Sukses

Nasi Putih Meningkatkan Resiko Terkena Diabetes

Pada tahun 2000 jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia mencapai 8,4 juta orang. Jumlah itu terus meningkat, dan pada 2030 diperkirakan mencapai 21,3 juta orang

Pada tahun 2000 jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia mencapai 8,4 juta orang. Jumlah itu terus meningkat, dan pada 2030 diperkirakan mencapai 21,3 juta orang. Ironisnya dari jumlah itu, baru 50% yang sadar mengidapnya dan di antara mereka hanya 30% yang datang berobat teratur. Diabetes melitus menyebabkan kematian yang lebih banyak daripada korban HIV/AIDS. Sedangkan dikutip dari data yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah pengidap diabetes melitus di Indonesia merupakan yang terbanyak ke-empat di dunia, setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

Nasi putih adalah makanan yang mempunyai kadar gula yang tinggi. Sayangnya jika nasi putih dikonsumsi terlalu banyak dan tidak disertai dengan olahraga yang cukup, maka level glukosa dalam darah akan meningkat sehingga dapat memicu risiko seseorang terkena diabetes. Maka dari itu, jika rencana pemerintah membuat program 'Sehari Tanpa Nasi' atau 'One Day No Rice' menuai pro kontra, praktisi kesehatan justru melihat banyak manfaatnya untuk kesehatan rakyat.

Memang sulit untuk mengganti pola pikir masyarakat tentang nasi. Bahkan, sampai ada pepatah bahwa ‘belum makan namanya jika belum memakan nasi’. Nasi putih memang terasa lebih enak dibanding nasi merah, ubi, gandum, ataupun jagung. Namun, tahukah Anda dengan mengganti makanan pokok Anda dari nasi putih menjadi nasi merah ataupun biji-biji lainnya seperti gandum akan mengurangi resiko Anda untuk terkena penyakit diabetes?

Para peneliti dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard (HSPH), memperkirakan bahwa mengganti 50 gram nasi putih (hanya sepertiga dari jumlah porsi sehari-hari) dengan beras merah dalam jumlah yang sama akan menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 16%. Penggantian yang sama dengan biji-bijian lain, seperti gandum dan barley, bisa menurunkan risiko sebesar 36%.

Berdasarkan studi di situs jurnal Archives of Internal Medicine edisi online 14 Juni 2010, beras merah lebih unggul dari beras putih karena lebih mengandung serat, mineral, vitamin, dan phytochemical. Meskipun begitu, beras merah kerap tidak menghasilkan peningkatan kadar gula darah.

Jenis karbohidrat seperti ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, nasi merah merupakan karbohidrat kompleks yang kadar gulanya rendah dan menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam. Karbohidrat kompleks ini bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen (zat sebelum menjadi glukosa). Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogen inilah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi. Karbohidrat kompleks mengandung lebih sedikit gula tapi lebih tinggi serat, sehingga justru memberi lebih banyak manfaat, baik bagi wanita, pria maupun anak-anak.

Jadi kini menjadi pilihan Anda, memilih nasi putih yang mempunyai resiko terkena diabetes untuk tetap menjadi makanan pokok Anda, ataukah berangsur-angsur beralih pada ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, nasi merah yang memang kurang enak tapi lebih banyak manfaat kesehatannya.[](JRA)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar