Sukses

3 Tantangan Ahok Soal KJS

Imbas dari peningkatan pengguna Kartu Jakarta Sehat (KJS) sebanyak 62,4 persen pada bulan November ke Desember 2012, telah menimbulkan beberapa masalah yang menjadi tantangan tersendiri dari seluruh pihak pemangku kepentingan penyelenggaraan kesehatan di DKI Jakarta.Terkait pada refleksi rantai kerjasama sinergi antara...

3 Tantangan Ahok Soal KJS

KlikDokter.com –  Imbas dari peningkatan pengguna Kartu Jakarta Sehat (KJS) sebanyak 62,4 persen pada bulan November ke Desember 2012, telah menimbulkan beberapa masalah yang menjadi tantangan tersendiri dari seluruh pihak pemangku kepentingan penyelenggaraan kesehatan di DKI Jakarta.

Terkait pada refleksi rantai kerjasama sinergi antara Dinas Kesehatan DKI, rumah sakit dan Pemda DKI, pada suatu kesempatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama mengemukakan beberapa hal kendala yang menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan KJS.

“Pertama, hambatan yang paling besar adalah terdapat sebagian masyarakat yang tidak mengerti dan terdapat juga sebagian oknum yang mempermainkan. Sebetulnya KJS kan diperuntukkan untuk orang yang tidak mampu. Kalau orang yang tidak mampu ya harus masuk melalui puskesmas dulu untuk dirujuk ke RSUD. Bukan melalui oknum LSM. Jika ada pasien sudah diopname di kelas 3 atau kelas 1 di rumah sakit swasta, kemudian meminta KJS. Nah disitulah kesalahannya,” jelasnya di Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (14/3) lalu.

“Nah kesulitan kedua, kita juga tidak bisa menyamaratakan biaya berobat rumah sakit umum daerah dan rumah sakit swasta. Karena rumah sakit daerah kan ada subsidi, sedangkan di swasta tidak ada.”

Solusi yang diupayakan pihak Pemda untuk mengatasinya adalah dengan melakukan kerjasama dengan PT. ASKES dan dari pihak Pemda juga melakukan penambahan jumlah kelas 3 dan membangun rumah sakit lagi supaya terjadi keseimbangan. Sehingga nantinya masyarakat tidak mampu yang memegang KJS bisa merujuk ke RSUD, bukan ke rumah sakit swasta jika Puskesmas sudah memberikan rujukan ke rumah sakit.

“Karena swasta untuk mendirikan rumah sakit kan tidak memperhitungkan untuk orang tidak mampu sebetulnya. Dia memperhitungkan untuk pangsa pasar yang berbeda” ujar Pak Ahok ketika menjelaskan alasan untuk tidak memprioritaskan rumah sakit swasta sebagai rumah sakit rujukan.

Tantangan ketiga adalah menjaga keseimbangan komunikasi yang sehati antara semua pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan KJS di DKI ini. “Nah tapi untuk masa-masa ini transisi ini pasti terjadi keseimbangan, harus saling menyesuaikan oleh karenanya kami minta IDI (Ikatan Dokter Indonesia–Red) dan meminta berapa FK (Fakultas Kedokteran–Red) termasuk swasta PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia –Red) untuk bisa bekerja sama saling mengisi mengenai masalah ini,” tutup beliau .[](DABA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar