Sukses

Bahaya Radiasi Nuklir Bagi Kesehatan

Salah satu ahli radiasi, Jacqueline Williams, seorang profesor di Department of Radiation Oncology di University of Rochester, New York, mengatakan bahwa...

Salah satu ahli radiasi, Jacqueline Williams, seorang profesor di Department of Radiation Oncology di University of Rochester, New York, mengatakan bahwa radiasi tingkat tinggi dapat mematikan, karena radiasi dapat mengganggu sel-sel dalam tubuh dan menyebabkan kematian. Paparan zat radiaktif tingkat tinggi itu dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan seperti rambut rontok, matinya sel syaraf, kejang dan kematian mendadak, gangguan peredaran darah, penyakit jantung, serta kerusakan sistem reproduksi.

Biasanya, radiasi yang terlepaskan memiliki dua komponen besar, yaitu radioaktif iodine dan cesium. Iodine-131 adalah salah satu jenis material radioaktif yang berbahaya, menghirup atau mengonsumsi makanan yang terkontaminasi radioaktif iodine dapat menyebabkan kanker tiroid. Makanan (khususnya produk susu) dapat terkontaminasi dengan debu radioaktif yang mengendap pada tanaman, bahkan pada rumput yang dimakan oleh sapi atau binatang lainnya. Sedangkan radioaktif cesium-137 dapat menyebabkan bahaya dalam jangka panjang dan merupakan ancaman besar bagi kesehatan manusia, termasuk masalah kanker dan paru-paru.

Mengantisipasi ancaman radiasi akibat bocornya reaktor nuklir PLTN di Fukushima Jumat pekan lalu (11/3), pihak otoritas Jepang telah meminta sekitar 180 ribu warga menjauh minimal radius 20 kilometer dari pusat reaktor. Sedikitnya 140 ribu warga yang bermukim di dekat zona aman juga diminta tidak keluar rumah dan menutup semua ventilasi rumah.

Penanganan lebih lanjut dilakukan para pihak otoritas Jepang dengan mendistribusikan pil potassium iodide, yaitu suatu senyawa sederhana biasanya ditambahkan ke dalam garam untuk mencegah gondok dan keterbelakangan mental. Pil ini dapat menetralkan pengaruh iodine dengan cara mencegah kelenjar tiroid (kelenjar endokrin besar yang terletak di dekat pangkal leher, berfungsi untuk memproduksi hormon yang membantu mengontrol pertumbuhan dan metabolisme) menyerap iodine.

Menurut Dr. David J. Brenner, direktur Center for Radiological Research di Columbia University, iodine bisa masuk ke dalam tubuh manusia lewat berbagai cara, yakni udara atau makanan yang terpapar radiasi. Karena itu ia berpendapat pil potassium iodide kurang efektif mencegah kanker tiroid akibat radiasi nuklir. Brenner pun berkata bahwa sebaiknya pemerintah melarang masyarakat minum susu sapi atau makan buah yang tumbuh dari tanah yang terkena radiasi.[] (JRA)

Dikutip dari berbagai sumber.

    0 Komentar

    Belum ada komentar