Sukses

Pil Meningkatkan Ketahanan Tubuh

Terbayangkah anda latihan fitness berjam-jam tanpa rasa lelah? Suatu saat nanti mungkin kita semua dapat melakukannya. Peneliti dari Institut Salk melaporkan bahwa mereka menemukan 2 obat yang telah diujicobakan ke tikus dimana berkhasiat untuk meningkatkan ketahanan tubuh. Obat pertama yang dikenal sebagai Aicar, meningkatkan ketahanan tubuh tikus dalam latihan treadmill sebesar 44% dalam waktu 4 minggu setelah terapi. Obat kedua yang disebut GW1516, mampu meningkatkan ketahanan tubuh tikus sam

Oleh : dr. Tri Rejeki Herdiana

Terbayangkah anda latihan fitness berjam-jam tanpa rasa lelah? Suatu saat nanti mungkin kita semua dapat melakukannya. Peneliti dari Institut Salk melaporkan bahwa mereka menemukan 2 obat yang telah diujicobakan ke tikus dimana berkhasiat untuk meningkatkan ketahanan tubuh. Obat pertama yang dikenal sebagai Aicar, meningkatkan ketahanan tubuh tikus dalam latihan treadmill sebesar 44% dalam waktu 4 minggu setelah terapi. Obat kedua yang disebut GW1516, mampu meningkatkan ketahanan tubuh tikus sampai 75%, namun harus dikombinasikan dengan latihan fisik untuk mendapatkan efek maksimal.

Berdasarkan hasil penelitian pada tikus, obat ini mungkin dapat diaplikasikan ke manusia, yang mengontrol tonus otot dengan gen yang sama seperti tikus. Dan apabila obat tersebut bekerja dan terbukti aman, maka obat tersebut dapat dipasarkan ke masyarakat. Obat ini dapat memberi banyak manfaat, diantaranya adalah obat tersebut dapat membantu mereka yang sulit atau memiliki kemampuan terbatas di dalam berolahraga, dan mereka dengan masalah kesehatan khusus seperti diabetes yang dapat dikontrol dengan olahraga.

Dr. Johan Auwerx, spesialis dalam bidang penyakit metabolik di Universitas Louis Pasteur di Strasbourg, Perancis, mengatakan bahwa Aicar memberikan hasil yang cukup baik dan menjanjikan di dalam terapi diabetes dan obesitas. “Fakta yang mengungkapkan bahwa obat tersebut dapat membuat efek menyerupai olahraga adalah keuntungan besar karena diet dan olahraga merupakan pilar di dalam terapi diabetes,” katanya.

Dr. Evans dan rekannya meneliti mengenai protein pengontrol gen yang disebut PPAR-delta, yang mennginstruksikan pembakaran sel lemak. Dr. Evans mendeskripsikan bahwa kedua obat tersebut mampu mengaktivasikan sistim remodeling otot di tikus. GW1516 mengaktivasi PPAR-delta namun tikus tersebut harus melakukan latihan fisik untuk meningkatkan ketahanan tubuhnya. Hal ini mungkin disebabkan karena PPAR-delta menukar satu set gen yang ia miliki dengan set gen olahraga, dan kedua set gen tersebut dibutuhkan untuk peningkatan ketahanan.

Obat kedua yang disebut Aicar mampu meningkatkan ketahanan tubuh tanpa keterlibatan latihan fisik. Dr. Evans percaya bahwa kedua obat itu menyerupai efek setelah latihan fisik dan mampu mengaktifkan PPAR-delta. Aicar bekerja dengan cara menyerupai produk hasil metabolism energi, memberikan sinyal kepada sel bahwa energi sudah dibakar habis dan membutuhkan pembakan lebih banyak lagi. Namun baik Aicar maupun GW1516 belum diujicobakan ke manusia sehingga efek kesehatan jangka panjangnya belum diketahui.[](TRH)

    0 Komentar

    Belum ada komentar