Sukses

Muda Merokok, Tua Rematik

Bertambah lagi satu alasan bagi perempuan untuk tidak menghisap rokok. Merokok, bahkan hanya beberapa batang per hari, meningkatkan risiko seorang perempuan menderita artritis reumatoid sebanyak dua kali lipat...

Oleh: dr. Puti Naindra Alevia

KlikDokter.com - Perempuan Perokok Rentan Terkena Artritis Reumatoid. Bertambah lagi satu alasan bagi perempuan untuk tidak menghisap rokok. Merokok, bahkan hanya beberapa batang per hari, meningkatkan risiko seorang perempuan menderita artritis reumatoid sebanyak dua kali lipat. Kesimpulan ini didapatkan dari sebuah penelitian berskala besar yang melibatkan sekitar 30,000 perempuan selama kurun waktu 7 tahun dan dimuat dalam jurnal Arthritis Research & Therapy.

Merokok memang sudah diktahui sebagai salah satu faktor risiko arthritis rheumatoid. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa risikonya dapat meningkat dua kali lipat bahkan bila seorang perempuan hanya menghisap 1 – 7 batang rokok per hari. Risiko ini juga tetap ada walaupun ia sudah 15 tahun berhenti merokok. Selain itu ditemukan juga hubungannya dengan lama merokok. Perempuan yang sudah merokok selama 1–25 tahun 1,6 kali lebih mungkin terkena artritis reumatoid.Penelitian yang dilakukan oleh Karolinska Institute di Stockholm Swedia ini menganalisis 34.101 perempuan berusia 54 – 89 tahun yang juga menjadi bagian dari penelitian Swedish Mammography Cohort. Selama diteliti, sejak 1 Januari 2003 hingga 31 Desember 2010, 219 diantara mereka mulai menunjukkan gejala-gejala reumatoid artritis.

Artritis reumatoid yang sering disebut juga dengan (salah satu jenis) penyakit rematik merupakan sebuah kondisi autoimun yang menyebabkan sendi-sendi nyeri dan bengkak. Pada tahap awal yang terkena adalah sendi-sendi kecil seperti pergelangan tangan, tangan, pergelangan kaki, dan kaki. Dalam perjalanan penyakitnya, sendi-sendi besar seperti bahu, siku, lutut, panggul, rahang, dan leher juga dapat terlibat. Bila tidak ditangani, dapat terjadi kerusakan sendi yang progresif disertai perubahan bentuk bagian tubuh yang terlibat.

Terdapat beberapa kekurangan dalam penelitian ini seperti subjek penelitian yang tidak melibatkan laki-laki dan bahwa subjek hanya diambil dari dua daerah di Swedia sehingga tidak ada data terkait risiko penyakit ini pada etnis yang berbeda. Walaupun demikian, penelitian ini menjadi tambahan bukti bahwa tidak ada tingkatan atau frekuensi merokok yang dianggap aman. Selain risiko artritis reumatoid, merokok dalam jumlah sedikit pun dapat meningkatkan risiko menderita kanker paru, penyakit jantung, dan stroke secara signifikan.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman utama website kami.[](PNA)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar