Sukses

Infeksi Paru Nelson Mandela

Tokoh anti-apharteid Afrika Selatan Nelson Mandela telah menutup usia pada umur 95 tahun di Johannesburg, Afrika Selatan 5 Desember 2013 lalu. Di hari-hari terakhirnya, Nelson Mandela telah berjuang melalui proses penyembuhan infeksi paru yang dideritanya...

KLIKDOKTER.com – Tokoh anti-apharteid Afrika Selatan Nelson Mandela telah menutup usia pada umur 95 tahun di Johannesburg, Afrika Selatan 5 Desember 2013 lalu. Di hari-hari terakhirnya, Nelson Mandela telah berjuang melalui proses penyembuhan infeksi paru yang dideritanya.

Tokoh presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan itu baru saja melalui proses pengobatan dan penyembuhan TBC yang telah diderita lama. Meninggalnya Nelson Mandela merupakan puncak dari serangkaian masalah kesehatan pernapasannya yang difaktori paparan lingkungan sel penjara nan lembab dan tidak mendukung kesehatan paru yang ia huni selama 28 tahun. Dimana dua tahun sebelum proses pembebasannya, Nelson Mandela telah dirawat di rumah sakit karena kondisi TBC yang di deritanya.

Mandela pada tahun 1962 hingga 1980 sempat menghabiskan masa pengasingannya di Pulau Robben, sebelum dipindahkan ke Penjara Pollsmor (1982-1988) dan penjara Victor Verster (1988 – 1990). Dimana di Pulau Robben ia dibuat bekerja berjam-jam di tambang batu kapur sebagai bagian dari hukuman mereka. Tidak untuk melupakan, belum lama ini rekan eks-narapidana Mandela di Pulau Robben, Andrew Mlangeni juga dirawat di Rumah Sakit Militer di Cape Town atas kondisi infeksi paru. Dimana Mlangeni menghabisan 26 tahun sebagai tahanan politik di pulau tersebut.

Paru-paru yang memberikan oksigen ke seluruh tubuh dapat terinfeksi dengan bakteri yang tidak diinginkan dari hasil paparan tahunan. Faktor yang paling berperan dari penyebab kondisi infeksi paru adalah paparan udara yang tidak mendukung kesehatan paru. Antara lain adalah paparan polusi udara, asap rokok, dan sebagainya. Dalam kondisi Nelson Mandela selain ditambah faktor usia, aspek paparan sirkulasi udara yang tidak baik dan tidak sehat serta lembabnya kondisi penjara yang ia huni juga melatarbelakangi pertumbuhan bakteri yang infeksius  di organ paru-parunya.

Infeksi Paru di 2020

Pada saat ini infeksi saluran pernapasan bawah seperti TB (tuberkulosis) masuk dalam 10 penyebab masalah kesehatan masyarakat di dunia. Menurut proyeksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020,  jika tidak ada usaha eradikasi angka prevalensi kematian akibat infeksi paru, maka dikhawatirkan pada 2020 setiap 20 detik 1 orang meninggal dunia karena TB. Dengan prevalensi penderita TB sebanyak 9,2 juta per tahun dan angka kematian 1,7 juta orang per tahun di dunia.

Di Indonesia sendiri infeksi paru memiliki tantangan tersendiri. Dimana angka kejadian banyak difaktori oleh perburukan kualitas udara akibat asap kendaraan, pabrik, dan asap rokok. Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah India dan China sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak, yan notabene rokok menjadi penyebab utama kanker paru.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DA)

BACA JUGA

    0 Komentar

    Belum ada komentar