Sukses

Ultraviolet Memacu Risiko Katarak

Sinar ultraviolet atau UV disebut-sebut bisa menyebabkan katarak di mata. Benarkah demikian? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Di Indonesia, katarak menjadi salah satu penyebab utama dari kebutaan. Apa sebenarnya katarak itu? 

Katarak adalah kondisi ketika kekeruhan terjadi pada lensa mata. Jika beberapa tahun lalu penyakit ini umumnya menyerang kaum lansia, kini katarak banyak ditemukan di kalangan usia 40.

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena katarak. Salah satunya, terlalu sering terpapar sinar ultraviolet (UV) matahari. 

Bagaimana sinar UV bisa menyebabkan katarak? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

Bahaya Sinar Ultraviolet yang Memicu Katarak

Paparan sinar matahari tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan kulit. Kesehatan mata juga menjadi taruhannya.

Kondisi lapisan ozon yang menipis membuat paparan ultraviolet mengenai mata. Hal tersebut membuat lensa mata mengeruh.

Nah, kekeruhan pada lensa mata inilah yang dikenali sebagai katarak. Kondisi ini rentan dialami oleh pekerja lapangan.

Pada umumnya, bahaya sinar ultraviolet sebagai penyebab katarak dapat terjadi di negara-negara tropis, termasuk, Indonesia. Sebab, warganya hampir setengah tahun merasakan panasnya sinar matahari.

Sementara itu, di negara empat musim, penderita katarak rata-rata dialami kelompok usia 60. Itupun disebabkan oleh pengaruh usia (degeneratif), bukan paparan sinar matahari.

Artikel Lainnya: Penyebab Katarak Karena Diabetes

Sayangnya, sulit mengurangi angka kejadian katarak di Indonesia karena negara ini merupakan negara kepulauan.

Kondisi tersebut membuat masih banyak masyarakat di pedalaman yang sulit untuk dijangkau pelayanan kesehatan. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri.

Kesulitan lainnya, yaitu masih banyak masyarakat yang tak berobat walau menunjukkan gejala katarak.

Tak sedikit juga yang beranggapan bahwa penglihatan kabur dan silau bila terkena sinar matahari wajar dialami oleh lansia. Padahal, bila tidak segera diobati, kondisi tersebut berujung kebutaan.

Perlu Anda ingat bahwa katarak bisa diobati, asalkan terdeteksi sejak dini. Dalam kondisi tipis, setengah matang, ataupun matang, katarak dapat diobati.

Namun, bila sudah masuk tahap yang terlalu matang, dokter mata justru sulit menanganinya. Kalaupun bisa ditangani, hasilnya tak optimal. Di sinilah pentingnya deteksi dini pada katarak. 

Mencegah Katarak Akibat Sinar UV

Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah katarak akibat sinar UV. Pada umumnya, pencegahan bisa dilakukan dengan menghindari paparan secara langsung kepada mata.

Beberapa langkah pencegahan atas sengatan matahari perlu ditempuh, di antaranya:

  • Selalu gunakan kacamata pelindung, topi, atau payung ketika berada di luar rumah.
  • Gunakan kacamata yang sudah berlabel antiradiasi ultraviolet.
  • Hindari paparan sinar matahari dalam jangka panjang.
  • Agar tidak mengalami retinopati surya, pastikan untuk menggunakan kacamata pemblokir radiasi UV dengan persentase 100 persen. 
  • Jika mengalami kondisi tidak enak pada mata, jangan tunda untuk segera berobat.

Artikel Lainnya: Penglihatan Buram setelah Operasi Katarak, Ini Penyebabnya

Selain itu, agar kesehatan mata senantiasa terjaga, Anda bisa menerapkan langkah-langkah berikut:

  • Waspada terhadap berbagai partikel yang bisa berdampak pada mata, seperti debu, tanah, pasir, dan sebagainya.
  • Jika pekerjaan menuntut Anda menatap layar komputer sepanjang hari, pastikan Anda memberikan waktu bagi mata untuk istirahat. Berikan jeda setiap 20 menit sekali.
  • Pastikan ruangan untuk belajar, bekerja, ataupun membaca cukup pencahayaan.
  • Lepaskan lensa kontak ketika akan berenang, mandi, atau sebelum tidur.
  • Gunakan pelindung mata saat melakukan olahraga yang berisiko terhadap mata, misalnya golf atau berenang.
  • Jika terkena bahan-bahan kimia, segera bilas mata Anda dengan air mengalir.

Demikian penjelasan seputar bahaya sinar UV yang bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya katarak. Demi mencegah penyakit ini, Anda bisa menerapkan cara-cara pencegahan di atas.

Apabila masih memiliki pertanyaan seputar topik terkait ataupun masalah kesehatan mata lainnya, Anda bisa menggunakan layanan Live Chat 24 jam dari KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar