Sukses

Susu Rendah Lemak Untuk Batita Anda

Pemberian susu rendah lemak untuk anak diyakini bisa menurunkan risiko obesitas. Apakah medis sependapat dengan hal tersebut? Yuk, cari tahu fakta medis selengkapnya!

Obesitas atau kelebihan berat badan pada anak terus menjadi perhatian serius dewasa ini. Pasalnya, kasus tersebut pada anak terus meningkat di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. 

Atas dasar itu, tidak sedikit orangtua yang memutuskan untuk memberikan susu rendah lemak pada anak. Hal ini disebut-sebut efektif dalam menurunkan risiko obesitas, sekaligus mencegah risiko penyakit-penyakit lainnya.

Lantas, apa kata medis terkait keadaan tersebut? Apakah pemberian susu rendah lemak untuk diet anak adalah tindakan yang tepat? Yuk, cari tahu fakta medisnya!

Artikel Lainnya: Ini Rekomendasi Susu Formula Terbaik untuk Anak Alergi

Pemberian Susu Rendah Lemak untuk Anak 

Susu rendah lemak mengandung nutrisi yang serupa dengan susu pada umumnya (whole-milk). Namun, jenis susu tersebut memiliki kandungan lemak yang jauh lebih rendah, yakni hanya 1,5%.

Beberapa waktu belakangan low fat milk sering direkomendasikan untuk membatasi asupan kalori dan lemak pada anak yang berisiko mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Kendati begitu, penelitian ilmiah terkini menyebutkan bahwa praktik tersebut tidak sepenuhnya tepat. 

Pada dasarnya, konsumsi susu biasa (whole milk) atau susu rendah lemak (low fat milk) untuk anak tidak berhubungan dengan pencegahan obesitas atau kelebihan berat badan. 

Risiko obesitas pada balita yang mengonsumsi whole milk bahkan tidak lebih tinggi daripada balita yang mengonsumsi susu rendah lemak (low fat milk).

Artikel Lainnya: Ini Alasannya Mengapa Anak Perlu Minum Susu

Tips Memberikan Susu Rendah Lemak untuk Batita

Memberikan low fat milk untuk anak, khususnya yang masih batita dan balita, bisa membuatnya kekurangan asupan lemak.

Padahal, lemak merupakan nutrisi yang amat penting bagi balita. Mereka memerlukan nutrisi tersebut untuk perkembangan sel saraf dan otak yang optimal. 

Kekurangan asupan lemak pada anak, termasuk batita dan balita, tentu akan berdampak pada perkembangan sistem sarafnya. 

Apakah itu berarti pemberian susu rendah lemak untuk anak dilarang dari kacamat medis? Tidak juga. Susu rendah lemak hanya tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang masih berusia di bawah 5 tahun.

Artinya, ketika anak sudah berusia lebih dari 5 tahun, Anda boleh saja memperkenalkan susu skim atau susu rendah lemak kepadanya secara bertahap. 

Anda pun bisa menggunakan susu rendah lemak sebagai campuran masakan yang akan diberikan kepada anak.

Sebagai sumber lemak tambahan, Anda dapat memberikan bahan makanan lain yang sehat, seperti olive oil, minyak kanola, buah seperti alpukat. 

Kesimpulannya, susu rendah lemak tidak terbukti dapat mencegah obesitas atau kelebihan berat badan pada anak. Susu jenis ini bahkan tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang masih berusia 5 tahun ke bawah.

Punya pertanyaan lain terkait pemberian susu untuk anak? Butuh bantuan dalam memantau tumbuh kembang si kecil? Anda bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional dengan memanfaatkan fitur tanya dokter di LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar