut bayi yang tertidur berpotensi menimbulkan penumpukan sisa susu pada permukaan lidah dan gusi. 

Oleh karena itu, permukaan gusi dan lidah perlu dibersihkan setiap minum susu atau saat mandi. Caranya, ambil kain kasa steril, lalu lilitkan di jari telunjuk.

Kemudian, Anda bisa menggosokkannya ke seluruh permukaan gusi dan lidah sampai lapisan putih sisa susu yang mengendap bersih.

2. Usia 6-12 bulan (1 tahun)

Pada usia ini, bayi umumnya sedang mengalami tumbuh gigi (teething). Untuk membersihkan gigi susu yang tumbuh, Anda dapat menggunakan sikat gigi kecil khusus gigi susu yang bulunya lembut.

Basahi bulu sikat dengan air saja, tanpa pasta gigi. Lakukan sikat gigi setiap pagi hari dan malam sebelum tidur. 

Sebagai tambahan, ada baiknya orang tua memberikan stimulasi atau rangsangan untuk gerakan menggigit-gigit.

Ibu bisa memberikan buah potong memanjang agar bisa dipegang bayi (finger foods) sekaligus merangsang perkembangan motoriknya.

Artikel Lainnya: Langkah-langkah Mengajarkan Anak Sikat Gigi

3. Usia 1- 2 Tahun

Beberapa gigi susu sudah tumbuh, sehingga kebiasaan menyikat gigi tidak boleh terlupakan, apalagi jika anak sudah mulai makan makanan orang dewasa.

Pada masa perkembangan gigi ini, anak juga mulai suka mengeksplorasi kemampuannya dalam hal menyikat gigi.

Biasanya, anak akan menolak untuk dibantu dalam menyikat gigi. Berikan kesempatan buat si Kecil untuk menyikat gigi sendiri, lalu akhiri dengan membantunya dalam membersihkan seluruh permukaan gigi sampai bersih.

Jangan lupa biasakan untuk menyikat permukaan lidah. Gunakan sikat gigi khusus anak-anak yang berbulu lembut. Ganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali atau ketika bulu sikatnya sudah mekar dan rusak.

Perlu diingat, Bunda, Anda tidak disarankan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Karena si Kecil belum bisa meludah, dikhawatirkan, fluoride justru tertelan.

4. Usia 2 – 7 Tahun

Seluruh pertumbuhan gigi susu akan selesai sekitar usia 2,5- 3 tahun. Kebiasaan sikat gigi akan mulai lebih mudah untuk dilakukan karena anak sudah terbiasa. Kendati demikian, sesi menyikat gigi harus tetap dibantu dan diawasi.

Gunakan sikat gigi khusus untuk anak dengan bulu sikat yang lembut. Anda disarankan untuk mulai memakai pasta gigi mengandung fluoride. Cukup pakaikan seukuran biji kacang dan mulai ajarkan untuk membuang ludah.

Jaga jangan sampai anak memakan pasta gigi langsung dari tempatnya. Sikatlah gigi 2 kali sehari, pagi, dan sebelum tidur, selama 2-3 menit.

Artikel Lainnya: Kebiasaan Buruk Yang Bisa Merusak Gigi Anak

Itu dia tahap perkembangan gigi anak beserta cara perawatannya sesuai usia. Mengenal dan memelihara kesehatan gigi susu mereka sampai berganti dengan gigi tetap sangatlah penting.

Sebab, selain untuk mengunyah dan mengigit makanan, gigi susu juga berperan sebagai pemandu arah tumbuhnya gigi tetap supaya tidak tumbuh ke arah yang salah.

Selain itu gigi susu juga penting untuk membantu dalam proses bicara. Satu lagi, jika pertumbuhan gigi anak berlangsung baik, itu dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka karena si Kecil dapat tersenyum bebas!

Mau tahu informasi lainnya soal gigi dan mulut anak atau masih punya pertanyaan lain seputar kesehatan? Langsung saja konsultasi dengan kami lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(AM/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar