Sukses

Sekilas Mengenai H7N9

Virus influenza H7 sebetulnya merupakan sebuah kelompok virus influenza yang memang normalnya bersikulasi antar unggas. Virus H7N9 sendiri merupakan subkelompok virus H7. Sebetulnya beberapa virus H7 sudah pernah menginfeksi manusia sebelumnya (H7N2, H7N3, dan H7N7)...

Sekilas Mengenai H7N9

Oleh: dr. Puti Naindra Alevia

KlikDokter.com - Virus influenza H7 sebetulnya merupakan sebuah kelompok virus influenza yang memang normalnya bersikulasi antar unggas. Virus H7N9 sendiri merupakan subkelompok virus H7. Sebetulnya beberapa virus H7 sudah pernah menginfeksi manusia sebelumnya (H7N2, H7N3, dan H7N7).

Namun para ahli mulai khawatir ketika virus H7N9 mulai memakan korban jiwa di Cina pada tanggal 1 April 2013. Walaupun baru mengenai beberapa orang, virus ini sudah menyebabkan kematian atau sakit berat pada sebagian besar orang yang terinfeksi.

Bagaimana kita dapat mengenali infeksi gejala infeksi virus H7N9?
Sebagian besar orang yang teridentifikasi terinfeksi flu burung baru ini memiliki gejala pneumonia berat seperti sesak napas, demam, dan batuk yang hebat. Namun, para ahli berpendapat bahwa gambaran lengkap gejala belum dapat dipastikan karena laporan kasus masih baru dan dalam jumlah yang sedikit. Walaupun demikian,

Apakah ada tes laboratorium khusus?
Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) atau US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan pemeriksaan diagnosis (rapid test) yang dapat digunakan untuk memeriksa pelancong dengan sakit yang mencurigakan.

Bagaimana pengobatannya?
Seperti virus influenza lain, H7N9 respon terhadap pemberian obat antivirus seperti oseltamivir dan zanamivir.

Bagaimana mencegah penularannya?
Saat ini CDC masih mengembangkan vaksin untuk virus ini. Secara umum, pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga higienitas tangan dan pernapasan. Virus influenza tidak ditularkan melalui makanan yang dimasak dengan baik karena terinaktivasi oleh suhu yang normal untuk memasak.

Cara Pencegahan:

  • Jangan menyentuh atau mengurus burung yang sakit atau yang telah mati mendadak.
  • Jangan memotong atau mengurus burung yang sakit di lingkungan rumah
  • Hindari anak-anak untuk tidak memegang atau bermain dengan burung
  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah mengurus burung
  • Alat-alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan
  • Gunakan masker atau kaos tebal untuk menutup hidung dan mulut saat mengurus burung terutama ayam. Hati-hati untuk tidak menggosok mata, hidung atau mulut setelah memegang atau mengurus burung.
  • Masak daging atau telur ternak ayam dengan baik sebelum di konsumsi. Produk ternak yang basi sebaiknya tidak dikonsumsi. Untuk mengkonsumsi daging ayam, masak daging pada suhu mendidih lebih dari 1 menit, karena virus AI akan mati pada suhu 80 derajat celcius pada pemanasan selama 1 menit. Sedangkan untuk merebus telur dapat dilakukan pada suhu di atas 64 derajat celcius selama 6 menit, karena virus akan mati pada suhu 64 derajat celcius pada pemanasan selama 4,5 menit).
  • Apabila anda tinggal di daerah yang terdapat flu burung, hindari ke tempat-tempat penjualan burung atau pemotongan ayam.
  • Kotoran ayam sebaiknya tidak digunakan untuk pupuk
  • Laporkan ke intalasi kesehatan terdekat apabila di sekitar terdapat burung yang mati tidak wajar.
  • Secepatnya konsultasi ke dokter apabila anda atau keluarga anda timbul gejala-gejala flu setelah berhubungan dengan burung.

Apakah sebaiknya tidak berpergian ke Cina?
Saat ini jumlah kasus yang sudah teridentifikasi masih sedikit. WHO belum menyarankan adanya pembatasan perjalanan dari dan ke negara tirai bambu ini.[](PNA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar