Sukses

Penanggulangan Banjir Bandang Wasior

Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Pusat (PPK Depkes) telh berkoordinasi dengan jajarannya di wilayah timur Indonesia untuk mengoptimalkan proses penanggulangan bencana dan bantuan korban banjir bandang di Wasior, Papua...

Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Pusat (PPK Depkes) telh berkoordinasi dengan jajarannya di wilayah timur Indonesia untuk mengoptimalkan proses penanggulangan bencana dan bantuan korban banjir bandang di Wasior, Papua Barat.

Dari laporan yang diterima per tanggal 6 Oktober 2010 pukul 14:02 dari PPK Depkes, dilaporkan sedikitnya 58 orang meninggal dunia, 1 diantaranya petugas kesehatan, 81 korban luka berat yang beberapa diantaranya sudah dirujuk ke RSUD Kabupaten Manokwari dan Nabire, serta ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Salah satu hal yang dikhawatirkan adalah sulitnya akses air bersih di area bencana. Guna mengantisipasi hal ini, para otoritas kesehatan yang saling berkoordinasi telah mengambil langkah antisipasi evakuasi untuk mencegah perluasan potensi semakin buruknya keadaan pasca bencana.

PPK juga mengerahkan unit helikopternya untuk mempermudah proses evakuasi para korban. Hingga berita ini diturunkan, dari PPK sendiri tengah mengkoordinasi 7 ahli kesehatan dari Jakarta untuk diterbangkan ke wilayah bencana Selasa (06/09) malam.

Selain meninggalkan jumlah korban, banjir bandang juga telah menghancurkan fasilitas kesehatan di lokasi, seperti sebuah unit mess dokter,  puskesmas distrik Wasior, rumah dinas dan paramedis berikut rumah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Teluk Wondama.

Proses bantuan terus berlangsung, selain koordinasi PPK dan jajaran wilayah timur Indonesia, Kementerian Kesehatan juga mengerahkan bantuan berupa pengiriman 100 buah kantong mayat, makanan pengganti ASI 1 ton, obat-obatan sebanyak 1 ton, serta mengirimkan 5 tenaga ahli kesehatan ke Wasior, Papua Barat. Pun dari PPK Regional Makassar Sulawesi Selatan telah mengirimkan set peralatan pengobatan bedah tulang (set ortopedis). Begitu juga dengan Dinkes Kabupaten Manokwari yang telah mengirimkan 7 perawat dan 3 dokter.[](DA)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar