Sukses

Indomie Aman Dikonsumsi

Isu razia dan penarikan produk mie instan Indomie di Taiwan kemarin (Senin, 12/10) sempat membuat kekhawatiran akan keamanan pada produk tidak hanya di Taiwan itu sendiri, tapi juga di masyarakat Indonesia

Isu razia dan penarikan produk mie instan Indomie di Taiwan sempat membuat kekhawatiran akan keamanan pada produk tidak hanya di Taiwan itu sendiri, tapi juga di masyarakat Indonesia.

Walau sudah diperkuat pernyataan Food and Drug Administration (FDA/BPOM-USA) mengenai Methyl P-Hydroxybenzoate dan BPOM RI sebagai zat pengawet yang aman, Taiwan tetap memutuskan untuk melarang peredaran dagang Indomie di Taiwan.

Hal ini dikarenakan Taiwan belum menggunakan ratifikasi standar International Codex Alumentarius Commission (ICAC) yang merupakan persyaratan mengenai keamanan mutu gizi dan produk makanan olahan sebagaimana sebagian besar negara-negara besar lainnya di dunia sudah menggunakannya.

Walau demikian, dalam pengaplikasiannya ICAC di beberapa negara memiliki standar ambang batas konsumsi sendiri-sendiri, tergantung pada kebijakan masing-masing negara. Sebagaimana Amerika Serikat dan Kanada menggunakan batas ambang aman konsumsi Methyl P-Hydroxybenzoate 1000mg/kg untuk makanan, dan 250mg/kg untuk kecap. Namun di Jepang membatasi 250mg/kg untuk semua jenis bahan makanan.

Sementara di Indonesia sendiri memiliki kebijakan ketat serupa dengan Jepang. Ditambah lagi BPOM RI selalu mengadakan uji produk secara berkala dan berkelanjutan dari produk Indomie yang diambil secara acak dari pasaran.

Bagaimanapun Indomie telah lulus uji keamanan untuk dikonsumsi dari pihak yang paling berkompetensi di Republik Indonesia, terlebih lagi dari sisi positifnya mengonsumsi mie instant adalah sebagai media fortifikasi mikronutrien dengan vitamin A, B1, B2, niacin, B6, dan asam folat.[](DA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar