Sukses

Penelitian Terbaru Bagi Penderita Hemophilia B

Penelitian terbaru kerjasama para peneliti di Inggris dan Amerika menemukan hasil yang sangat menjanjikan bagi penderita hemophilia. Hemophilia merupakan...

Klikdokter.com - Penelitian terbaru kerjasama para peneliti di Inggris dan Amerika menemukan hasil yang sangat menjanjikan bagi penderita hemophilia.

Hemophilia merupakan keadaan dimana tubuh seseorang mengalami cacat genetika pada kromosom X atau autosom mereka yang menyebabkan kekurangan faktor 8, 9 dan 11 dalam pembekuan darah. Sehingga proses pembekuan darah penderita tidak secepat manusia normal lainnya apabila terluka.

Bahkan untuk beberapa penderita hemophilia berat bisa mengalami pendarahan tiba-tiba yang apabila tidak segera dihentikan, dapat berakibat fatal hingga kematian.

Umumnya penderita hemophilia terjadi karena kerusakan kromosom X dalam gen. Dan karena pria hanya memiliki satu kromosom X dalam tubuhnya, menjadikan mereka sebagai mayoritas penderita berdasarkan keturunan. Meskipun umumnya penderita disebabkan oleh keturunan, namun ternyata 30% hemophilia didunia juga terjadi begitu saja tanpa diketahui sebabnya.

Hingga kini, pengobatan yang biasa diberikan kepada penderita hanyalah melalui suntikan tambahan faktor 8 atau transfusi rutin kriopresipitat-AHF bagi penderita Hemophilia A, tambahan faktor 9 atau transfusi plasma beku segar bagi penderita Hemophilia B dan tambahan suntikan faktor 11 bagi penderita Hemophilia C, minimal 2 kali dalam sebulan dengan biaya yang relatif besar. Selain memberikan beban biaya kepada penderita, pengobatan ini terbilang tidak menyenangkan bagi penderita karena harus melalui rasa tidak nyaman dan nyeri.

Untuk itu, hasil penelitian yang dipublikasikan New England Journal of Medicine dalam menunjukkan keberhasilan para peneliti meningkatkan faktor 9 pada penderita hemophilia B, memberikan janji tersendiri dalam pengobatan hemophilia.

Penelitian ini dilakukan dengan cara memasukkan virus adeno modifikasi kedalam tubuh penderita untuk menginfeksi sel hati sehingga mampu menghasilkan protein pembeku darah. Dari pemberian virus ini, terlehat kenaikan level faktor 9 pasien yang biasanya hanya sebanyak 1% dari jumlah pada manusia normal, dapat meningkat menjadi 2% hanya dengan dosis terendah selama 16 bulan. Bahkan penderita yang menerima dosis tertinggi, mampu memiliki 8% hingga 12% dalam 5 bulan.

Dimana hal tersebut merupakan peningkatan yang sangat berguna bagi penderita dalam menjalani kehidupan keseharian mereka seperti tidak perlu khawatir akan luka kecil akibat bercukur ataupun saat berolahraga. Kecuali apabila mereka mengalami kecelakaan besar seperti tabrakan, kejatuhan benda berat dan operasi.

Meskipun penelitian ini masih merupakan hal yang memerlukan perkembangan lebih lanjut, terlebih dalam melihat efek samping yang dapat muncul dikemudian harinya namun hasil dari penelitian ini sangat memuaskan para penderita hemophilia B dan komunitas peduli hemophilia. Dengan demikian diharapkan proses penyuntikan rutin yang harus mereka jalani dapat tergantikan.[](E)

    0 Komentar

    Belum ada komentar