Sukses

Minum Susu Semasa Remaja Dapat Mengurangi Kerentanan Terhadap Diabetes Tipe 2

Segelas susumungkin telah membuat Anda banyak dimarahi ketika masa anak-anak. Dan segelas susu juga membuat Anda untuk melakukan kegiatan nakal, yaitu suka...

Klikdokter.com - Segelas susumungkin telah membuat Anda banyak dimarahi ketika masa anak-anak. Dan segelas susu juga membuat Anda untuk melakukan kegiatan nakal, yaitu suka diam-diam memberikan susu tersebut pada kucing peliharaan Anda atau membuangnya dari jendela. Segelas susu mungkin telah membuat Anda menekan hidung Anda dengan cara yang khas untuk menyampaikan ketidaksukaan Anda. Seorang ibu dulu menjadi musuh terburuk Anda pada saat itu. Tapi Anda akan tidak menyadari bahwa segelas susu setiap hari bisa melindungi Anda dari diabetes tipe 2.

Para peneliti di Universitas Harvard menyatakan bahwa minum susu selama remaja dapat menurunkan risiko untuk terkena diabetes tipe 2 pada seorang wanita. Remaja yang minum susu kebanyakan melakukan kebiasaan yang sama ketika mereka menjadi dewasa. Dan kebiasaan seumur hidup ini telah dikaitkan dengan risiko 43 persen lebih rendah untuk terserang diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang tidak minum susu.

Para peneliti memeriksa pola konsumsi makanan remaja dan dewasa dan risiko kesehatan di lebih dari 37.000 wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi susu paling banyak ketika dewasa dan produk susu ketika remaja ditemukan berada pada risiko menderita diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Remaja yang minum susu dan produk susu (sekitar 4 kali dalam sehari, juga ditemukan memperoleh berat badan lebih sedikit seperti tahun-tahun yang sudah terlewati.

Dalam studi lain, seperti dilansir dari lifemojo, sabtu (17/09/2011), Para peneliti di Universitas Harvard bermaksud untuk menetapkan manfaat seumur hidup daripada konsumsi susu dengan cara menyorot susu sebagai sumber protein. Mereka mempelajari lebih dari 440.000 orang dewasa dan menemukan bahwa risiko tersebut berubah menjadi 17 persen ketika susu rendah lemak diganti dengan susu murni. Temuan ini memperkuat lagi alasan mengapa Anda harus memberi perhatian lebih banyak untuk segelas susu harian.[BA]

    0 Komentar

    Belum ada komentar