Sukses

Puasa bagi Para Penderita Diabetes

Menurut teori, para penderita diabetes disarankan untuk tidak melakukan ibadah puasa. Namun pada prakteknya, banyak diabetesein berpuasa demi ibadah. Masalahkah? Simak selengkapnya dari dr. Dewi Ema Anindia disini.
Oleh: dr. Dewi Ema Anindia
 
Menurut American Diabetes Association (ADA) sebanyak 50 juta orang yang menderita penyakit diabetes melakukan ibadah puasa setiap tahunnya.
 
Menurut teori, para penderita diabetes disarankan untuk tidak melakukan ibadah puasa. Puasa dapat meningkatkan risiko hipoglikemia dari kurangnya asupan makanan serta hiperglikemia akibat mencoba meminimalkan penggunaan obat-obat anti-diabetes. Oleh  sebab ini, dr. Saleh Aldasouqi, seorang profesor endokrin dari Michigan State University di Amerika berpendapat bahwa “Para dokter yang merawat pasien diabetes yang ingin puasa harus berhati-hati dan memberikan arahan yang benar untuk pasien”. Kecemasan muncul akibat jarak makan yang lama serta udara panas yang dapat memicu dehidrasi.
 
Berikut beberapa saran dari dr. Saleh untuk para dokter yang merawat pasien diabetes yang ingin puasa serta saran untuk pasien diabetes yang ingin puasa :
  1. Puasa berisiko tinggi untuk penderita Diabetes Melitus tipe 1 (DM tipe 1), wanita hamil, serta anak-anak. Namun, penderita DM tipe 1 dengan gula yang terkontrol menggunakan insulin dapat melakukan puasa dengan mengatur kadar insulin basal serta sering memonitor gula darah.
  2. Pada pasien dengan DM tipe 2 yang mengkonsumsi obat-obat diabetes, selain insulin atau golongan sulfonylurea memiliki risiko untuk terjadi hipoglikemia yang sedikit. Namun disarankan pada penderita yang harus mengkonsumsi metformin 3 kali sehari untuk membagi obat menjadi 2/3 saat buka puasa dan 1/3 saat sahur.
  3. Sulfonylurea dengan kerja panjang sebaiknya dihindari. Dosis penuh sebaiknya dikonsumsi saat berbuka puasa/ malam hari dan setengah dosis saat sahur. Namun dr.Saleh tidak terlalu menyarankan penggunaan obat golongan ini saat puasa atas risiko hipoglikemia yang tinggi.
  4. Beberapa jenis insulin kerja cepat seperti  repaglinide atau nateglinide tetap dapat digunakan sebelum makan.
  5. Tidak ada penyesuaian untuk obat-obat golongan thiazolidinediones, alpha-glucosidase inhibitor, golongan incretin atau bromocriptine.
  6. Insulin basal harus dikurangi sebanyak 30- 40%. ADA menyarankan untuk menukar jenis insulin yang mixed atau intermediate dengan basal insulin.
  7. Untuk jenis rapid acting insulin, ADA merekomendasikan untuk mengurangi jumlah menjadi setengah saat sahur,  namun dr. Saleh biasanya menganjurkan agar pasien tidak menggunakan insulin jenis itu saat sahur.
 
Kuncinya adalah memonitor gula darah secara teratur. Pasien dengan gula darah 70mg/dL disarankan untuk memberhentikan puasanya. Pada pasien dengan gula darah 250 mg/dL (terutama pada penderita DM tipe 1) untuk segera berbuka puasa dan gunakan insulin. Perhatian pada penderita diabetes yang puasa yang bertempat tinggal pada negara-negara panas harus waspada terhadap dehidrasi.
 
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](EA)
 
 

    0 Komentar

    Belum ada komentar