Sukses

40 Persen Persalinan di Indonesia Masih di Rumah

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia memaparkan keprihatinannya terhadap kondisi kualitas kesehatan ibu hamil dan melahirkan...

Klikdokter.com - Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia memaparkan keprihatinannya terhadap kondisi kualitas kesehatan ibu hamil dan melahirkan di Indonesia. Pada kesempatannya dalam memberikan sambutan pada acara Forum Diskusi  Rekomendasi Perbaikan Gizi Nasional Terkait 1000 Hari Pertama Kehidupan, pada Selasa (14/8) pagi lalu, Prof. dr Ali Ghufrom Mukti M.Sc.,Ph.D. menyampaikan masih banyak ibu hamil di seluruh Indonesia yang melakukan persalinan di rumah.

Persalinan merupakan proses yang sangat membutuhkan atensi aspek kesehatan secara penuh. Dimana kehamilan dan persalinan yang tidak aman dapat menempatkan ibu maupun calon bayi dalam kondisi yang membahayakan nyawanya.

"Tidak seperti banyak negara tetangga kita, di Indonesia 40% persalinan masih dilakukan di rumah," tutur pria yang dikenal media sebagai 'Pakar Jamkesmas'. Lebih lanjut Wamenkes menyampaikan harapannya terhadap proses peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan dan gizi anak di Indonesia dapat mencapai target MDG's 4 & 5.

Pada kesempatan yang sama, dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K) juga menyampaikan hal keprihatinan yang senada dari aspek kesehatan anak di Indonesia. "Angka kematian balita di Indonesia terdata sedikitnya sebanyak 193.000 per tahun. Saya sangat mengharapkan, selepas dari diskusi ini terdapat tindakan pemantauan dari apa yang kita bicarakan. Karena angka kematian bayi menjadi salah satu acuan Human Development Index," papar beliau secara lugas.

Lebih jauh dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K) memaparkan beberapa pencetus masalah gizi anak Indonesia yang sangat umum terjadi dalam 1000 hari kehidupan pertama, diantaranya; kondisi prematur pada bayi yang gagal untuk tumbuh dengan baik, pemberian ASI dan makanan pendamping ASI yang tidak adekuat, serta faktor paparan infeksi pada bayi.

Tidak luput, 1000 hari pertama merupakan periode emas bayi untuk pentingnya status gizi bayi memenuhi kebutuhan nutrisi pertumbuhan dan perkembangannya. Dimana terdapat 280 hari pertama yang dimulai dari masa janin serta masa bayi hingga masa anak usia 2 tahun yang berjalan sekitar 720 hari. Dimana status zat gizi yang dibutuhkan pada masa tersebut berkontribusi status kesehatan seseorang sampai akhir hayatnya.[]

    0 Komentar

    Belum ada komentar