Sukses

Susu Rendah Lemak Untuk Batita Anda

Susu Rendah Lemak Untuk Batita Anda

Setelah disapih dari ASI maupun susu formula, bayi dengan usia 12 bulan dianjurkan untuk mengkonsumsi  susu rendah lemak (2%) dibandingkan dengan susu full cream, berdasarkan guideline yang diterbitkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) bulan Juli 2008. Guideline tersebut menyebutkan bahwa konsumsi susu rendah lemak direkomendasikan bagi bayi berusia 12 bulan sampai 2 tahun yang memiliki riwayat keluarga dengan obesitas, kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan memperlihatkan tanda-tanda kelebihan berat badan (overweight).

“Sebelum penelitian ini dikemukakan, anak usia 12 bulan – 2 tahun disarankan untuk mengkonsumsi susu full cream,” kata Dr. Stephen R. Daniels,  anggota dari Komite Nutrisi di AAP yang terlibat di dalam pembuatan guideline ini. “Hal tersebut dikarenakan anak yang sedang tumbuh dan berkembang membutuhkan kandungan lemak tinggi dan kolesterol untuk menunjang pertumbuhan mereka, terutama perkembangan saraf,” komentar Dr. Daniels. “Rekomendasi mengkonsumsi susu full cream dikeluarkan ketika belum ada kewaspadaan mengenai obesitas pada anak-anak.”.

Lebih lanjut lagi dikatakan,”Sekarang kami memiliki penelitian yang memberikan hasil bahwa memberikan diet rendah lemak pada anak usia 6 atau 7 bulan tidak memiliki efek samping di dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka, baik masa kanak-kanak maupun remaja”. “Ketika didapatkan riwayat keluarga dengan obesitas atau penyakit jantung, atau anak dengan obesitas,  guideline baru ini memberikan pilihan kepada dokter anak untuk mempertimbangkan penggunaan susu rendah lemak,” kata dr. Daniel.

Selain guideline yang dikeluarkan tersebut, anak-anak dan remaja sebaiknya rutin memeriksakan kolesterol mereka apabila memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung. Skrining kolesterol juga dianjurkan bagi anak-anak yang overweight atau memiliki obesitas, mempunyai tekanan darah tinggi serta diabetes.

 

Sumber : www.istockphoto.com

Untuk anak-anak ini, skrining kolesterol sebaiknya dilakukan setelah usia 2 tahun namun tidak lebih dari usia 10 tahun. Apabila kadar kolesterol mereka normal, maka pemeriksaan dapat diulang dalam 3-5 tahun, berdasarkan guideline tersebut. Agen yang mengurangi kadar kolesterol, seperti ‘statin’, sekarang direkomendasikan bagi anak berusia 8 tahun ke atas dengan kadar kolesterol LDL ‘jahat’ yang tinggi. Untuk anak dengan usia di bawah 8 tahun dan memiliki kadar kolesterol LDL yang tinggi, sebaiknya fokus lebih diarahkan ke intervensi non-obat, seperti mengurangi berat badan, meningkatkan aktivitas fisik, dan memiliki pola makan yang sehat.

Sumber : Jurnal Pediatrik, AAP

    0 Komentar

    Belum ada komentar