Sukses

Bahaya Polusi Terhadap Kulit

Polusi udara yang semakin lama semakin merusak bumi juga dapat secara langsung merusak kulit manusia. Polusi yang berat dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan ozon bumi sehingga dapat menyebabkan peningkatan radiasi sinar ultraviolet, terutama sinar ultraviolet B yang dapat menyebabkan kanker kulit.
Oleh: dr. Jessica Florencia
 
Klikdokter.com - Kulit merupakan organ terbesar manusia. Luas organ kulit pada orang dewasa dapat mencapai 2 meter persegi dengan berat mencapai 3,6 kilogram. Dengan ukurannya yang besar dan melindungi seluruh tubuh, fungsi kulit kita adalah sebagai pelindung terhadap air, suhu yang ekstrim, sinar matahari dan bahan-bahan kimia. Sebagai bagian tubuh yang paling luar, kulit merupakan salah satu organ yang paling banyak terpengaruh oleh sinar matahari dan polusi udara. Hal tersebut dikemukakan dalam beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa universitas terkemuka dan Environmental Protection Agency di Amerika Serikat.
 
Polusi Udara Merusak Kulit
Polusi udara yang semakin lama semakin merusak bumi juga dapat secara langsung merusak kulit manusia. Polusi yang berat dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan ozon bumi sehingga dapat menyebabkan peningkatan radiasi sinar ultraviolet, terutama sinar ultraviolet B yang dapat menyebabkan kanker kulit. Setiap terjadi kerusakan ozon 1%, dapat menyebabkan peningkatan radiasi ultraviolet B sebanyak 2% dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit sebanyak 2%.
 
Selain itu, kulit juga dapat menyerap berbagai bahan polusi di udara. Bahan kimia yang melewati kulit ini, dapat membahayakan kesehatan kulit. Bahan-bahan seperti benzena, hidrokarbon dan logam berat yang terdapat dalam asap polusi udara dapat masuk ke dalam kulit dan memicu terjadinya kanker kulit.  Bahan-bahan kimia ini berasal dari asap kendaraan bermotor, tempat pengisian bensin, dan pabrik-pabrik. Asap rokok dan perubahan cuaca yang ekstrim juga dapat meningkatkan terjadinya kanker kulit.
 
Efek bahan kimia karena polusi udara dapat meningkatkan efek pengrusakan sinar matahari terhadap kulit, mulai dari pengerutan pada kulit sampai perkembangan kanker kulit. Mereka yang tinggal di kota-kota besar lebih rentan untuk mengalami kerusakan dan kanker kulit karena polusi udara yang lebih besar terjadi. Untuk itu, bagi mereka yang tinggal di kota besar, disarankan untuk menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari efek sinar matahari yang diperburuk dengan polusi udara.
 
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menggunakan tabir surya?[](JF)
 
Souce:
1.        Goldsmith LA. Skin effects of air pollution. Department of Dermatology, University of Rochester School of Medicine and Dentistry, New York. Otolaryngol Head Neck Surg. 1996 Feb; 114 (2): 217-9.
2.        Baudouin C, Charveron M, Tarroux R, Gall Y. Environmetal pollutants and skin cancer. Cell Biol Toxicol. 2002; 18 (5): 341-8.
 

    0 Komentar

    Belum ada komentar